Rapid Tes Gratis di Kampus IBM Bekasi

by -59 views
Read Time3 Minute, 48 Second


Oleh Yoni Haris Setiawan
Kepala BAAK Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi/CEO Lembaga Motivasi Training dan Edukasi Literasi QM Indonesia

DI tengah adaptasi kenormalan baru (AKB/”New Normal”) sebaran kasus positif Covid-19 di Indonesia setiap harinya melonjak tinggi. Pada pidatonya (Indosiar, 23/6/20) Jokowi, Presiden RI menyampaikan; “Saat ini kasus positif Covid-19 masih meningkat dibeberapa provinsi, dan 1, 2, 3 provinsi makin tinggi angka positifnya.”
Sebagai sample di 4 provinsi yaitu, per tangal 22, 23, 24 Juni 2020; kasus positif di DKI Jakarta (10.098, 19.250, 10.404 orang), Jawa Barat (2.865, 2.901, 2.945 orang), Jawa Tengah (2.717, 2.766, 2.842 orang), dan Jawa Timur (9.857, 10.125, 2995 orang) masih terus berkejaran peningkatannya, ada penambahan kasus setiap harinya.

Deteksi Positif/Negatif
Untuk mencegah paparan yang kian meluas tersebut, Kampus Institut Bisnis Muhammadiyah (IBM) Bekasi bekerjasama dengan Klinik Rumah Sehat Keluarga (Klinik RSK) pimpinan Ibu Dr Hj Handayani SSiT pada 25 Juni 2020 yang bertempat di kampus IBM mengadakan Rapid Test Gratis. “Tujuan kerjasama kegiatan ini tiada lain untuk mendeteksi apakah ada paparan Corona di kampus IBM terutama pada civitias akademika, karena kampus termasuk pelayanan publik,” ungkap Handayani.
Perkuliahan IBM Bekasi selama Covid-19 dilaksanakan melalui pendidikan jarak jauh (PJJ) dengan menggunakan pola pembelajaran daring/online. Rektor IBM Bekasi Jaenudin mengemukakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Lembaga stakeholder terkait perkuliahan mahasiswa dalam kondisi seperti ini. Selain itu, pihaknya juga berupaya mematuhi aturan yang berlaku untuk meminimalisasi paparan virus Corona walau sudah “New Normal” tidak melakasanakan perkuliahan tatap muka. Untuk itu karena perkuliahan online, maka pihaknya mendahulukan civitas akademika untuk di Rapid Test”.

Disambut Antrian dan Antusiasme
Kurang lebih sebanyak 30 orang terdiri dari pimpinan dan karyawan Kampus IBM mulai dari Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Kaprodi, dan Kepala/Staf Lembaga/Biro/Bagian dengan antusias antri menunggu panggilan di ruangan yang telah di tata sesuai dengan Standar Protokol Kesehatan; dilakukan thermo gun, mencuci tangan, jaga jarak, dan menggunakan masker.

Teknis Pelaksanaan
Klinik Rumah Sehat Keluarga (Klinik RSK) mengerahkan 3 tenaga medis untuk melakukan pengecekan terhadap 30 orang civitas akademika kampus IBM Bekasi. Pelaksanaan Rapid Test dibagi dalam tiga tahapan, pertama pengisian Screening COVID-19, semua peserta diwawancara tentang kebiasaan aktifitas dan kesehatan yang dipandu Bidan Ledy Ningtyas. Kedua, pemeriksaan detak jantung, tekanan darah, dan mendeteksi kelainannya menggunakan Stetoskop dipandu oleh Bidan Imas Septiana. Sedangkan tahap ketiga, pengambilan sampling darah menggunakan Camtech Rapid Test dipandu Bidan Novitasari.

Hasil Pemeriksaan
Tiap tahapan yang dilakukan oleh Tim Medis Klinik Rumah Sehat Keluarga dengan maksud mempersingkat waktu dan mengefektifkan tiap tahapan yang ada. Bidan Imas Septiana menjelaskan bahwa tahapan wawancara berfungsi pemberian identitas pasien terkait riwayat-riwayat penyakit sebelumnya, penensian dan tekanan darah berfungsi untuk mengetahui apakah ada keluhan sepertii panas, batuk flu, dan demam dalam tujuh hari terakhir.
Untuk mengetahui hasil Covid Rapid Test hanya membutuhkan waktu 10 menit. Indikasi dinyatakan negatif apabila garis yang terlihat satu garis saja, dan dinyatakan reaktif apabila menunjukkan dengan dua garis. Harap-harap cemas, civitas akademika menanti hasil tesnya.
Menurut Bidan Novitasari, apabila ada yang terindikasi terpapar positif akan ditindaklanjuti dan dilaporkan kepada Dinas Kesehatan Kota Bekasi. Untuk pasien akan dikarantina 14 hari.
Waktu yang dinanti-nanti pun tiba. Bidan Novitasari mengumunkan hasil pemeriksaan 30 orang civitas akademika Kampus IBM Bekasi30
“Jadi siap-siap saja apabila di antara peserta yang dites ada yang positif,” tandas Bidan Novitasari.
Alhamdulillah semua peserta yang mengikuti Rapid test dinyatakan negatif.

Patuhi Protokol Kesehatan dan Menjaga Kesehatan Diri
Provinsi Jawa Barat, memperlonggar PSBB, bahkan di jalur-jalur jalan Bekasi sudah tidak ada lagi penjaga pemeriksaan pada kendaraan umum dan motor. Hal ini menjadi kembalinya kebiasaan masyarakat seperti semula. Masih mengabaikan Protokol Kesehatan dengan mengendara motor tidak bermasker, bersarung tangan, bahkan tidak pakai helm dan masih berboncengan tidak menggunakan aturan yang telah ditetapkan.
Khusus untuk civitas akademika yang sudah mengikuti tes maupun yang belum, Handayani berpesan: “Oleh karena hasil pemeriksaan di sini tidak terindikasi positif, sebaiknya tetap mencegah , menjaga dan mengikuti anjuran baik dari tim medis atau pun pemerintah dan kebijakan kampus ini, sehingga kesehatan dimulai dari diri kita, kemudian keluarga dan lingkungan,” jelas Handayani.
Sementara Wakil Rektor IBM Bekasi Lili Muhammad menyampaikan terima kasih atas kerjasama yang telah dibangun dan dijalankan bersama Klinik RSK yang dipimpin Handayani, dengan harapan ke depannya dapat dilaksanakan lagi untuk mahasiswa IBM Bekasi, sebelum perkuliahan di mulai.
“Ini penting agar Kampus IBM Bekasi sehat dan merdeka dari wabah Corona, dan ini kerjasama yang positif yang harus terus dilakukan secara berkala pemeriksaaannya, namun jangan sampai kita semua terpapar positif covid-19,” tandas Lili Muhammad usai pengumuman hasil Rapid Test.
Wallahu a’lam bish-shawabi.***

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *