Soal Tudingan Koalisi Rakyat Bekasi, Ini Kata Ketua DPRD Kabupaten Bekasi

by -165 views
BN Holik Qodratullah, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi

TUDINGAN Koalisi Rakyat Bekasi dalam aksi unjukrasa pada Senin (26/7/2021) lalu, ditanggapi Ketua DPRD Kabupaten Bekasi BN Holik Qodratullah. Menurutnya, aksi itu adalah bagian dari iklim demokrasi yang hidup.

Hal itu dikatakan Holik Qodratullah Rabu (28/7/2021) menanggapi aksi Koalisi Rakyat Bekasi yang menuntut anggota DPRD mundur karena dinilai gagal tiga hal, yakni minim dalam membuat regulasi, tidak memiliki Sense of Crisis dalam menghadapi pandemi Covid-19, serta tidak dapat menjalankan konstitusi.

Namun, BN Holik Qodratullah menolak bahwa anggapan soal DPRD kabupaten Bekasi tidak dapat menjalankan konstitusi. Sehingga apa yang dituduhkan kepada pihaknya tentu patut untuk dijawab. Karena menurut dia, selama ini anggota DPRD sudah bekerja maksimal.

“Pada prinsipnya inilah ada bagian daripada iklim demokrasi yang hidup, sehingga apa pun yang menjadi perhatian saya pikir ini menjadi suatu masukan. Tetapi patut kami jawab dari apa yang dituduhkan, bahwa selama ini kami merasa sudah maksimal,” ucap B.N Holik.

Alasan Holik mengatakan sudah bekerja maksimal, poin pertama adalah mengenai sense of crisis dan tentang Covid. Pihaknya mengaku sudah peka dan peduli terhadap situasi pandemi Covid-19.

“Bagaimana kepekaan dan kepedulian kita terhadap pandemi yang melanda negeri ini sebenarnya sudah kita buktikan. Satu hal yang patut diingat bersama, DPRD ini bukan lembaga pengguna anggaran, pengguna anggaran adalah eksekutif. DPRD sifatnya pengawasan dalam penggunaan anggaran penanganan pandemi. Jadi kalau terkesan DPRD diam, itu salah,” tegasnya.

“Dari awal adanya recofusing seperti apa bla bla yah oke. Adanya pemotongan anggaran kita juga menyetujui. Bahkan yang terbaru ini rencananya hampir RP24,8 milliar itu dari semua kegiatan dewan dipangkas, belum yang lain,” kata BN Holik sambil menambahkan, itu adalah bukti kepekaan DPRD terhadap situasi pandemi Covid-19.

Kalau menuntut secara pribadi dari DPRD kemudian berharap memberikan sumbangsih yang lebih, kata BN Holik sudah ada dari semua anggota dewan sesuai daerah pemilihannya masing-masing.

“Rata-rata semua anggota dewan peduli. Cuma selama ini kami tidak mengekspos terlalu jauh, takut terkesan tebar pesona. Ujung-ujungnya, nanti berimplikasi pada pandangan yang negatif,” ungkapnya.

Nah, akibat itu, lajut BN Holik, DPRD berpikir tidak perlu mengekspos bentuk kepeduliannya terhadap penanganan covid, karena masing-masing anggota punya konstituen di wilayah pemilihannya, dan kemampuan ekonominya juga berbeda-beda.

“Tetapi dengan kejadian ini, kami langsung rapat dan para ketua fraksi memutuskan, apa yang dikerjakan oleh DPRD mulai sekarang harus diekpos supaya ini terlihat, dan secara pribadi dengan masukan ini tentu kami akan lebih giat,” katanya.

Kemudian, terkait dengan regulasi yang disuarakan Koalisi Rakyat Bekasi, BN Holik balik bertanya. Penilainnya dilihat dari kuantitas atau jumlah Perda?

“Sebenarnya yang kita bangun itu dalam membuat Perda bukan jumlah Perda yang tiap tahun harus banyak. Membuat Perda itu menggunakan anggaran negara, justru kami berhati-hati manakala membuat regulasi yang tidak efisien, buat apa,” ujar BN Holik.

Dia menegaskan, dalam membuat Perda itu sesungguhnya berdasarkan pengajuan dari eksekutif. Tapi tidak ada masukan dari eksekutif tentang regulasi membuat Perda. Akhirnya DPRD punya inisiatif tidak sedikit, salah satunya adalah Perda pembangunan Kepemudaan.

“Ini adalah suatu bukti nyata, jika pertanyaan tidak mengacu kepada daerah lain, karena kami mengacu pada efesiensi dana sesuai dengan keadaan pandemi Covid-19 yang saat ini melanda. Sehingga regulasi yang penting-penting kami buat,” ucapnya.

Terkait pelaksanaan pemilihan wakil bupati (Pilwabup) Bekasi, BN Holik mengatakan bahwa DPRD sudah melakukan rapat paripurna kembali. Hasilnya, segera mengusulkan nama wakil bupati Bekasi kepada Kemendagri, karena Dewan menilai bahwa Kabupaten Bekasi membutuhkan sosok pemimpin.

“Saya berharap kepada semua elemen masyarakat agar memberikan kesempatan kepada DPRD, jadi tidak langsung menyimpulkan, karena belum ada hasil penilai dari Kemendagri atas hasil rapat paripurna yang baru digelar tesebut. Jadi kalau sudah ada hasilnya maka kami akan memberikan perkembangan,” tuturnya.

Terkait wakil bupati Bekasi ini, kata BN Holik, pihaknya juga sedang membangun komunikasi dengan Provinsi Jawa Barat maupun dengan Kemendagri.

“Semua teman-teman juga tidak gegabah, setelah saya bertanya kepada Ketua Panlih dan segenap panlih, pada prinsipnya ada dasar-dasar yang siap untuk dipertanggungjawabkan,” katanya.

Ditanya soal Wakil Bupati Bekasi terpilih Ahmad Marzuki, menurut BN Holik sesuai hasil komunikasi panitia pemilihan dengan Dirjen Otda Kemendagri, sangat memungkinkan untuk dilantik.

“Perkembangan terkhir dari partai pengusung itu saya melihat ada dasar surat dari DPP Golkar, ada surat dari DPD Provinsi ada surat dari Ketua dan Sekretaris Golkar Kabupaten Bekasi. Ditambah lagi ada surat dari MA yang dengan bahasanya jelas dimungkinkan walaupun waktu itu tidak melalui bupati, dasar-dasar itulah maka kami kembali menggelar untuk mengusulkan,” katanya.

Untuk itu, BN Holik berharap Koalisi Rakyat Bekasi dan semua masyarakat bersabar, serta mendukung agar Kabupaten Bekasi stabil dan berjalan efektif. “Kepedulian pembangunan ini ada, kepekaan terhadap penderitaan masyarakat Bekasi yang terkena dampak pandemi covid juga ada. Itu memang ada kepedulian tergugah dalam hati, sabar dulu,” harapnya.

“Bahasa saya adalah tolong berikan kesempatan dulu, karena DPRD masih menjalin komunikasi dengan Kemendagri dan Provinsi. Mungkin saja partai koalisi merapatkan barisan seperti apa, harapanya kita objektif aja menilainya. Teman-teman begitu pedulinya terhadap Bekasi sehingga mengexpresikan kemarin dengan berdemonstrasi, saya pikir sah-sah aja. Terimakasih telah membuat kami menjadi lebih semangat lagi dan berbuat untuk Bekasi kan begitu, yang penting jangan ada suatu penggiringan opini ke arah negatif seolah Dewan tidak bekerja, ini yang perlu diluruskan,” tutupnya. (Pirlen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.