Diprotes Ahmad dan Tuty Masuk Bursa Cawabub

Read Time1 Minute, 15 Second

Pemilihan calon wakil bupati (cawabup) Bekasi memasuki babak baru dengan munculnya nama Ahmad Marzuki dan Tuti Yasin. Kemunculan kedua nama itu dinilai tiba-tiba, tidak mengikuti proses yang ada dari 13 nama yang mengikuti proses seleksi.

“Kan ada 13 yang daftar di Golkar. Tapi kok tiba-tiba muncul dua nama itu, harusnya beberkan hasil fit and proper test-nya, lakukan terbuka, jadi masyarakat bisa tahu. Jangan ujug-ujug muncul dua nama tanpa adanya tahapan proses kemarin,” ujar Soleh Jaelani, tokoh masyarakat Kabupaten Bekasi, akhir bulan lalu.

Bahkan, saat ini DPRD Kabupaten Bekasi telah membentuk panitia pemilihan (panlih) untuk menentukan wakil bupati serta telah membuat jadwal pemilihan hingga penetapan wakil bupati.

Demikian juga partai koalisi non Partai Golkar, seperti Hanura, PAN dan NasDem, terkesan memaksakan Bupati untuk menyerahkan rekomendasi dua nama untuk dipilih. “Ini kan jadi kelihatannya tergesa-gesa ya. Bikin masyarakat curiga, terus juga kan Ketua DPD Partai Golkar kan juga Bupati Bekasi, sampai hari ini kan beliau belum dapat surat, dan belum di plenokan ditingkat DPD nya, jadi belum bisa direkomendasi ke dewan,” ungkap Soleh.

Ia menilai proses seleksi cawabup pada prinsipnya dikembalikan pada mekanisme pemilihan tahun 2017. Semua parpol koalisi memiliki hak untuk melakukan rekomendasi dan dimintai pendapat.

“Tapi ini kan si koalisi parpol belum sepakat dari rekomendasi dua nama, Golkar saja jadi tiga nambah Amin Fauzi, NasDem ada Rohim Mintareja, Hanura hanya Marzuki saja, ditambah di Parlemen gak ada kursinya kan,” ungkapnya.

Ia mengisyaratkan jika itu dipaksakan bergulir, bakal terjadi konflik di daerah bila Ahmad Marzuki dan Tuti Yasin yang direkomendasikan dipaksa untuk dipilih di DPRD. (*/nga)

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close