Dilematika dan Strategi Kegiatan Pembelajaran PAUD di Masa PPKM Darurat

by -529 views

Penulis: Juni Ariani  SPd AUD

(Peserta Pentaloknas Literasi, GPAI TK Mutiara 17 Agustus 1/Pengurus FKG PAI TK Kota Bekasi)

 

Pandemi yang terjadi di seluruh dunia ini mengubah tatanan kehidupan masyarakat seperti keterbatasan untuk beraktifitas. Hal ini untuk mengurangi penularan Virus Covid -19 secara massif. Beberapa sektor kehidupan harus dibatasi tidak terkecuali sektor pendidikan. Kegiatan  belajar  yang secara normal diubah dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) melalui online. Dengan perubahan tersebut, bagaimana para tenaga pendidik membuat strategi dan metode pembelajaran kreatif dan inovatif?

 Kondisi Pandemi Covid-19 memasuki dua tahun bergulir dimana banyak kegiatan yang dibatasi ruang geraknya, mulai dari sektor pendidikan, perkantoran, perdagangan, dan pariwisata, serta sektor lainnya.

Pemerintah pusat dan daerah mengeluarkan beberapa keputusan, seperti Peraturan Pemerintah No.  21 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19. Dan Keputusan Pemerintah  Daerah Kota Bekasi No. 300/Kep.339-BPBD/V/ 2020  Tentang PPSB dan Tatanan Hidup Baru masyarakat produktif dalam melawan Covid – 19  wilayah Kota Bekasi.

Selain itu Gubernur Jawa Barat menerbitkan Surat Keputusan No. 460/2479/Hukham, tanggal 28 Mei 2020 tentang PSBB tingkat daerah Provinsi Jawa Barat. Setiap pemerintahan daerah mengeluarkan atau menerbitkan aturan dan ketentuan dalam penanganan pandemi Covid-19.

Dalam kondisi lonjakan Covid-19 dan ditemukannya virus varian-varian baru, Kementerian Dalam Negeri RI menerbitkan  Intruksi Menteri Dalam Negeri No. 15 tahun 2021 yaitu PPKM Darurat Jawa-Bali tentang Pemberlakuan  Pembatasan Kegiatan  Masyarakat Darurat Covid-19 yang lebih ketat dari pada yang selama  ini sudah berlaku.

Kebijakan ini diberlakukan selama dua pekan dan menyasar kab/kota  di  Jawa-Bali.  Kebijakan ini diumumkan  secara resmi Presiden  Joko Widodo melalui siaran langsung  youtube  Sekretaris Presiden  (Kamis,  1/7/2021 . Presiden Memutuskan  untuk memberlakukan PPKM Darurat  sejak tanggal 3 Juli hingga 20 Juli 2021 khusus  di Jawa dan Bali.

Kebijakan ini diambil sebagai salah satu upaya memutuskan rantai penyebaran Covid-19 yang terus meningkat. Aturan  PPKM Darurat  Jawa–Bali  yaitu sektor non esensial  work from home (WFH) 100%, sektor esensial  50% work from office (WFO)  dengan pengetatan prokes. Sedangkan sektor kritikal diperbolehkan work from office (WFO) 100% seperti supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan  pengunjung 50% dari kapasitas  dengan pengetatan  prokes.

Adapun kegiatan belajar mengajar (KBM) 100% daring. Sementara kegiatan di pusat perbelanjaan, perdagangan, fasilitas umum, tempat ibadah ditutup sementara. Di sektor perhubungan dalam hal ini moda transportasi diperbolehkan dengan kapasitas 75%.

Pandemi Covid-19 Mengganas, Sekolah PAUD Menghela Nafas

Sejak pandemi ini terjadi (2020) hingga sekarang  banyak lembaga-lembaga pendidikan PAUD  tutup  karena kondisi muridnya mengalami penurunan drastis, bahkan beberapa PAUD yang tidak memiliki muridnya.  Pengelola PAUD ditantang untuk  berinovasi  melakukan PJJ dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (media digital dan elektronik).

KBM masih diberlakukan secara daring  karena kondisi yang  belum aman untuk pembelajaran tatap muka. Semakin banyak  yang  terpapar covid-19. Berdasarkan data yang dirilis dari Kompas.com  (5/7/21), total kasus yang terpapar covid-19 di Indonesia  mencapai angka 2.313.829  meninggal  61.140 dan sembuh 1.942.690 . Khusus Propinsi Jawa Barat total kasus  402.405  yang meninggal  5.558  dan sembuh 331.517.

Kondisi saat ini   memprihatinkan, lonjakan  kasus yang terpapar  sangat  tinggi. Hal ini  perlu disadari oleh masyarakat  agar jangan melakukan aktivitas  yang tidak terlalu penting   keluar rumah  dan  tetap  mematuhi protokol kesehatan .

Dampak yang sangat besar pengaruhnya dari pandemi ini  adalah sektor ekonomi dan pendidikan sehingga  tidak bisa melakukan aktivitasnya  secara  normal.  Sektor pendidikan pada  lembaga-lembaga sekolah terutama PAUD  lebih interaktif  membuat strategi PJJ yang lebih menarik bagi para peserta didik, sehingga tidak membosankan saat melakukan pembelajaran melalui online.

PJJ  sebaiknya  dikemas menarik, kreatif dan inovatif. Antara lain menggunakan media digital dan medsos, seperti Whatsapp. Google Meet, Zoom Meeting,  Vidio Call. Media eletronik belajar dari televisi  dan radio. Guru-guru juga bisa membuat vidio pembelajaran yang membuat anak paham dengan materi yang disampaikan kepada peserta didik dan orangtua.

Beberapa contoh dari kegiatan PJJ PAUD secara online guru, termotivasi untuk kreatif  berinovasi membuat metode pembelajaran yang digunakan dalam menyampaikan materi kepada peserta didik antara lain membuat vidio pembelajaran dari aplikasi vidio yang ada di playstore seperti aplikasi KeniMaster, Viva video, Flimora  atau membuat pembelajaran di youtube channel.

Kegiatan PJJ dapat diinformasikan kepada orangtua untuk membantu putera dan puterinya dalam pembelajaran di rumah. Peran orangtua sangat penting dalam kerjasama mendampingi saat pembelajaran disampaikan oleh guru terutama bagi anak usia dini yang harus diarahkan dan didampingi oleh orangtua.

Peran Utama Orangtua dalam Strategi Metode PJJ

Keterlibatan  orangtua siswa sangat penting  untuk  memperlancar dan mempermudah pelaksanaan PJJ di rumah terutama untuk anak usia dini  karena anak perlu didampingi dalam penggunaan  gawai atau gadget agar jangan salah dalam memanfaatkan media belajar digital yang menggunakan akses internet.  Kemendikbud juga memberikan bantuan data internet untuk kuota belajar mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, dan perguruan tinggi yang datanya ada di aplikasi Dapodik.

Kegiatan PJJ  di PAUD  awalnya banyak orangtua yang agak kesulitan mengatur waktu untuk mendampingi belajar, tetapi dengan komunikasi yang baik antara guru dan orangtua murid, kegiatan PJJ ini bisa lebih fleksibel waktunya dengan kesepakatan bersama antara orangtua murid dengan gurunya. Seperti permintaan dari orangtua murid saat belajar dengan  vidio call dapat disesuaikan waktunya.

Testimoni dari beberapa orangtua murid TK. Mutiara 17 Agustus, sistem PJJ ini bisa mengurangi cluster penularan Covid-19 di sekolah dan anak lebih aman belajar di rumah  karena  media belajar yang digunakan   terhubung langsung dengan gurunya dengan menggunakan vidio call di whatsapp  atau zoom meeting. Orangtua murid dapat mengetahui perkembangan anak saat belajar di rumah dan membimbing belajar secara langsung.

Semoga kondisi pandemi ini segera berakhir dan kita semua bisa melalui dengan tetap menjaga protokol kesehatan seperti cuci tangan, menggunakan masker, mengurangi mobilitas, jaga jarak dan makan-makan yang bergizi, berolahraga, berjemur di bawah sinar matahari sekitar 15 menit agar tetap menjaga imunitas tubuh kita tetap sehat. Semangat dan selalu berpikir positif  berdo’a agar pandemi ini segera berakhir.

PJJ secara daring membuat guru banyak mendapatkan ilmu dan wawasan terutama dalam hal pemanfaat teknologi. Membuat guru dapat menggunakan dan memanfaatkan media digital dan elektronik yang berhubungan dengan internet serta aplikasi yang dapat menunjang kemampuan guru. Semangat melakukan perubahan dalam pembelajaran, tetap belajar untuk lebih baik dan berkompeten dalam menggunakan berbagai media belajar dan media sosial .

#Belajar Sepanjang Hayat, Kita Bisa dan Pasti Bisa!

#Salam Patriot Literasi:

Bersatu, Berilmu, Bermutu, Majuuuu….Yoooo….Aaachhh…!!!

Editor: Yoni Haris Setiawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.