Perabotan Rumah Tangga Numpuk di TPA Burangkeng

by -1,005 views
Perabotan rumah tangga di TPA Burangkeng (KOBEK)
Read Time1 Minute, 34 Second

Sampah di TPA Burangkeng mulai meningkat pasca bencana banjir. Limbah yang masuk ke lahan seluas 11 hektare itu bervariasi, mulai dari sampah plastik, kayu, perabot rumah tangga hingga kasur bekas.

Kini sebanyak 11 alat berat dioperasikan guna mengantisipasi lonjakan sampah pasca banjir di TPA Burangkeng. “Selain itu, jumlah truk pengangkut sampah juga sudah dioptimalkan,” kata Kepala Kepolisian Sektor Setu AKP Wahid Key ketika melakukan pemantauan aktivitas TPA Burangkeng, Senin (6/1).

Dikatakan, pemantauan dilakukan guna mengantisipasi penumpukan sampah di area TPA pasca bencana banjir. Apalagi, TPA Burangkeng adalah satu-satunya TPA di Kabupaten Bekasi yang kondisinya sudah overload. “Dari hasil pengumpulan bahan dan keterangan, diketahui sampah terbanyak adalah sampah pasca banjir, terutama kasur atau spring bed bekas,” ungkapnya.

Wahid Key juga menjamin keamanan TPA Burangkeng. Pihaknya akan terus meningkatkan patroli untuk menjaga kamtibmas di area tersebut. Kegiatan itu dihadiri Sekretaris Kecamatan Setu, Kepala UPTD TPA Burangkeng dan Bhabinkamtibmas Desa Burangkeng.

Sedangkan untuk menanggulangi bencana banjir di Kabupaten Bekasi, Bupati Eka Supria Atmaja memimpin rapat evaluasi penanggulangan bencana banjir. Rapat yang digelar di Ruang Rapat Bupati diikuti seluruh kepala perangkat daerah. “Kabupaten Bekasi di awal 2020 dilanda banjir. Tentu saja hal ini merupakan situasi yang cukup memprihatinkan,” katanya dalam rapat yang digelar, Senin (6/1).

Menurutnya, kondisi sungai di Kabupaten Bekasi yang sudah dangkal dan mengecil, sistem drainase yang kurang baik, adanya penumpukan sampah di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) serta tidak adanya normalisasi sungai sepanjang 2019 merupakan pemicu banjir yang melanda sejumlah wilayah.

“Sebelum terjadi banjir, kebetulan saya turun bersama Bappeda melihat kondisi sungai yang ada, ternyata kondisi sungai di Kabupaten Bekasi ini sudah dangkal dan mengecil. Begitu juga sampah-sampah yang menumpuk di sepanjang sungai, harus ada penanganan khusus mengenai hal itu,” ungkapnya.

Mengacu informasi dari BMKG curah hujan tinggi yang terjadi pada malam Tahun Baru bukanlah puncak dari curah hujan yang tinggi, ia meminta jajarannya meningkatkan kewaspadaan dan kesiagaan penuh. (*/nga)

 

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *