Pantau Titik Banjir, Walikota tak Hadiri Rapat Paripurna

by -1,652 views
Walikota Bekasi Rahmat Effendi (KOBEK)
Read Time2 Minute, 35 Second

Walikota Bekasi Rahmat Effendi tidak menghadiri sidang paripurna awal tahun karena kesibukannya memantau beberapa lokasi titik banjir. Untuk itu, dia pun menugaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi untuk menghadiri rapat paripurna yang berlangsung Senin (6/1).

 

“Saya tidak menghadiri Sidanang Paripurna awal tahun, saya instruksikan Sekda dan Sekretaris OPD untuk hadir, karena saya dan Wakil Walikota membagi tugas ke wilayah titik pasca banjir,” kata Rahmat Effendi.

Dia juga mengerahkan para kepala OPD untuk turun langsung ke lokasi pemukiman warga yang terdampak bencana banjir. Alasan walikota, karena jajarannya adalah pelayan masyrakat.

Menurut dia, Wakil Walikota pun turut memantau titik pasca banjir di 4 Kecamatan yakni, Kecamatan Bekasi Timur, Kecamatan Bekasi Utara, Kecamatan Medan Satria dan Kecamatan Rawalumbu.
“Sesuai dengan arahan, Kepala OPD dan Kepala Bagian juga saya tugaskan ke masing masing titik lokasi banjir untuk hadir memantau pascabanjir di Kota Bekasi,” katanya.

Sementara itu, Sekda Kota Bekasi Reny Hendrawati yang menghadiri rapat paripurna awal tahun dicecar para anggota Dewan Perawakilan Rakyat Daerah (DPRD) pada sidang paripurna perdana di tahun 2020 di gedung DPRD Kota Bekasi, Senin (6/1). Keadaan paripurna semakin memanas manakala kursi diperuntukkan bagi pejabat eselon 2 turut kosong mengikuti ketidakhadiran pimpinannya.

Beberapa anggota Dewan sempat melontarkan ucapan kekecewaan dalam paripurna beragendakan Penyampaian Pidato Pimpinan terkait Pembukaan Sidang Awal Tahun DPRD Kota Bekasi Tahun Anggaran 2020.

“Ini sidang awal, seyogyanya Pak Wali dan Pak Wakil hadir bersama dalam rapat paripurna ini. Kita semua sedang mengalami bencana, mari kita samakan persepsi agar adanya perbaikan tata pemerintahan ke depan yang semakin baik,” tegas anggota Fraksi Gerindra, Ibnu Hajar Tanjung.

Hal sama diucapkan politisi Partai Demokrat, Abdul Rozak. Ia menilai ketidakhadiran kepala daerah sama saja dengan tidak menghargai anggota DPRD Kota Bekasi.

Sementara Anggota Fraksi PDI Perjuangan, Nicodemus Godjang menyinggung bencana banjir yang terjadi akibat ketidaksiapan eksekutif dalam mengantisipasinya. Menurut dia, pemerintah gagap manakala banjir menerjang Kota Bekasi tanpa adanya persiapan matang.

“Banyak warga yang butuh perahu karet untuk evakuasi. Tetapi kenyataannya, pemerintah tidak sanggup. Seharusnya setiap RW disediakan 2 perahu karet untuk mengatasi masalah pada saat banjir,” katanya.

Sementara, Anggota Fraksi Golkar, Yogi Kurniawan mengakui dirinya gagap saat bencana banjir melanda. Yogi membeberkan, dirinya tidak sanggup memenuhi permintaan konstituen membutuhkan perahu karet atau tindakan lain yang memerlukan pembiayaan.

“Lingkungan tempat saya tinggal menjadi langganan banjir sejak lama. Namun belum ada perbaikan hingga kini. Saya bertanya pimpinan, apakah kita sebagai anggota Dewan memiliki wewenang prioritas untuk mengusulkan anggaran darurat? Jika menggunakan dana pribadi, saya tidak akan sanggup untuk memenuhi permintaan masyarakat,” kata Yogi.

Menanggapi itu, Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Reny Hendrawati mengakui wilayah Kota Bekasi rawan banjir dan kerap menjadi kantong-kantong air, sehingga pada saat curah hujan turun secara terus menerus, Kota Bekasi tidak bisa menghindarinya. Mengenai ketersediaan perahu karet, dikatakannya BPBD Kota Bekasi baru memiliki 7 unit, untuk tanggap darurat.

“Kita hanya punya 7 perahu pada saat air datang. Tetapi kita berkoordinasi dengan Polres dan Dandim serta BNPB, sehingga ada perahu karet bantuan sebanyak 5 unit,” kata Reny.

Dia berharap, kedepannya Pemerintah Kota Bekasi akan lebih siap dalam menghadapi bencana alam banjir.
“Kita bersama harus memperhatikan hal-hal tersebut, mudah-mudahan tidak terulang lagi,” tandasnya. (*/gar)

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *