Atlet dan Pengurus KONI Kota Bekasi Ikuti Rapid Test Covid-19

by -75 views
Ketua Umum KONI Kota Bekasi, Abdul Rosyad Irwan saat mengikuti rapid test
Read Time1 Minute, 54 Second

Sebanyak 57 atlet dan pengurus KONI Kota Bekasi mengikuti rapid test di ruang Auditorium KONI Kota Bekasi, Selasa (30/6). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa pengurus cabang olahraga (Cabor) dan atlet terbebas dari pandemi Covid-19.

Menurut Ketua Umum KONI Kota Bekasi, Abdul Rosyad Irwan S, rapid test ini selain memastikan diagnosis Covid-19, juga sebagai langkah kenyamanan di lingkungan KONI Kota Bekasi.

“Pemeriksaan (Rapid Test) berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 14.00. Bila hasilnya negatif, nanti akan dikeluarkan surat keterangan bebas Covid-19 yang berlaku tiga hari,” kata Abdul Rosyad.

Lima pemeriksa yang dipimpin langsung dokter KONI, dr Herawati Simanjuntak berlangsung lancar. Uniknya ada beberapa kelucuan saat pelaksanaan berlangsung. Salah satu peserta yang berasal dari cabor Futsal sempat menjadi perhatian lantaran terlihat tegang sehingga memakan waktu cukup lama sebelum akhirnya berhasil diambil darahnya.

Raul-begitu sapaannya-terlihat menutup mata dan terlihat pucat dan hampir membatalkan test. Beberapa rekannya malah memanfaatkan momen tersebut untuk merekam kelucuan sambil menertawakan Raul.

Dokter Herawati mengaku sering menjumpai perilaku pasien model Raul. Tetapi setelah diberikan pemahaman, rata-rata pasien model Raul mau juga berhadapan dengan jarum suntik.

“Kita sampaikan kepada mereka, sakit jarum suntik tak seberapa dibanding manfaat yang didapat setelah suntik,” katanya.

Apalagi rapid test menurut Hera-panggilannya- sangat penting di tengah wabah pandemik ini. Tujuan rapid test adalah untuk mendeteksi seseorang terinfeksi virus Corona atau tidak. Melalui sampel darah tersebut, dokter akan memeriksa dan mendeteksi antibodi IgM dan IgG untuk virus Corona.

Sementara, sejumlah peserta lain tak mengalami kendala selama proses pengambilan darah. Hanya saja beberapa calon peserta yang hadir terlambat justru memiliki alasan tersendiri. Ada yang sengaja, ada yang tak tahu dan ada yang izin lantaran memang khawatir.

“Saya sengaja datang telat jadi alasan sudah tutup. Padahal saya menghindar,” ujar salah satu pengurus KONI.

Lelaki yang berprofesi sebagai guru ini bukan tanpa alasan menghindar. Beberapa waktu lalu, dari kantornya mengajar, ia diwajibkan melaksanakan rapid test. Namun saat berlangsung pengambilan darah, malah gagal lantaran tak ada darah keluar.

“Sampai pindah tangan segala yang keluar cuma angin. Saya jadi khawatir lah,” tuturnya.

Beberapa yang lain malah sudah izin tidak hadir karena khawatir dengan hasil test. Kekhawatiran bila hasil test ternyata positif dan bisa mempengaruhi psikologisnya.

“Nanti kalau positif, saya malah ngedrop dan bisa berimbas kemana-kemana,” kata lelaki berbadan tegap tersebut. (*/gar)

1 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *