Penghapusan UN Sebaiknya Dibahas Secara Matang

Read Time53 Second

Wacana penghapusan ujian nasional (UN) ditanggapi dingin Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Soalnya, UN dianggap sebagai parameter capaian proses belajar siswa.

“Kalau ujian nasional di hapus apa yang menjadi parameter guru nanti. Padahal itu kan ukuran kualitas siswa,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah, Kamis (5/12).

Inay mengharapkan rencana tersebut sebaiknya dibahas secara matang. Salah satunya, skema pengukuran lain atas proses belajar setiap siswa. “Nantinya, seperti tidak ada beban, dan pengganti ujian nasional itu dengan apa,” katanya.

Padahal, kata dia, sebagai syarat kelulusan seorang siswa bukan hanya dari nilai hasil ujian nasional. Rumusan lulus atau tidaknya itu faktor nilai gabungan dari nilai semester dan nilai akhir semester. “Jadi digabung semua,” ujarnya.

Meski begitu, Inay menjelaskan, dirinya tetap mengikuti anjuran dari pimpinan soal pengganti ujian nasional nantinya. Yang penting pengganti itu bisa dijadikan patokan guru dalam mengajar.

Inay mengaku, saat ini jumlah kelulusan Sekolah Dasar (SD) mencapai 46 ribu orang. Dan untuk kelulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) mencapai 31 ribu siswa. Sejauh ini, hanya dua tingkatan sekolah yang menjadi kewenangan pemerintah daerah. “Karena untuk SMA kewenangannya ada di provinsi,” tandasnya. (*/nga)

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close