Optimalisasi Sport Science Dalam Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional

by -131 views
1 0
Read Time6 Minute, 44 Second

Oleh: Habibie Nurdin

Olahraga merupakan suatu fenomena yang mendunia dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Bahkan melalui olahraga dapat dilakukan national character building suatu bangsa. Sehingga olahraga menjadi sarana strategis untuk membangun kepercayaan diri, identitas bangsa, dan kebanggan nasional.

Olahraga merupakan bagian integral dari proses pembangunan masyarakat, bangsa dan negara. Proses pembinaan lingkup olahraga prestasi yang baik, pada akhirnya akan bermuara pada lahirnya prestasi olahraga nasional yang dapat dibanggakan di forum internasional sekaligus mencerminkan harkat dan martabat bangsa dan negara.

Bahkan negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jerman, Rusia, Jepang, China dan Korea Selatan menjadikan olahraga sebagai kekuatan pilar ketiga negara setelah Ekonomi, Militar dan Olahraga.

Perkembangan dan peningkatan prestasi olahraga nasional memerlukan proses pembinaan jangka panjang yang terencana dan terarah melalui ; 1) pengelolaan yang baik, 2) dukungan dana dan anggaran yang berkecukupan, 3) sarana dan prasarana olahraga yang memadai, 4) penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan.

Untuk mencapai prestasi olahraga yang optimal harus diawali dari masalah olahraga, dilanjutkan dengan pembibitan calon atlet usia dini, melalui pembinaan secara berjenjang dan berkesinambungan dengan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan atau lebih dikenal dengan sport science.

Secara umum prestasi Indonesia belum menunjukkan hasil yang mengembirakan, justru cenderung tertinggal dibandingkan dengan negara lain di kawasan Asia Tenggara maupun Asia lainnya. Indikator ketertinggalan ini ditunjukkan antara lain ; perolehan medali dan capaian peringkat kontingen Indonesia di multi event international yaitu SEA Games dan Asian Games yang belum memuaskan.

Flashback perjalanan prestasi olahraga pada periode tahun 1977 sampai tahun 1997 adalah masa keemasan prestasi olahraga Indonesia di ajang SEA Games yang diselenggrakan 2 tahun sekali, Indonesia selalu memposisikan dalam peringkat kesatu, predikat juara umum. Hanya dua kali menduduki peringkat ke 2 yaitu di tahun 1985 dan tahun 1995.

Setelah tahun 1999 sampai saat ini mengalami penurunan prestasi yang sangat signifikan, hanya mampu naik 1 peringkat saja, kecuali pada SEA Games 2011 sebagai juara umum karena menjadi tuan rumah, strategi pemilihan cabor unggulan Indonesia menjadi pilihan prioritas. Terkahir pada SEA Games Philipina Indonesia hanya mampu menduduki peringkat ke 4 dibawah Philipine, Vietnam dan Thailand.

Pada multi event Asian Games yang diselenggarakan 4 tahun sekali, pada periode tahun 1962 sampai tahun 1990 peringkat Indonesia selalu berada dalam 10 besar. Prestasi Indonesia mengalami penurunan pada tahun 1994 berada di peringkat 11 sampai pada tahun 2014 terus mengalami lonjakan prestasi yang sangat signifikan.

Kemudian pada tahun 2018 dimana Vietnam mengundurkan diri sebagai tuan rumah Asian Games, sehingga berpindah Indonesia menjadi tuan rumah dikarenakan Indonesia menjadi peserta bidding host Asian Games 2018 yang menempati posisi kedua. Indonesia berhasil meraih peringkat ke 4 dengan peraihan medali 32 Emas, 24 Perak dan 43 Perunggu.

Pada Olympic Games musim panas tahun 2016 yang diselenggarakan di Rio De Janeiro, Brazil, Indonesia berhasil meraih medali 1 Emas dari cabang olahraga Bulutangkis dan 2 medali Perak dari cabang olahraga Angkat Besi. Sehingga menduduki peringkat 46 dari total peserta 206 negara peserta.

Bahkan negara Thailand yang merupakan negara di Kawasan Asia Tenggara mampu menduduki peringkat ke 36 dari 206 negara peserta. Sungguh sangat ironis prestasi olahraga nasional Indonesia masih dalam bayang-bayang ketakutan, mengingat tidak ada adanya program atau sistem pembinaan olahraga prestasi nasional baik jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Bahkan Grand Design pembinaan olahraga prestasi nasional jangka panjang pun belum dibuat.

Selain itu, ada beberapa faktor yang ikut berperan menghambat perkembangan dan pembinaan prestasi olahraga nasional, yaitu lemahnya sistem dan prosedur pemanduan bakat serta pembinaan calon atlet berbakat sejak usia dini.

Sampai saat ini, pada umumnya pembinaan olahraga di Indonesia masih belum menerapkan sistem dan prosedur pemanduan bakat serta pembinaan calon atlet berbakat sejak usia dini secara terencana, terarah, dan berjenjang. Tetapi justru sekedar menunggu munculnya atlet potensial, yang selanjutnya akan di bina menjadi atlet unggulan.

Pemanduan bakat olahraga seharusnya dilakukan secara sistematis, berjenjang, dan berkelanjutan sejak usia dini, dengan didasarkan atas potensi dan bakat serta dilaksanakan melalui pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan.

