PAW Kades Nagasari Kabupaten Bekasi Akan Dilaksanakan Dengan Prokes, Tiga Calon Ditetapkan

by -470 views
0 0
Read Time3 Minute, 24 Second

Pergantian Antar Waktu (PAW) Kepala Desa (Kades) Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi akan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes). Tiga nama calon kades telah ditetapkan untuk menggantikan kades lama, Martam Bin HB Wijaya (42) yang saat ini sedang menjalani hukuman 4 tahun penjara.

Musyawarah Desa berlangsung di Kantor Desa Nagasari dalam rangka menetapkan dan mengundi nomor urut ketiga calon kepala desa. Pelaksanaan musyawarah juga berjalan aman dan kondusif, Sabtu (16/1).

Pengamanan dipimpin langsung Kapolsek Serang Baru, AKP Abdul Rasyid bersama dua puluh personil ditambah Linmas Desa. Hal ini dilakukan untuk mengatur pelaksanaan kegiatan sesuai protokol kesehatan.

“Untuk pengamanan rapat di Desa Nagasari, dua puluh personil kami turunkan dengan tujuan pertama mengatur prokesnya, agar benar-benar menjaga jarak, tidak ada kerumunan dan kondusif harus mutlak untuk keamanan,” ungkap AKP Abdul Rasyid kepada Koran Bekasi, Sabtu (16/1).

Menurut dia, dari awal pelaksanaan rapat hingga pemilihan nomor urut, prokes sudah diatur sehingga rapat musyawarah bisa berlangsung dengan aman dan tertib.

Kapolsek Serang Baru, AKP Abdul Rasyid

Kapolsek Serang Baru ini berharap proses pemilihan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu berjalan aman. Dia juga mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi prokes dan tidak terjadi kerumunan. Dan, seperti apapun hasilnya nanti, para calon harus siap dan tidak boleh terjadi anarkis sekecil apapun.

Pejabat sementara (Pjs) Kepala Desa Nagasari Darkim Nurseha didampingi Ketua BPD Yusup Mulyadi dan Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu Desa Nagasari, Suarna juga berharap pelaksanaan kegiatan tersebut berjalan kondusif dan tetap mengikuti prokes.

“Dengan kondisi Covid-19 ini, harapan kita pemilihan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu ini berjalan dengan baik serta memperhatikan dan mewajibkan untuk mengikuti protokol kesehatan,” katanya sambil menambahkan, acara penetapan calon dan pemilihan nomor urut berjalan dengan baik.

Dijelaskan, tiga nama calon Kepala Desa Nagasari yang sudah ditetapkan yaitu:
Nomor urut 1.Asef Haryono
Nomor urut 2.Nurdin Hardiansyah Z,ST
Nomor Urut 3.Nursan Hidayat, SE.

Suarna selaku Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Nagasari juga menambahkan bahwa pelaksanaan PAW semestinya bisa dilakukan pembentukan panitia sejak pengunduran diri kepala desa dan bisa dilaksanakan selambat-lambatnya dalam kurun waktu enam bulan.

“Kita sudah mulai dan membentuk kepanitiaan pada 25 Desember 2019 dan Januari 2020 sudah merumuskan anggaran dan diakhir Januari sudah disetujui dan panitia sudah melakukan tahapan-tahapan awal persiapan. Namun seperti kita ketahui bersama itukan Maret 2020 terjadi wabah Covid-19 sehingga seluruh kegiatan di tunda dan bukan hanya Pilkades tapi secara nasional Pilkada juga ditunda,” kata Suarna.

Setelah Pilkada selesai dan ada informasi Swarna mengaku langsung bergerak “Setelah dapat surat dari Bupati bahwa PAW bisa dilanjutkan dan satu hari setelah Pilkada usai kita langsung bergerak melakukan tahapan yang belum dilakukan dengan tancap gas dimulai 10 Desember 2020 hingga hari ini penetapan calon dan pengundian nomor urut bisa terlaksana,” tandasnya.

Menurut Suarna, panitia pemilihan
PAW Kepala Desa Nagasari terdiri dari 11 orang dan setiap pelaksanaan tahapan selalu menerapkan sesuai protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

“Kepanitiaan Ketuanya saya sendiri yang terdiri dari sebelas orang. Pelaksanaan tahapan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sesuai dengan prokes dan selalu berkordinasi dengan pihak keamanan baik Polsek dan Danramil. Saat Musdes ini juga kita berupaya sesuai ketentuan. Saat masuk kita pastikan wajib pakai masker dan saat acara berlangsung kita kondisikan agar selalu menjaga jarak, tentu untuk tahapan selanjutnya akan demikian termasuk Musdes nanti,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Nagasari Yusup Mulyadi mengungkapkan, sempat terjadi penundaan akibat adanya perubahan-perubahan penting materi mengenai agenda jadwal tahapan pemilihan.

“Sedikit penundaan waktu pemilihan Kepala Desa Antar Waktu disebabkan karena ada perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDESA) Tahun 2020 yang merupakan sumber anggaran PAW Pilkades Desa Nagasari,” ungkapnya.

Perubahan itu, kata dia, disebabkan karena pengurangan anggaran akibat pengurangan penerimaan APBDESA dari sumber bagi hasil pajak dan retribusi.
Sisa kekuranganya itu dimasukan ke Anggaran Pendapatan Desa Nagasari Tahun 2020 di tahap satu, dan tahapan sekarang masih ditunda.

“Penundaan sampai anggaran itu diterima kita mau disiplin kita dahulukan BLT buat penanganan Covid dan sebagainya sehingga kita harus mengedepankan itu walaupun harus menunda, dan para calon tadi dengan kondusif memahami dan menyepakati,” tutupnya. (Pirlen)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *