Marak Keluhan Penipuan Obon Tabroni Sidak Kantor PT MHJ

Read Time1 Minute, 50 Second

Maraknya keluhan soal dugaan penipuan membuat anggota Komisi IX DPR RI Obon Tabroni melakukan sidak ke LPK PT Miraino Hashi Jaya (MHJ) di Graha Prima, Desa Satrijaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Dalam kunjungan yang dilakukan akhir pekan lalu itu, pemilik berjanji akan memberangkatkan pekerja pada Januari mendatang.

Seusai melakukan kegiatan, menurutnya, sidak tersebut dilakukan berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat yang merasa ditipu LPK MHJ yang menawarkan program magang ke Jepang. Para korban pun mengeluhkan sudah keluar biaya banyak, namun tidak kunjung diberangkat ke Negeri Sakura. Selain itu juga mengeluhkan surat kontrak yang diduga bodong.

Usai menemui korban, Obon langsung mengecek kantor LPK MHJ untuk mengklarifikasi ke Direktur Utama LPK MHJ Murdiyono Jaya yang didampingi pihak Disnaker Kabupaten Bekasi. “Pertama persoalan ketidakjelasan pemberangkatan mereka yang terkatung-katung tidak kunjung berangkat, bahkan ada yang setahun. Kedua teman-teman merasa menjadi korban. Saya sebagai fungsi kontrol mengklarifikasi, mempertanyakan,” kata Obon.

Usai berdiskusi dengan pihak LPK MHJ, Obon mengatakan, pihak pimpinan berkomitmen jika Januari mendatang tak memberangkatkan anak didik akan mengembalikan uang yang sudah disetorkan.

“Pimpinannya bilang, kalau tidak ada pemberangkatkan sampai Januari, yang bersangkutan bersedia mengembalikan uang yang sudah disampaikan anak-anak. Kita buat perjanjian secara tertulis,” paparnya.

Obon berjanji akan terus mengawal kasus ini agar masyarakat tidak dirugikan. Sedangkan mengenai surat kontrak yang berbahasa Jepang yang diduga bodong, Obon menyebut ada beberapa kejanggalan karena tidak distempel. “Untuk SK berbahasa Jepang harus ada diuji dulu. Secara umum harus ada stempel, tetapi itu tidak ada,” tuturnya.

Obon mengakui, pemerintah memang bekerja sama dengan Jepang untuk pemberangkatan magang. Namun kouta hanya sekitar 70.000 orang dari seluruh Tanah Air. Oleh karenanya, ia meminta masyarakat berhati-hati kalau ada yang menawarkan magang ke Jepang.

Pekan lalu puluhan orang memang menggeruduk Kantor LPK PT MHJ untuk mempertanyakan nasib mereka yang tak kunjung diberangkatkan ke Jepang. Mereka bahkan sempat bersitegang dengan pengurus dan pemilik LPK karena mendapat jawaban berbelit-belit.

Ketegangan reda ketika pemilik LPK Mudiyono Jaya berjanji akan memberangkatkan yang telah lulus interview ke Jepang.

Feri (27), salah satu siswa LPK yang ikut menggeruduk mengungkapkan, dia mengetahui kegiatan LPK ini dari media sosial dan temannya. “Saya datang lihat program bagus-bagus dan omongan pemilik ini menyakinkan. Maka, hari itu juga saya langsung bayar cash Rp21 untuk uang pendaftaran sama urus-urus dokumen lainnya,” ujarnya. (*/nga)

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close