Pembangunan olahraga mencakup olahraga pendidikan, olahraga rekreasi, olahraga kesehatan dan olahraga prestasi. Ruang lingkup tersebut olahraga ini melakukan pembinaan dan pengembangan olahraga secara terencana, sistematis, berjenjang dan berkelanjutan, yang dimulai dari pembudayaan dengan pengenalan gerak pada usia dini, pemasalan dengan menjadikan olahraga sebagai gaya hidup, pembibitan dengan penelusuran bakat dan pemberdayaan sentra-sentra keolahragaan, serta peningkatan prestasi dengan pembinaan olahraga unggulan nasional sehingga olahragawan andalan dapat meraih prestasi puncak dalam pencapainnya.

Pada saat ini prestasi olahraga nasional mengalami fluktuatif prestasi, bahkan sebagian besar diantaranya mengalami kemundurandaya saing baik pada tingkat Asia Tenggara, Asian dan Dunia. Beberapa upaya peningkatan prestasi telah dilakukan, namun belum berhasil mengangkat kembali kejayaan yang pernah diraih sebelum era 1998.

Berdasarkan fakta diatas agar prestasi olahraga nasional berjaya kembali , maka perlu langkah-langkah dan mengkaji akar permasalahan yang menyebabkan menurunya prestasi olahraga Indonesia. Untuk itu kajian dan analisis dilakukan secara komprehensif pada semua aspek, yakni dari aspek sistem pembibitan sampai pembinaan yang selama ini dilakukan di induk cabang olahraga masing-masing.

Pemanfaatan Ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan atau yang sering disebut sports science merupakan permasalahan kekinian yang menjadi titik lemah utama bagi atlet Indonesia sekarang ini. Indonesia masih sangat ketinggalan dalam penerapan teknologi sports science untuk para atletnya, baik ketika berlatih maupun saat bertanding.

Padahal saat ini, teknologi sports science merupakan hal yang mutlak harus diterapkan dalam program pelatihan para altet. Banyak negara yang superior dalam prestasi olahraga, dengan menerapkan teknologi sports science secara tepat. Dan juga banyak negara yang tadinya prestasi olahraganya tertinggal jauh, setelah menerapkan teknologi sports science, prestasinya menjadi diperhitungkan oleh negara lain yang sebelumnya memiliki prestasi lebih baik.

Contoh konkrit negara tetangga adalah Vietnam, yang berhasil menyaingi dominasi Thailand dan sudah mulai meninggalkan Indonesia di beberapa cabang olahraga tertentu dan masuk dalam posisi ranking 3 (tiga) besar pesta olahraga di ASEAN.

Tentunya ini menjadi ancaman bagi Indonesia jika keadaan ini tidak diantisipasi dari sekarang, secara mutlak dan harus pemanfaatan sport science diterapkan dalam pembinaan prestasi olahraga nasional sesuai dengan semangat pemerintah pada puncak hari olahraga nasional yang mengusung tema sport science, sport tourism dan sport industry.

Keunggulan Indonesia dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan yaitu perguruan tinggi yang memiliki fakultas ilmu keolahragaan sebanyak 15 universitas negeri, masing-masing memiliki laboratorium keolahragaan untuk mengadakan penelitian berbagai cabang olahraga.

Sumber daya manusia dengan tenaga pendidik dan juga peneliti yang banyak melanjutkan studi master atau doktoral di negara-negara maju seperti ; Amerika Serikat, Eropa, Jepang, Korea dan bahkan Rusia, yang bernotabe memiliki peringkat teratas di ajang Olympic Games. Para akademisi maupun peneliti ilmu keolahragaan tersebut, dapat berkontribusi dalam percepatan penerapan sport science dan peningkatan prestasi olahraga nasional.

Indonesia melalui Induk Cabang Olahraga sudah bekerjasama dengan China, Australia, Korea, dan Jepang sebagai negara maju dalam olahraga, karena secara geopolitik mempunyai hubungan yang erat, dengan mendatangkan pelatih-pelatih yang memiliki basis sport science dan pengalaman melatih atlet-atlet Olimpiade atau juara dunia.

Melakukan kerjasama dengan lembaga perguruan tinggi yang memiliki fasilitas prasarana maupun sarana laboratorium keolahragaan berstandar internasional. Ini menjadi modal yang sangat strategis untuk meningkatkan prestasi olahraga nasional dengan mengedepankan penerapan melatih berbasis sport science yang telah lama digunakan oleh negara-negara maju.

Kabar menggembirakan di tahun tahun 2020 lalu dan sampai saat ini pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga dan KONI Pusat sedang menyusun grand design olahraga nasional dan peningkatan olahraga prestasi menuju prestasi global dengan mengedepankan sport science dalam pembinaan olahraga prestasi, menghidupkan sport industri dan mempromosikan sport tourism. Begitu pula dengan adanya amademen Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional yang sedang direvisi sebagian konten pasal yang dianggap pro dan kontra dikalangan akademisi dan praktisi olahraga, karena urgensi implementasi dilapangan masih tumpang tindih dan menimbulkan konflik.

Tentunya ini menjadi angin segara bagi olahraga prestasi khususnya di tanah air, adanya blue print yang jelas dan payung hukum olahraga nasional dalam tahap revisi, agar kedepannya menjadi pondasi yang kuat untuk peningkatan prestasi olahraga nasional pada multi event internasional.

Perlu juga harmonisasi dan sinergitas pemerintah dengan KONI Pusat, Induk Cabang Olahraga, perguruan tinggi keolahragaan, lembaga/organisasi keolahragaan dan para stakeholder keolahragaan. Penyamaan persepsi dan program peningkatan prestasi olahraga nasional harus selaras dan berjalan bersama. Semoga harapan dan cita-cita masyarakat olahragawan tercapai dengan menoreh prestasi emas Indonesia di masa mendatang tercapai. (*)
Penulis adalah Mahasiswa Program Doktoral Pendidikan Jasmani/Olahraga
Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *