Negara +62 Bukanlah Negara Premanisme tapi JAWARA

Umum797 Dilihat

MENDENGAR berita mahasiswa yang akan aksi menolak Pemilu Curang diintimidasi oleh kelompok preman Hercules, sungguh aneh negara ini yang katanya banyak berdiri elemen lembaga JAWARA/Pendekar/Pejuang baik itu ada JAJAKA/Jawara Jaga Kampung, Bang JAPAR/Jawara dan Pengacara, Laskar Jawara Betawi, Laskar Jawara Banten, Laskar Jawara Siliwangi, dllnya. Kok bisanya ada sekelompok premanisme gang Hercules mendukung sebuah kecurangan yang mana menginginkan pemimpinnya menjadi Presiden dengan berbagai cara menurut versinya.

Bukankah penulis pernah menulis terkait tulisan dengan tema: JENDELA FAJAR MENGULANG KAJIAN PERBUATAN CURANG yang mana dijelaskan, petugas pemilu yang curang menurut Islam: Berdosa Besar. Sebagai orang fasik yang persaksiannya ditolak, bahkan Rasululloh Bersabda: مَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا
“Barangsiapa yang mencurangi kami maka bukan dari golongan kami” ( HR. Muslim, kitab Al-Iman ).

Jadi apapun alasannya perbuatan curang itu tidak dibenarkan dan menyalahi syariat dan negara inipun berdiri dengan banyaknya para pahlawan/pendekar yang memerdekakan negara ini. Bahkan sebuah kampus di Banten yang mana mendapat julukan sebagai Kampus Jawara. Jadi selayaknya di Indonesia tidak ada istilah premanisme seperti layaknya gangster di sebuah negara lain dan seharusnya pula negara ini bisa memberantas premanisme dimanapun berada. Bukannya negara meminta bantuan kepada preman untuk melindunginya dan bahkan kecurangan pilprespun minta penjagaan kepada kelompok Preman, Lahawla Wala’ Quwata illabillah. Bukankah kalau seorang Presiden dan pejabat negara lainnya itu dikawal selalu dengan aparat yakni entah dari TNI ataupun Kepolisian, kenapa harus minta bantuan pada preman. Astagfiruloh dan bahkan mengintimidasi rakyat dan mahasiswa untuk menyuarakan pendapatnya karena Pemilu ini banyak kecurangan.

Dan patut diingat negara ini harus bebas dari yang namanya premanisme, baik itu Gang Hercules ataupun lainnya. Semoga tidak ada kembali premanisme di negara tercinta ini cukup negara ini yang ada hanyalah jawara saja, bukanlah preman. Semoga bermanfaat, barokallohu’ fiikum. Hasbunalloh Wanikmal wakil Nikmal Maula Wanikman Nasir. (Al Ustadz Abu Fayadh Muhammad Faisal Al Jawy al-Bantani, praktisi PAUDNI/Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal, Aktivis Pendidikan dan Kemanusiaan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *