Peringatan Hari Anti Korupsi 2019 Hanya Seremonial, Kejari Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi

Read Time2 Minute, 28 Second

Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 2019 tingkat Kota Bekasi dinilai hanya sebatas acara seremonial semata. Harapan masyarakat adalah tindakan kongkrit segera menyelesaikan dan menuntaskan setiap laporan kasus dugaan korupsi yang terjadi di wilayah Kota Bekasi.

Kajari Kota Bekasi Sukarman (KOBEK)

Penilaian itu disampaikan Ketua Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (LKBH ICMI) Kota Bekasi Abdul Chalim kepada Koran Bekasi, Senin (9/12).

“Kegiatan memperingati hari anti korupsi sedunia merupakan kegiatan seremonial semata. Menurut saya, peringatan tersebut adalah penting tidak penting. Jadi, kalau dilakukan secara sederhana itu baik dan sah- sah saja,” kata Abdul Chalim.

Menurut dia, setiap laporan dari masyarakat yang masuk ke Kejari Kota Bekasi harusnya segera ditindak lanjuti proses hukumnya. Seperti dugaan korupsi pembangunan stadion mini Pondokgede yang melibatkan mantan Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (Kadisperkimtan) Kota Bekasi, Dadang Ginanjar.

“Jangan sampai dengan tindakan yang ril justru menyebabkan masyarakat yang dilaporkan merasa dirugikan karena tidak adanya kepastian hukum,” tandasnya.

Kalau memang laporan itu terbukti dengan alat bukti yang cukup, kata Chalim, Kejari harus segera melimpahkannya ke pengadilan. Begitu juga sebaliknya, laporan yang tidak terbukti segera dibuatkan SP3 (Surat Penghentian Penyidikan Perkara). Jangan digantung.

Dia menyebutkan, Kejari Kota Bekasi dalam setiap akhir tahun tentunya selalu membuat laporan ke Kejati Jawa Barat maupun Kejaksaan Agung terkait penanganan perkara yang masuk. Untuk itu, dia berharap pihak Kejari terbuka dalam membuat laporan dengan melakukan siaran pers secara resmi, sehingga masyarakat bisa mengikuti perkembangan laporan yang ada.

“Hal ini juga perlu untuk menghindari oknum jaksa nakal yang mengambil keuntungan secara pribadi di balik setiap laporan yang masuk dari masyarakat ke Kejari Kota Bekasi,” ujar Abdul Chalim.

Untuk diketahui, Kejari Kota Bekasi memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia 2019 dengan tema, “Bersama Melawan Korupsi Mewujudkan Indonesia Maju“. Peringatan ini dilakukan di Kantor Kejari Kota Bekasi dengan menggandeng mahasiswa dan pelajar, Senin (9/12).

Peringatan dimulai dengan apel pagi yang dipimpin langsung Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Bekasi, Sukarman. Kemudian, dilanjutkan dengan pembagian stiker bertuliskan pesan anti korupsi oleh Kejaksaan Negeri Kota Bekasi kepada masyarakat.

Selanjutnya, dilakukan juga sosialisasi bagi stake holder anti korupsi dengan melibatkan mahasiswa, dan pelajar bertema ‘Generasi Milenial Generasi Anti Korupsi’.

Melalui rangkaian kegiatan Hari Anti Korupsi tahun ini, Kajari Kota Bekasi Sukarman mengajak segenap pemangku kepentingan membangun kesadaran dan semangat perlawanan terhadap korupsi melalui pendekatan humanis dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk masyarakat.

Sukarman berharap, melalui peringatan tahun ini bisa menjadi semangat anti korupsi kepada seluruh komponen bangsa, seperti instansi pemerintah dan masyarakat. Dia juga sempat meminta maaf karena penyelenggaraan Hari Anti Korupsi Sedunia 2019 lebih sederhana.

Sukarman menambahkan, peringatan tahun ini sekaligus menjadi pesan bagi seluruh aparatur kejaksaan untuk menjaga integritas, bersikap profesional dan menciptakan pelayanan yang bersih.
Melalui peringatan ini dia juga berharap ada kontribusi yang signifikan dari semua institusi pemerintahan dan semua kalangan lebih kuat berupaya melakukan pemberantasan korupsi.

Sukarman juga menyampaikan bahwa Kejaksaan Negeri Kota Bekasi butuh dorongan humanisme dalam pendekatan kepada masyarakat. “Karena pencegahan dari usia dini sangat perlu dilakukan guna merubah budaya gratifikasi yang sulit dirubah,” katanya. (gar)

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close