Keseimbangan Iptek, Seni, dan Imtaq Dalam Peningkatan Kompetensi Guru PAI TK (Bagian 2)

by -129 views
1 0
Read Time6 Minute, 54 Second

Penulis: Yoni Haris Setiawan

(Kepala Tata Usaha Lembaga Penjaminan Mutu dan Sekretaris Rektor Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi)

Anak sejak lahir memiliki potensi untuk tumbuh kembang secara sempurna. Golden Age (usia emas) di masa pendidikan dasar, terutama masa pendidikan di TK menjadi penentu dalam pembentukan karakter. Guru PAI TK sebenarnya cukup berat dalam melakukan peran dan tugasnya dalam mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, memberi teladan, menilai dan mengevaluasi peserta didik anak di masa Golden Age. Bila menempatkannya keliru, maka akan fatal terhadap tumbuh kembang mental anak di masa mendatang. Bagaimana mempersiapkan Kompetensi GPAI TK dalam memperkokoh penguatan karakter anak di masa Golden Age?

Kegiatan Workshop Peningkatan Kompetensi Guru Bagi Pengembang Guru PAI Tingkat Taman Kanak-kanak (GPAI TK)  Se-Kota Bekasi selain utusan GPAI TK di tulisan Bagian 1.  Di tulisan Bagian 2  ini menampilkan GPAI TK utusan dari berbagai satuan pendidikan TK yaitu TK Aisyiyah Bustanul Athfal 44, TK Alhidayatul Munawaroh, TK Al Istiqomah, TK Galajuara, TKIT Ar Rahman, TK AL Fajri, TK Isla Al Ikhlas, TK Hobihobi, TK Islam Al Choir II, TK Islam Darul Qalam, TK Mutiara 17 Agustus 1, TK Islam Nurul Huda, TK Islam Al Azkiyah, TK Kartika X-8, TK Islam Al Badru, SPS Nurul A’malia, TK At Taqwa, TK Aisyiyah Bustanul Athfal 82, TK Islamic Izhar, TK Al Insanul Kamil, TK Citra Hasanah.

Ketua Panitia Workshop Eni Rusmiyati SPdI yang didampingi Sekretaris Panitia, Juni Aryani SPd AUD menyampaikan sambutannya dihadapan para pejabat dan peserta, “Tidak semua GPAI TK di Kota Bekasi dapat mengikuti kegiatan ini, bagi yang terpilih menjadi utusan masing-masing sekolah baik Guru yang tersertifikasi maupun yang belum agar mempergunakan kesempatan ini dengan baik, di masa pandemi saat ini prokes menjadi perhatian prioritas untuk membatasi jumlah peserta,” ujarnya.

Pada sambutan lainnya disampaikan Erna Hastuti SAg sebagai Ketua FKG PAI TK Kota Bekasi. Peningkatan kompetensi bagi GPAI TK sangatlah penting dalam upaya pengembangan diri, karir dan mempersiapkan pembelajaran yang unggul untuk peserta didik, karena metode, pola, teknik, dan pendekatan pembelajaran di jenjang TK sangat berbeda dengan jenjang di atasnnya. “Pendidikan di TK merupakan tonggak pembentukan karakter peserta didik, sehingga Guru PAI TK harus benar-benar mempersiapkannya, IMTAQ mesti diberikan dengan porsi yang lebih karena akan menjadi peneguh sifat, sikap dan perilaku peserta didik, IPTEKS pun tetap tidak ditinggalkan,” ungkap Erna.

Workshop Peningkatan Kompetensi yang Mencerahkan

Masitah SAg MM (Pejabat Pengembang Teknologi Pembelajaran pada Subdit PAI PAUD/TK Kementerian Agama RI), sebelum memaparkan materinya memberikan yel-yel motivasi dengan teriakan lantang; GPAI TK…!!!; Kreatif, Inovartif, Penyayang, dan Ceria yang diikuti oleh seluruh peserta.

Dalam materi “Pengembangan  Pembelajaran Pendidikan Agama Islam  Pada Taman Kanak-Kanak”, dia mengemukakan  bahwa Peraturan Menteri Agama RI No. 16 Tahun 2010, Pasal 1 Ayat (1), Pendidikan agama adalah pendidikan yang memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agamanya, yang dilaksanakan sekurang-kurangnya melalui mata pelajaran pada semua jalur, jenjang dan jenis pendidikan.

Sedangkan pada ayat (7) menyatakan bahwa tugas GPAI TK adalah tenaga pendidik profesional yang memiliki tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, memberi teladan, menilai dan mengevaluasi peserta didik. Menurut Permendikbud 146 Tahun 2014 tentang Kurikulum PAUD,  Pengembangan beberapa Kompetensi Dasar (KD) pada Kurikulum 2013 sesuai berdasarkan lima aspek PAI yaitu KI-1: Sikap spiritual (KD 2 Rumusan) KI-2: Sikap sosial (KD 14 Rumusan). KI-3: Pengetahuan (KD 15 Rumusan). KI-4: Keterampilan (KD 15 Rumusan). Dalam STPPA (Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak) lingkup perkembangan anak diarahkan pada Agama dan Moral (Alqur’an, Aqidah, Akhlak, Ibadah, Sejarah Peradaban Islam).

“Disinilah pentingnya Guru PAI TK menanamkan, menjaga, dan menguatkan karakter anak dalam pembiasaan sehari-hari untuk beperilaku menurut ajaran Islam secara kaffah. Selain itu GPAI TK menerapkan Prosedur Pengembangan Pembelajaran PAI pada TK mulai dari Perencanaan Pembelajaran, Pelaksanaan  Pembelajaran Evaluasi/Penilaian,” papar Masitah.

Di akhir paparannya, Masitah berpesan kepada seluruh peserta untuk terus mengembangkan diri sesuai dengan perkembangan zaman agar tidak tertinggal dengan guru umum lainnya. ”Saat ini Pembelajaran Abad 21 menjadi kebutuhan bagi setiap guru, makanya GPAI TK terus mempersiapkan diri untuk Critical Thinking and Problem Solving (Berpikir Kritis dan Menyelesaikan Masalah), Crativity and Innovation (Kreativitas dan Inovasi). Collaboration (Kerjasama), Communication (Komunikasi), seimbangkan dengan tuntunan dan tuntutan agama (IMTAQ).” harapan Masitah.

Pada sesi berikutnya FKG PAI TK Kota Bekasi menghadirkan narasumber Sisca Nurul Fadila SPd MPd (Kepala TK Bunga Bangsa/Dosen UIN Jakarta). Sisca membagi peserta ke dalam beberapa kelompok, materi yang akan disampaikannya cukup interaktif–komunikatif–kolaboratif sehingga perlu dinamika kelompok.

Materi yang disajikan Sisca yaitu Rancangan Pengembangan PAI Pada TK”. Mengapa Guru PAI TK harus Membuat Perencanaan? Ada tiga hal yang urgen untuk guru membuatnya yaitu, pertama, sebagai acuan pedoman bagi pendidik dalam melaksanakan kegiatan belajar melalui bermain bagi anak. Kedua, memudahkan dalam menata lingkungan main serta  menyiapkan media atau APE (Alat Peraga Edukatif) yang dibutuhkan. Dan ketiga, memudahkan pendidik dalam menilai/mengukur perkembangan anak.

Sebagai kerangka awal kerja tiap-tiap kelompok, Sisca melanjutkan paparannya bahwa ada 6 (enam) Langkah Menyusun Perencanaan Pembelajaran, yaitu 1. Menetapkan tahap perkembangan anak sesuai jenjang usia dan kebutuhan anak; 2. Menetapkan tema; 3. Menetapkan konsep/materi yang akan dikenalkan; 4. Menetapkan indikator yang akan dicapai  dan  Rencana Penilaian (Assesment); 5. Menyusun strategi pembelajaran (model, metode, teknik); 6. Merancang media/lingkungan main.

Langkah-langkah di atas merupakan standar baku sebagai acuan GPAI TK untuk mempersiapkan perencanaan dalam proses pembelajaran yang akan dilakukan. “Kepada setiap kelompok dalam penyusunan RPPH/RPPM senantiasa cek tabel perkembangan anak (STPPA), prinsip menetapkan tema, langkah-langkah menetapkan materi–indikator–alur perencanaan.  Selain itu membuat rencana pembelajaran inspiratif, agar menarik dan asyiiiik.” arahan Sisca.

Dengan gegap gempita, dinamika kelompok pun berjalan dengan saling mengusulkan gagasan, mengembangkan kreatifitasnya, beradu argumen dan saling memberikan inspirasi. Namun semua itu ideas yang baik/unggul untuk pengembangan pembelajaran dan peningkatan pendidikan yang berkualitas.

 Membangun Pendidikan Berkualitas; Peran dan Tanggung Jawab Bersama  

Pengurus FKG PAI TK Kota Bekasi selain menggandeng/bekerjasama dengan Institut Bisnis Muhammadiyah (IBM) Bekasi (diwakili Asep Setyaji sebagai Kepala Biro PMB, Wildan Afifah Haki sebagai Staf Biro PMB, dan Ayu Ria Lestari sebagai mahasiswa aktif prodi Ikom) dalam pelaksanaannya, juga berkolaborasi dengan semua komponen agar pendidikan bukan hanya satu institusi saja yang memiliki peran dan tanggung jawab terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia. Komponen-komponen yang mendukung kegiatan tersebut yaitu AGPAII, POKJAWAS, BAZNAS Kota Bekasi yang di Ketuai oleh H. Ismail, Team Colatta  PT. Gandum  Mas Kencana (yang diwakili oleh Julian sebagai Event Promotion Coordinator, Novita sebagai Event Promotion Executive, Sugeng  sebagai Technical Advisor), Wardah Cosmetics (yang diwakili oleh Nurvina Virda, Shabrina Nissa Tamara sebagai Beauty Promotor), dan Team The Junggle (diwakili oleh Novi, Iman, Indah, Oki, dan Bakat). Adapun General Manager The Junggle adalah Firanto,  Sales Manager adalah Novianty Bachtiar.

“Terima kasih kepada semua lembaga/instansi yang telah mendukung dan mensukseskan kegiatan ini, semoga kolaborasi ini dapat berkelanjutan dan membangkitkan semangat kompetensi GPAI TK.” harapan Erna.

Kolaborasi semua komponen menunjukkan semangat berperan aktif untuk Pendidikan Indonesia Berkualitas, Indonesia Maju, Indonesia Beradab, dan Indonesia Merdeka Belajar dalam upaya meningkatkan kompetensi GPAI TK khususnya dan Guru Indonesia pada umumnya yang telah, sedang dan akan mencerdaskan anak-anak Indonesia. Kontribusi semua komponen dapat disampaikan dalam bentuk apresiasi apapun untuk kemaslahatan generasi penerus bangsa ini. Kebersamaan antarlembaga ini pula yang mendongkrak ketertinggalan pendidikan Indonesia dari negara-negara lain dalam menyiapkan sumber daya insani yang kompetitif (berdaya saing).

Integrasi antara Iptek, Seni dan Imtaq esensinya adalah perpaduan antara dimensi ilmu/science, budaya/culuture dan agama/religion. Untuk mencapai hal tersebut, maka diperlukan sosok guru professional yang mampu membuat sebuah ramuan perencanaan pembelajaran berbasis IPTEK, Seni dan IMTAQ.

Prasyaratnya guru ideal yang diharapkan dapat mendukung proses integrasi tersebut dapat mengacu kepada prinsip profesionalitas guru yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 bab III pasal 7 sebagai berikut: memiliki bakat, minat, panggilan jiwa dan idealisme; memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwanaan dan akhlak mulia; memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas.

Selain itu, guru profesionalitas juga sesmestinya memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas; memiliki tanggungjawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan; memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai prestasi kerja; memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat; memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan; dan memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru. (Bersambung).

Wallahu a’lam bis-shawab.

 #Salam Literasi; Indonesia Berkarya!!!

#Salam Guru Literat; Semangat, Hebat, Literat!!!

#Salam Cerdas Anak Indonesia!!!

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *