Pungli Marak di Sekolah, Ketua Komisi IV DPRD akan Pertanyakan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi

Read Time1 Minute, 33 Second

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi Samuel Maruli Habeahan akan mempertanyakan maraknya pungutan liar (Pungli) di sekolah, baik tingkat dasar, menengah pertama, bahkan tingkat atas yang sangat meresahkan orang tua di Kabupaten Bekasi.

“Dicari dulu kebenarannya sebelum kita pertanyakan ke pihak dinas pendidikan. Saya tidak sepakat kalau ada pungutan yang sifatnya memberatkan masyarakat atau wali murid,” kata Samuel Maruli kepada Koran Bekasi, lewat pesan watshaap, Kamis (16/1).

Dia mengaku miris mendengar adanya pungli di sekolah-sekolah. Untuk itu, Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi akan melakukan investigasi. Tapi, secara kedinasan dia berharap ada pengaduan dari masyarakat agar secepatnya ditindaklanjuti ke dinas terkait.

“Dalam langkah menyikapi keresahan masyarakat, kami akan tanyakan langsung ke pihak dinas pendidikan,” kata Samuel.

Sejumlah orang tua siswa juga berharap agar Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi serta Saber Pungli melakukan penyelidikan ke SMPN 1 Serang Baru.

Dalam pemberitaan media Koran Bekasi sebelumnya, pungutan pengadaan komputer serta penjualan seragam sekolah sangat meresahkan para orang tua di SMPN 1 Serang Baru. Mereka berharap Bupati Eka Supria Atmaja menindak oknum yang bermain melalukan pungutan liar itu.

Alasannya, selain membebani orang tua siswa, pungutan yang dilakukan pihak sekolah dinilai mengangkangi Peraturan Pemerintah dalam Pasal 181 Pasal 17 Tahun 2010. Pasal ini berbunyi, penyelanggara dan tenaga pendidik, baik perorangan maupun kolektif dilarang menjual buku pelajaran, bahan pelajaran, serta seragam sekolah di tingkat satuan pendidikan.

Aturan tersebut juga tercatat dalam Permendikbud No 8 Tahun 2016 tentang Buku yang Digunakan Dalam Satuan Pendidikan.

Selain pungutan tersebut para orang tua siswa juga mengaku wajib membayar sejumlah kutipan kepada pihak sekolah. Di antaranya uang pembayaran komputer sebesar Rp350.000 per orang.

Ketika ingin dikonfirmasi Koran Bekasi kepada Kepala SMPN 1 Serang Baru Drs H Tuna, yang bersangkutan tidak ada di tempat. Maman, salah seorang guru mengaku tidak punya kapasitas untuk mengomentari masalah tersebut.

“Terkait pertanyaan itu saya tidak ada kapasitas untuk menjawab. Silakan ke Kepsek saja, tapi sedang tidak ada di tempat, silakan ke humas juga boleh, ada Pak Yendri,” ungkapnya.(Pirlen)

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close