Rule of the Game vs Game of the Rule

Politik426 Dilihat

JIKA kita perhatikan selama rezim ini dipimpin Jokowi, dia sangat piawai dalam melakukan “game of the rule” bahkan beberapa game of the rulenya sampai bisa mengubah peraturan perundang-undangan yang tentunya untuk menguntungkan rezim dan kelompoknya (omnibuslaw, dll).

Semua bisa diatur dengan kekuasaan apapun aturannya. Kalau bahasa FIR’AUNYA dalam al-Quran “INNA FAOQOHUM QOHIRUN” atau kitalah yang berkuasa.

PEMILU tinggal beberapa hari lagi. Ada anekdot mengatakan kalau hasil pemilu di Indonesia sudah bisa diketahui sebelum PEMILU. Ada juga anekdot “yang penting ubah dulu (hanya perlu waktu hitungan menit), membetulkannya harus melalui pengadilan”. Anekdot yang lebih parah lagi “bagaimana pelaku bisa ketemu. Wong yang mencarinya, pelakunya itu sendiri”

PEMILU 2019 menghasilkan paradok, euforia suara Prabowo-Sandi kalah di meja pengadilan MK. BISA-kah paradok demikian TERULANG untuk pasangan NO.1 AMIN pada PEMILU 2024, KENAPA TIDAK jika tidak memaksimalkan finishing touche berupa pengamanan perolehan suara dari mulai DPT dan TPS sampai PERHITUNGAN SUARA yang semuanya akan BERMUARA kepada FORM C-HASIL ASLI OUTENTIK.

KABAR GEMBIRANYA, KPU walaupun mepet-mepet telah menyempurnakan RULE OF THE GAME dari mulai DPT, PENCOBLOSAN, PERHITUNGAN SUARA sampai pelaporan hasil perolehan suara yang terlihat lebih simple, mudah dan cepat, antara lain: “selain tetap memberlakukan adanya FORM C-HASIL “MANUAL” dengan tandatangan basah yang berhak yaitu KPPS dan SAKSI. sebagaimana yang lama (2019) yang disempurnakan secara teknis, KPU juga TELAH MENAMBAHKAN dalam peraturan terakhirnya Keputusan KPU No 66 Th 2024 disahkan Tgl 15 Januari 2024 bahwa pelaporan perolehan suara dengan INFORMASI ELEKTRONIK DIAKUI MENJADI BUKTI SAH

Merujuk kepada Perubahan Kedua UU ITE No 1 Thn 2024 Disahkan Tgl 2 Januari 2024.
Tentu saja semua paslon CAPRES-CAWAPRES harus berjaga-jaga menghadapi hal konstitusional terburuk bahwa PENETAPAN PEMENANG HASIL PEMILU AKAN BERUJUNG DI MEJA PENGADILAN MK baik untuk membela maupun untuk menggugat.

Syukur dan optimis pasangan No.1 AMIN bisa memperoleh suara 50% plus sesuai sambutan masyarakat pemilih yang begitu gegap gempita selama kunjungan ARB-MUHAEMIN di seluruh daerah se-Indonesia

Waspada harus tetap tinggi karena dalam kegembiraan adanya peraturan bahwa informasi digital diakui menjadi “bukti otentik” sehingga simple, mudah dan cepat, namun di dalamnya juga bisa mengandung konspirasi kecurangan yang berbahaya, dan KEJADIAN demikian telah MENJADI issue ketika anggota KPU yang sama pada VERIFIKASI PARTAI PESERTA PEMILU 2024 sehingga mencuatkan isue skandal seksual.

Pertanyaan paling mendasarnya adalah apakah ada jaminan bahwa dalam SIREKAP digital itu TIDAK AKAN TERJADI PENGUBAHAN ANGKA untuk memenangkan salah satu PASLON. Bukankah kejadian perubahan angka perolehan suara pada PEMILU 2019 juga berbasis digital?

Kita masih ingat bagaimana ketika perhitungan suara PEMILU 2019, tiba-tiba TV-nya mati. Lantas siapa yang memiliki PASWORD SIREKAP PEMILU 2024 YANG BISA MENGAKSES ANGKA-ANGKA? Belum lagi kemungkinan terjadi serangan hacker atau gangguan crash atau ada semacam BUG dalam system. Tentunya para ahli IT pasti lebih tahu.

Kemudian saya masih teringat pada hari Ahad tanggal 4 Agustus 2019 terjadi pemadaman listrik pulau Jawa. Mereka yang tidak punya uang cash pada hari itu bener-bener tersengsarakan. Dalam PEMILU 14-2-2024, para SAKSI TPS BERMANDAT ketika keluar dari TPS jangan sampai lalai tidak membawa uang cash berupa KERTAS FORM C-HASIL ASLI BERTANDA TANGAN BASAH UNTUK CAPRES-CAWAPRES NO.1 AMIN yang akan sangat menjadi andalan (BUKTI OTENTIK) ketika sidang sengketa perolehan suara di MK. Tentunya, sudah ada SOP saksinya.

Saya tulis ini saking berkeinginan perubahan Indonesia lebih baik dan fundamental dengan harapan satu satunya pasangan 01 AMIN menjadi Presiden-wakil presiden 2024-2029.

Sesungguhnya kesempatan pasangan 01 AMIN jika ingin memenangkan satu putaran, peluangnya sangatlah terbuka DENGAN CARA setiap pendukung dan simpatisan AMIN berjuang di sisa waktu beberapa hari ini untuk MENGGANDAKAN (menambah) SUARANYA menjadi 3-5 suara pemilih baru dari para calon pemilih yang masih belum punya pilihan khususnya, atau mungkin juga dari para calon pemilih lawan yang bimbang.

Optimisme ini setelah melihat militansi para simpatisan dan pendukung AMIN, jangan tanggung² berjuang.
Semoga Alloh  yang maha kuasa memberikan kekuasaaan kepada AMIN untuk menjadi Presiden- Wakil Presiden Indonesia 2024-2029 menuju Indonesia “baldatun thoyyibatun wa roobun ghofur”.

*WAKANDA NO MORE. INDONESIA FOREVER*

Himbauan Yuk Hadiri Kampanye Terakhir AMIN di JIS, Sabtu 10 Februari 2024, Bersama Menangkan AMIN untuk Perubahan Indonesia… (Abu Fayadh Muhammad Faisal, Pejuang Perubahan AMIN dari Bekasi Raya Kota dan Kabupaten/Babelan City)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *