Dinamisasi 7 PTMA Berkolaborasi dan Bersinergi Dalam Mendongkrak Kualitas Pendidikan Tinggi

by -149 views
4 0
Read Time8 Minute, 17 Second

Penulis: Yoni Haris Setiawan

(Kepala Tata Usaha Lembaga Penjaminan Mutu dan Sekretaris Rektor Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi)

Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yang tersebar di 34 provinsi bahkan di beberapa negara telah menunjukkan keberhasilannya dalam menempa kader-kadernya menjadi mahasiswa dan sarjana yang anggun, unggul, cerdas, berkembang, dan maju serta banyak berkiprah di tengah-tengah masyarakat. Namun demikian keberhasilan itu tidak menjadikan tinggi hati atau berhenti berikhtiar. Bagaimana dengan masih adanya beberapa PTM yang sedang melakukan proses merintis, membenahi, dan memperbaiki segala kekurangan. Apakah bergerak dan hidup di dunianya sendiri dengan merangkak, tertatih-tatih?

Dilansir dari data resmi dan valid Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, jumlah PTMA hingga Januari 2021 yaitu 165 buah. Di antara itu, berbentuk universitas, sekolah tinggi, akademi, institut, dan  politeknik. Tujuh PTMA yang terdiri dari IBM Bekasi-Jawa Barat, STKIPM Batang-Jawa Tengah, STIP Harapan Bangsa Banda Aceh, Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh, STKIPM Aceh Tengah, Akper Muhammadiyah Bireuen-Aceh, dan STIMIK Muhammadiyah Paguyangan-Brebes Jawa Tengah secara bersama-sama yang diinisiasi–fasilisasi oleh IBM Bekasi menggelar Workshop Standar Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Festival PPEPP (APT 3.0 dan APS.4.0), dan Workshop Kurikulum Program Studi  (Kriteria 6 APS 4.0) via zoom meeting/online/daring (3-4/6/2021).

Kegiatan ini  mendinamisasikan ketujuh PTMA dengan interaktif dan inspiratif dengan menghadirkan narasumber Dr Dwi Cahyono MSi Akt (Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jember/Tim Asistensi Majelis Diktilitbang PPM).

Sivitas Akademika yang hadir dalam Workshop tersebut dari IBM Bekasi  yaitu Atika Rahmi (Warek), Epen Supendi (Dekan FEB), Trisnawati Kusumawardhani (Dekan FTK), Yeniasari Riskia Budi (Kaprodi Ak), Octa Nilam Lukkita Aga (Kaprodi Mj), Puti Khairani Rijadi (Kaprodi EI), Yunus Fadhillah (Kaprodi TI), Hamluddin (Ketua LPM), Eva Fauziana (Ketua LPPM), Lili Fadli (Kepala LPAIK/PK), Daru Susanti (Kepala PBHI), M. Ridwan (Kepala BAAK/SDM), Jamaluddin (Kepala BTIK), Asep Setyaji (Kepala BPMB), K.C. Bramasta (Kepala UPT Perpustakaan), M. Rafi Siregar (LP3), Wildan Afifah (Staf BPMB), Sonny Abriantoro Wicaksono (Sekrprod TI), M. Ihya Elfatiha (Staf BAAK), Ade Jumiyati (Staf BAUK).

Perwakilan dari  STKIPM Batang-Jawa Tengah, adalah Fahmi Surya Adikara (Kaprodi PGSD), Siswoyo (Ketua LPMI),  Dewi Cahaya Nurani (Sekprod PGSD), Yanuar Akhmad (Dosen), Maila Huda (Dosen), Prasetyawan Aji Sugiarto (Dosen), Mar’atul Faida (Dosen), Eki Nurwulandari (Dosen), Madya Giri Aditama (Dosen), Agnes Anggraini (Dosen).

Adapun dari STIP Harapan Bangsa Banda Aceh, yaitu Firmawati (Ketua STIP), Maisarah (Kepala Akademik), Nurul Afany Hasby (Bid. Keuangan). Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh, yaitu Istiarsyah (LPM), Arrazi (LPM), Muttaqin Al Ridha (Dosen). STKIP Muhammadiyah Aceh Tengah, adalah Arda Tonara (Ketua LPM). Akper Muhammadiyah Bireuen-Aceh, dan Ketua STIMIK Muhammadiyah Paguyangan-Brebes Jawa Tengah yaitu Abdul Jamil. Dan dari PTM lainnya ialah Zainal Abidin (Ketua), Maisura (Dosen), Syafrindra Yanti (Ketua Prodi PE).

Salah satu bentuk kolaborasi dan sinergitas yang baru-baru ini digagas dengan mengadakan kegiatan online/daring Workshop bertujuan kegiatan ini yaitu pertama, untuk menyambut penerapan kebijakan pemerintah dalam pengelolaan perguruan tinggi;  kedua, memberikan pelatihan, pembekalan, pembinaan dan pemahaman standar operasional prosedure (SOP) kepada pengelola PTMA, mereview Kurikulum. Ketiga, saling berbagi informasi dan menguatkan kemajuan masing-masing PTMA, sehingga kebaikan-kebaikan yang telah dicapai menjadi inspirasi untuk dikembangkan.

Mengawali arahan dan bimbingannya, Dwi menyampaikan pentingnya PTMA untuk saling berbagi dan menginformasikan hal-hal kebaikan untuk kemajuan dan peningkatan pengelolaan PTMA, khususnya terkait SPMI dan Kurikulum. “Kita jangan berfikir menjelimet, atau yang susah-susah, berfikir sederhana dan praktis saja tertuju pada titik esensi yang diinginkan oleh para asesor akreditasi, ayoo… kita telaah semua yang menjadi kesulitan-kesulitan menjadi kemudahan, langsung praktik poin-poin yang harus diperbaiki, ” tegas Dwi.

IBM Bekasi, STKIPM Batang-Jawa Tengah, STIP Harapan Bangsa Banda Aceh, Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh, STKIPM Aceh Tengah, Akper Muhammadiyah Bireuen-Aceh, dan STIMIK Muhammadiyah Paguyangan-Brebes Jawa Tengah adalah bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan ilmu pengetahuan, teknologi, seni (Ipteks) berbasis iman dan taqwa (Imtaq) karenanya harus banyak terlibat dengan masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat.

Namun demikian merupakan kenyataan lembaga Pendidikan Tinggi kita seakan-akan hidup dalam dunianya sendiri. Sudah waktunya membenahi diri, mengkonsolidasikan lembaga agar terdapat keseimbangan yang dinamis. “Sama-sama bekerja, bekerja bersama-sama, bekerja keras, bekerja cerdas dan cerdas bekerja, dan saling bantu sesama PTMA, tidak usah malu, toh ini untuk kemajuan, cari pengalaman-pengalaman dari pendidikan tinggi yang sudah pesat.” Dwi menyemangati

PTMA senantiasa taat dengan aturan-aturan dan menerapkannya, supaya pengelolaan PTMA tidak melenceng dari yang telah ditentukan. Salah satunya Permendikbud Nomor 3 tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi Bagian Kesatu, Ruang Lingkup Standar Nasional Pendidikan Pasal 4 (ayat 1) menyebutkan Standar Nasional Pendidikan terdiri atas a) standar kompetensi lulusan;, b) standar isi Pembelajaran; c) standar proses Pembelajaran; d) standar penilaian pendidikan Pembelajaran; e) standar Dosen dan Tenaga Kependidikan; f) standar sarana dan prasarana Pembelajaran; g) standar pengelolaan Pembelajaran; dan h) standar pembiayaan Pembelajaran.

Permendikbud No 3 tahun 2020 seiring dengan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Bagi khalayak umum seringkali perubahan tersebut dipersepsikan secara keliru sebagai suatu keharusan bahwa setiap ganti menteri pendidikan, ganti pula kurikulum pendidikannya. Akan tetapi sesungguhnya perubahan kurikulum pendidikan merupakan keniscayaan sepanjang tidak bertentangan dengan filosofi pendidikan serta peraturan yang berlaku.

Dari Bekasi, Aceh, dan Jateng untuk Indonesia dan Global Education

Muhammadiyah memiliki struktur organisasi dalam rangka menjalankan roda dakwahnya. Adapun struktur tersebut secara vertikal terdiri atas Ranting, Cabang, Daerah, Wilayah hingga ke Pusat, selain itu khusus di luar negeri disebut dengan PCIM (Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah). Susunan organisasi tersebut dibentuk berdasarkan bidang kerja dan tugas untuk membangun masyarakat.

Salah satu gerakan dakwah Muhammadiyah secara riil yaitu melalui amal usaha. Gerakan dakwah Islamiyah melalui amal usaha ini secara langsung telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bangsa Indonesia, dan negara-negara di dunia. Segala amal usaha Muhammadiyah berjalan dengan landasan untuk beramal dan mewujudkan masyarakat Islam yang sebenarnya.

Banyak pengabdian yang telah, sedang dan akan dijalankan oleh Muhammadiyah dalam gerakan dakwahnya dengan pendekatan kearifan lokal dan humanis. Tidak bermaksud menghitung-hitung apa yang telah dilaksanakan. Salah satunya melalui PTMA, pengabdian itu dapat disosialisasikan.

Kekhasan PTMA ialah keterpaduan pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi yang berupa bidang pendidikan, penelitian, pengabdian pada masyarakat, dan pengembangan dan pengamalan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang bermutu, Kemuhammadiyahan yang bermutu, holistik intergratif, bertata kelola baik, serta berdaya saing dan berkeunggulan.

Kekhasan lainnya yaitu manajerial PTMA yang menjadi peran, tanggung jawab dan wewenang dalam satu atap dan tatakelola organisasi pelaksana Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dengan jumlah PTM 165 dan terus akan mendirikan PTMA-PTMA dipelbagai tempat lainnya sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan perkembangan dunia pendidikan nasional dan internasional.

Pada hari pertama, Dwi Cahyono memaparkan terkait pentingnya meninjau SPMI di PTM. “Bagi kita seharusnya selalu meninjau SPMI minimal per semester, ini untuk meng-upgrade dan update. Oleh karena kebijakan-kebijakan pemerintah melaui peraturan-peraturan yang diterbitkan terus mengalami perubahan, kita harus responsif dengan perubahan itu agar tidak ketinggalan,” ungkap Dwi.

Dwi secara interaktif mengarahkan dan membimbing setiap perwakilan yang hadir mereview dan  praktik secara langsung penyusunan SPMI untuk dilakukan perbaikan sesuai dengan titik tuju yang menjadi poin-poin penting. “Agar kerja kita berdaya guna  dan efektif, SPMI memenuhi indikator, dokumen-dokumen harus ada untuk memenuhi keterlibatan, dan kesesuaian, ketepatan, pemetaan, kecepatan dan bahan kajian, semua wujudkan dengan bukti fisik/link, dan bukti-bukti lainnya, ” tegas Dwi.

Adapun pembahasan di hari kedua adalah tentang Kurikulum Program Studi (Kriteria 6 APS 4.0).  Dwi Cahyono menambahkan, “Semua personil yang berada di PTMA menjadi keharusan untuk bekerja keras, bekerja cerdas, bekerjasama agar pengelolaan institusi berjalan dan bergerak dinamis, ini untuk menghasilkan lulusan yang berdaya saing.”

Dalam hal mereview dan membedah kurikulum, setiap pembahasan harus ada atau dibuatkan dokumennya/catatannya. “Jangan disepelekan hal-hal yang menunjukkan untuk pembuktian (data fisik) seperti surat undangan, notulasi, berita acaranya dan lainnya,” pinta Dwi.

Terbitnya Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), dan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, mendorong semua perguruan tinggi untuk menyesuaikan diri dengan ketentuan tersebut. KKNI merupakan pernyataan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang penjenjangan kualifikasinya didasarkan pada tingkat kemampuan yang dinyatakan dalam rumusan capaian pembelajaran (learning outcomes). Perguruan tinggi sebagai penghasil SDM terdidik perlu mengukur lulusannya, apakah lulusan yang dihasilkan memiliki ‘kemampuan’ setara dengan ‘kemampuan’ (capaian pembelajaran) yang telah dirumuskan dalam jenjang kualifikasi KKNI.

Kebersamaan Saling Meneguhkan dan Mencerahkan

Bahwa beberapa upaya dilakukan PTMA untuk beradaptasi menghadapi pandemi Covid-19 agar tetap terjaga dan terawat segenap sivitas akademika, dengan pengembangan pembelajaran daring/online/virtual/zoom yang dapat dilakukan. Upaya tersebut diantaranya melakukan pengembangan inovasi teknologi dan teknologi informasi, serta melalui program Merdeka Belajar.

Sementara itu Rektor IBM Dr H Jaenudin menyambut baik langkah-langkah kongkrit pelaksanaan workshop, bawah saling membantu, menguatkan dan bergotong royong, serta bahu-membahu antar PTMA menjadi wujud kebersamaan, kerjasama dan sinergi yang perlu terus dikembangkan, berkelanjutan dan berkesinambungan. “Kekhasan di Muhammadiyah inilah yang saling menghidupkan, menggerakan, memajukan, dan mensupport, sehingga PTMA sesuai zamannya tetap dapat mempertahankan dan kokoh berdiri dalam eksistensinya,” tutur Jaenudin.

Lebih lanjut Jaenudin mengharapkan proses persiapan dan perbaikan SPMI dan Kurikulum untuk proses akreditasi harus lebih baik dan optimal. “Bagi yang belum membentuk Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), LP3 dan mengangkat personalnya, barangkali setiap institusi segera membentuk untuk bertugas pemetaan, menyusun konsep, mengakomodir dan mengawal dokumen-dokumen SPMI, kurikulum, dan akademik lintas prodi,” tandasnya.

Moderator Workshop, Hamluddin, di akhir kegiatan memberikan simpulan bahwa pelaksanaan SPMI ditingkat institusi sampai level dibawahnya tidak hanya tugas dan wewenang LPM saja dalam penyusunannya. “Setiap unit kerja di lingkungan institusi dilengkapi dengan SOP dan form yang terkait dengan jaminan mutu. Dengan memperhatikan Siklus Penjaminan Mutu Internal yaitu Tahap Penetapan,  Pelaksanaan,  Evaluasi, Pengendalian/Monitoring, dan Peningkatan,” tutur Hamluddin.

Silaturrahim melalui kegiatan workshop ini memiliki makna tersendiri bagi PTMA yang tergabung di dalamnya. Narasumber selama dua hari membimbing praktik  langsung item-item yang menjadi fokus perbaikan dengan pelan-pelan namun pasti. Segenap peserta yang mewakili PTMA mengharapkan adanya kegiatan berkelanjutan, hal ini tiada lain dapat saling berbagi informasi, melengkapi dan menjalin kerja sama untuk bergerak dan melangkah lebih baik, maju dan prestasi sehingga PTMA terus meningkatkan kualitas pendidikannya.

Wallahu a’lam bis-showab.

#Salam Literasi; Indonesia Berkarya!!!

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *