Pemkot Bekasi Segera Tuntaskan Pemisahan Aset PDAM-TP dengan PDAM-TB

Read Time2 Minute, 40 Second

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi segera menuntaskan polemik pemisahan wilayah pelayanan dan aset Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Patriot (PDAM-TP) dengan PDAM Tirta Bhagasasi (TB). Hal itu dikatakan Asisten Daerah (Asda) III Bidang Administrasi Umum dan Perekonomian Pemkot Bekasi Nadih Arifin kepada wartawan, Rabu (22/1).

“Kita segera tindaklanjuti dan tuntaskan penyelesaian akuisisi aset PDAM-TP dan PDAM-TB ini dengan melibatkan kedua pemerintahan,” kata Nadih saat melakukan klarifikasi terkait pemberitaan seputar lambatnya pemisahan aset kedua perusahaan plat merah itu.

Menurut dia, sesuai hasil perhitungan BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Barat, aset PDAM-TB yang harus diselesaikan Pemkot Bekasi Rp199 miliar. Tapi, bisa juga aset tersebut masuk pada penyertaan modal Pemerintah Kota Bekasi kepada PDAM Tirta Bhagasasi.

Dalam siaran pers yang diterima Koran Bekasi disebutkan, PDAM Tirta Bhagasasi merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang didirikan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Bekasi Nomor 04/HK-PD/PU.031.1/VIII/81 tanggal 29 September 1981.

Pada Tahun 2002 PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi dimiliki bersama antara Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Pemerintah Kota Bekasi sesuai dengan Perjanjian Kerjasama Nomor tanggal 23 Desember 2002 tentang Kepemilikan dan Pengelolaan Perusahaan Daerah Air Minum Bekasi.

Sampai dengan Tahun 2019 PDAM Tirta Bhagasasi melayani pelanggan sebanyak 211.020 di Kabupaten Bekasi. Sedangkan di Kota Bekasi terdapat sebanyak 87.919 pelanggan.

Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Pemerintah Kota Bekasi telah melakukan kesepakatan untuk mengakhiri Perjanjian Kerjasama dengan Nomor 503/08.11/PDAM/2002 dan Nomor 690/381-HOR/XII/2002 tentang kepemilikan dan Pengelolaan Perusahaan Daerah Air Minum Bekasi.

Kemudian berdasarkan kesepakatan bersama, Bupati Bekasi dan Walikota Bekasi membuat surat kepada Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Barat tertanggal 16 Agustus 2017 yang dijawab melalui surat Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Barat Nomor S-527/PW10/4/2017 tanggal 30 Agustus 2017 hal Saran dan Pendapat atas Nilai Kompensasi Aset PDAM Tirta Bhagasasi dengan saran Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Pemerintah Kota Bekasi untuk menunjuk pihak penilai publik bersertifikat dalam melakukan penilaian aset.

Sesuai saran Kepala BPKP Jawa Barat, Bupati Bekasi dan Walikota Bekasi pun memerintahkan Direktur Utama PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi melalui surat bersama tertanggal 17 Juli 2018 untuk melakukan penunjukan penilai Aset dan Penilai Penyertaan Modal. Selanjutnya, Direktur Utama PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi menunjuk KJPP Efendri Rais sesuai SPK Nomor 05/SPK/PPK-Konsult/PDAM-Bks/X/2018 tanggal 15 Oktober 2019.

KJPP Efendri Rais telah selesai melakukan perhitungan sesuai Surat KJPP Efendri Rais Nomor 02/3.0032 00/P1/07/0266/I/I/2019 tanggal 16 Januari 2019. Sesuai hasil perhitungannya, Pemerintah Kota Bekasi meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk bersama-sama membahas hasil perhitungan KJPP dengan mendengarkan ekspose hasil penilaian KJPP Efendri Rais melalui Surat Sekretaris Daerah Kota Bekasi kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 539/7346/Setda.Ek tanggal 28 Desember 2018. Tapi, tidak ada tanggapan dari Pemerintah Kabupaten Bekasi sehingga ekspose tersebut tidak dilaksanakan.

Berkenaan dengan belum adanya titik temu antara Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Pemerintah Kota Bekasi, Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Barat memberikan atensi atau saran melalui Surat Nomor S-2131/PW10/4/2019 tanggal 12 Juli 2019.

Sehari sebelumnya (Selasa 21/1), Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi meyambangi kantor DPRD Kota Bekasi guna melakukan pembahasan terkait pemisahan aset ke dua BUMD tersebut.

Anggota Komisi I DPRD kabupaten Bekasi Budiyanto mengklaim tidak ada persoalan mengenai pemisahan aset antara PDAM Tirta Bhagasasi dengan PDAM Tirta Patriot. Bahkan dia menilai kendala pemisahan kedua aset daerah tersebut adanya di Kota Bekasi.

“Mengenai pemisahan aset PDAM, untuk di Kabupaten Bekasi sudah semuanya menyetujui adanya pemisahan aset PDAM walaupun diakui ada kerugian jika PDAM Tirta Bhagasasi melepas Kota Bekasi, karena, pendapatan disana cukup besar,” kata Budiyanto. (gar)

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close