Giliran Gaya Pakaian Nadiem Makarim Disorot

Read Time1 Minute, 37 Second

Nadiem Makarim adalah salah satu menteri Kabinet Indonesia Maju yang selalu disorot publik. Selain usianya masih muda, bos Gojek ini memang memiliki gaya milenial yang jauh di luar pemikiran banyak orang.

Setelah pidatonya, giliran gaya berpakaian Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makariem yang menjadi sorotan. Kali ini datang dari Politisi Partai Demokrat, Marzuki Alie yang menyorot gaya Nadiem saat pelantikan Rektor Universitas Indonesia (UI).

Menurut Marzuki, pakaian yang dikenakan Nadiem tak sesuai dengan acara yang digelar. Lewat cuitannya di Twitter, mantan Ketua DPR RI ini menyampaikan keluhannya dengan gaya berpenampilan pendiri Gojek tersebut.

“Mas menteri @NadiemMakarim sebagai pejabat VVIP pada acara resmi protokoler, pelantikan rektor UI, pakai baju santai, sepatu tanpa kaos, disaat yang lain pakaian lengkap. Perlu mencontoh pres @jokowi yang bisa menyesuaikan dress codenya. Anda sekarang pejabat publik,” kata Marzuki, di akun Twitter pribadinya @marzukialie_MA, Jumat, 6 Desember 2019.

Mas menteri @NadiemMakarim sebagai pejabat VVIP pada acara resmi protokoler, pelantikan rektor UI, pakai baju santai, sepatu tanpa kaos, disaat yang lain pakaian lengkap. Perlu mencontoh pres @jokowi yang bisa menyesuaikan dress codenya. Anda sekarang pejabat publik. pic.twitter.com/zGKe4wXJgL
Tak hanya itu, Marzuki juga menjawab pernyataan seorang warganet yang menyindir kinerja. ” Buat apa sok rapi ujung-ujungnya sekolah di KPK. Yang penting kinerja bukan kemeja,” tulis warganet.

Marzuki menjawab, dalam undangan biasanya sudah ada ketentuan pakaian yang akan digunakan. ” Pada undangan tertulis dress codenya. Kalau gitu saat pelantikan menteri, gak usah pakai jas. Presiden pakai jas juga. Lah mentang-mentang bawahan dilecehkan gitu,” tulis Marzuki.

Dalam acara pelantikan rektor tersebut, Nadiem menyampaikan mengenai implementasi visi-misi Presiden Joko Widodo untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul. ” Lima tahun ke depan prioritas nomor satu adalah, ada satu mahasiswa yang keluar dia bisa apa? Sukses apa? Dan karakter seperti apa?” kata Nadiem.

Saat ini, Indonesia sedang memasuki era di mana gelar tidak menjamin kompetensi. “Memasuki era di mana kelulusan tidak menjamin kesiapan berkarya, akreditasi tidak menjamin mutu, masuk kelas tidak menjamin belajar,” ujar dia. (drm/nga)

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close