Kapolres Metro Bekasi Bersama Muspida dan Tokoh Masyarakat Tinjau HKBP Kota Serang Baru

by -2,000 views
6 1
Read Time3 Minute, 27 Second

Pondok Doa Huria Kristen Batak Protestan(HKBP) yang terletak di Perumahan Kota Serang Baru (KSB) Blok J Desa Wibawamulya, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, ditinjau Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Hendra Gunawan, Minggu (20/9).

Menurut Hendra Gunawan, Polri,TNI, Pemerintah Daerah dan Tokoh masyarakat melakukan peninjauan pondok doa HKBP dimana sebelumnya Minggu (13/9) sempat terjadi konflik pada saat terlaksana peribadatan.

“Sebelumnya, Selasa lalu sudah melakukan musyawarah terkait peribadatan ini, dan sudah menghasilkan kesepakatan yang menurut kedua belah pihak adalah win-win solution,” paparnya.

Kapolres Metro Bekasi juga menghimbau agar perbedaan itu jangan menjadi memiskinkan kita dengan perpecahan.

“Berkali-kali saya sampaikan bahwa perbedaan itu jangan lah menjadi memiskinkan kita, memiskinkan kita dengan perpecahan,” tuturnya.

Hendra juga berharap satu dengan yang lainya saling mendukung, saling menutupi dan satu sama lain saling mengisi sehingga semakin kuat, semakin kaya dan semakin besar. Perbedaan Agama, Suku, Ras itu akan menjadi kekayaan bagi kita semua, kita Indonesia, kita Pancasila, kita bangsa yang kuat,” tutupnya.

Ditempat yang sama, tokoh masyarakat Kecamatan Cibarusah, Drs H Ahkmad Soleh juga berharap kondusifitas antara sesama warga dengan saling mengenal, saling menghargai, saling menghormati.

“Kami berharap untuk seluruh warga agar saling memahami, saling menghargai dan saling menghormati sehingga akan timbul kerukunan,” kata Ahkmad Soleh.

Dia juga berharap kelompok masing-masing mengendalikan diri sehingga penyelesaian masalah bisa dilakukan dengan cara bermusyawarah.

“Masing-masing kelompok bisa mengendalikan diri dan semua masalah-masalah yang ada bisa diselesaikan dengan cara bermusyawarah. Jangan tinggalkan musyawarah maka Insya Allah musyawarah bisa selesai,” tutupnya.

Hal yang sama juga disampaikan Ganda PJS, Kepala Desa Wibawamulya. Menurut dia, pihaknya sudah berupaya memfasilitasi kedua belah pihak, baik dari jemaat HKBP dan warga.

“Kami sudah beberapa kali melakukan musyawarah dan diharapkan semua pihak mematuhi hasil musyawarah,” katanya.

Untuk kelanjutan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan, Ganda berharap agar kedua belah pihak melakukan komunikasi dengan musyawarah.

“Lanjutan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan, silahkan antara jemaat HKBP dengan warga komunikasi dengan musyawarah,” ungkapnya.

Peranan Desa dalam hal ini, kata Ganda, hanya memfasilitasi. Untuk itu, dia mengimbau agar kedua belah pihak sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban yang ada di Desa Wibawamulya.

“Mari semua pihak duduk bersama, kita selesaikan masalah dengan solusi terbaik,” tutupnya.

Di tempat terpisah, Ramli Sirait selaku ketua panitia Pondok Doa HKBP Perumahan Kota Serang Baru (KSB) Blok J 58 No 27 RT 004/009 berharap bisa segera beribadah di tempat yang sedang diproses pengurusan ijinnya sesuai hasil pertemuan Selasa (15/9) bersama Muspida, Tokoh masyarakat dan perwakilan warga Perum KSB di gedung Pemda Kabupaten Bekasi.

“Mewakili jemaat HKBP KSB Blok J, kami berharap bisa segera menempati Pondok Doa dengan proses yang sudah disepakati,” tuturnya.

Ramli mengaku telah ada kesepakatan bersama dalam mediasi di Pemda Kabupaten Bekasi. Pasalnya, sesuai perjanjian atau kesepakatan kemarin, panitia akan segera mengurus perijinan-perijinan dengan secepatnya.

Untuk warga sekitar Ramli juga berharap bisa bersinergi dengan warga sekitar. “Kami ingin hidup berdampingan dengan selalu bersinergi, bermasyarakat untuk mencapai kedamaian dan kenyamanan di daerah kita KSB ini,” harapnya.

Ramli juga mengingatkan seluruh jemaat HKBP agar menghindari pertikaian dan tetap menjaga kedamaian. “Kepada warga, sebelumnya saya sudah menghimbau agar sabar dan menghindari gesekan dan hidup damai itu sudah kita buktikan,” ungkapnya.

Sebagai satu bangsa, satu tanah air dan bisa bergandengan tangan serta saling mengerti, kata Ramli, warga di Perum KSB bisa saling bergandeng tangan, sebagai anak bangsa, satu tanah air hidup aman, tentram dan damai.

Sebelumnya, Jemaat HKBP didampingi Organisasi Masyarakat Pemuda Batak Bersatu (Ormas PBB) dalam hal ini diwakili Wakil Ketua DPD PBB Jawa Barat Eric Sihotang, telah melakukan pertemuan dengan Pemda Kabupaten Bekasi.

“Kami dari organisasi Pemuda Batak Bersatu berharap sesama anak bangsa bisa saling menjaga perdamaian dalam diri kita masing-masing,” harapnya.

Dia menambahkan, adanya aksi solidaritas yang dilakukan di halaman gedung Bupati Bekasi merupakan aksi menunjukkan rasa tersakiti akibat adanya gangguan yang dilakukan oleh sekelompok oknum.

“Aksi solidaritas yang kami lakukan karena kami merasakan bagaimana kami tersakiti dengan pelarangan ibadah tersebut,” imbuhnya.

Jemaat HKBP diharapkan agar menunggu upaya pengurusan perijinan yang sedang dilakukan oleh tim dan berharap warga sekitar bisa saling menjaga toleransi antar umat beragama sesuai dengan mekanisme yang sudah diatur dalam undang-undang. Masyarakat juga diminta untuk menampung informasi yang sudah terkonfirmasi. (Pirlen)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
100 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *