Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Lakukan Investigasi Terkait Dugaan Keracunan Karyawan PT JFE

by -31 views
Read Time2 Minute, 10 Second

Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi melakukan investigasi terkait dugaan keracunan makanan 35 orang karyawan PT JFE Steel Galvanizing yang berlokasi di Jalan Aru Blok F Kawasan Industri MM 2100, Desa Sukasejati, Kecamatan Cikarang Selatan, Kamis (20/2).

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Supriadinata SKM, MSi mengungkapkan, Prima Katering selaku penyedia makanan karyawan di perusahaan itu sudah berlangsung selama 13 tahun.

“Kemarin Kamis saya sudah investigasi ke Prima Katering, mereka memang sudah berjalan lama 13 tahun dan sekarang sedang proses perpanjangan ijin. Yang terutama kita investigasi apa sumber penyebabnya, bagaimana disitu sistem SOP nya, bagaimana sarana dan prasarananya dan kami bekerjasama dengan Puskesmas Danau Indah,” kata Supriadinata, Jumat (21/2).

Dia menambahkan, dari hasil investigasi ada beberapa yang direkomendasikan seperti cara pengiriman, cara penyediaan makanan, sistim angkutanya dan waktu pengiriman makanan dari katering hingga ke perusahaan.

“Sampel katering sedang diperiksa oleh laboratorium yang independen dan pihak berwajib juga sudah. Kita tunggu saja hasilnya, untuk lebih lengkapnya ke tehnik saya ada pak Ahmad kemarin juga saya kesana bersama dia,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Ahmad selaku ahli K-3 pada Dinas Kesehatan mengatakan, pasien sudah tertangani dan tidak ada kasus lanjutan penderita baru. Dinas Kesehatan melihat pasien itu ditangani atau tidak.

“Kasus selesai atau tidak seperti itu, kalau memang tidak ada korban jiwa kemudian tidak ada kasus berlanjut ia sudah beres begitu. Lain pihak dengan tempat produksi Katering PT Anugrah Boga Prima yang berlokasi di Jalan Raya Setu No.66, Desa Mekar Sari Kecamatan Cikarang Barat kita sudah datangi kemarin, kalau untuk kondisi lingkunganya memenuhi syarat cuma kan kita tidak tahu faktor resiko pencemaran itu banyak ‘bukan hanya diruang produksi tapi dalam perjalanan kemudian pada waktu dia sampai ke perusahaan, penyajian didalam perusahaan seperti prasmananan jadi banyaklah hal yang akan menyebabkan masuknya kontaminan,” kata Ahmad.

Menurutdia, mulai pengadaan bahan baku, sarana prasarana pengangkutan seperti apa hingga penyajian, cuman kalau makanan matang kemudian penempatanya bagus higenis, pengangkutan higenis sampai di lokasi penyajian higenis tidak masalah.

“Nah ini kita tidak tahu harusnya sample dari mulai tempat produksi sampai di perusahaan itu dikroscek harusnya tetapi kita tidak mendapatkan sample waktu itu karena sudah diambil oleh pihak kepolisian. Silahkan kroscek kepolisian, kalau kita kan hanya menentukan nanti bakteri apa atau racun apa yang ada disitu kemudian bagaimana cara pelaksanaan pengobatanya,” tuturnya.

Untuk mengetahui kondisi karyawan yang sedang dirawat di rumah sakit, Koran Bekasi menyambangi RS Grha MM2100 Sabtu (22/2). Melalui administrasi rumah sakit yang tidak bersedia disebutkan namanya menyampaikan, kalau untuk melihat pasien dan mendapatkan info harus ada pendampingan dari perusahaan, setidaknya ada izin tertulis. Tapi untuk jumlah pasien yang sedang menjalani perawatan tinggal satu orang. (pir)

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *