Era 80-an di Tapanuli Selatan, Magnet Baju Lebaran…

Umum554 Dilihat

ENTAH sudah berapa kali pintu lemari mungil itu buka tutup. Bocah itu tak bosan-bosannya memandangi busana lebaran yang sudah siap siaga seminggu jelang lebaran.

Di antara tumpukan baju terdapat tancho, lavender atau minyak rambut yang sejejer dengan bungkus rokok merek Asli/Gunung Mas.

Dalam sehari, baju lebaran itu bisa dicoba berkali-kali di depan kaca lemari seraya memutar-mutar badan laksana model memeragakan busana. Dan itu menjadi rutinitas seminggu jelang lebaran.

Puncak persiapan menyambut lebaran pada malam 27 puasa. Bagi mereka yang memiliki ekonomi lumayan membekali anaknya kembang api dan tembak-tembak api atau air. Sementara yang papa alias “manyattak dangol” terpaksa memakai seragam SD buat lebaran. Jadi seragam sekolah naik kelas itu sekaligus baju lebaran. Hal itu terpaksa ditempuh si orangtua lantaran tak sanggup bayar tukang jahit dua seragam.

Tetapi semua resah gelisah lenyap seketika manakala lebaran tiba. Warga kampung riang gembira. Apalagi para bocah dibebaskan merokok pada momentum lebaran itu. Hanya saat suasana lebaran. selepas itu jangan coba-coba, bisa kena tampeleng orangtua.

Di lebaran itu kami para bocah saling berlomba adu gaya isap rokok. Ada yang unjuk kebolehan sudah bisa “mangarsik” dan meniup asap rokok berbentuk O akan meledek anak yang hanya bisa menelan asap.

Kemeriahan lebaran bagi kami para bocah dicirikan dengan baju baru yang mengantongi bungkus rokok dan jajan mie shop serta pocal. Keliling desa dengan mulut menyembulkan asap rokok. Tancho bikin rambut licin dengan istilah, “tarsulandit lanok”: saking licinnya tu rambut bisa bikin laler tergelincir.

Rambut para bocah yang diberi tancho tampak berkilau disinar teriknya matahari siang. Kasian sama anak yang menggunakan tancho imitasi. Karena tak punya uang beli tancho, terpaksa menggunakan minyak goreng yang kami sebut minyak manis. Tapanuli Selatan, era 80-an. (Erman Tale Daulay, Penulis Tinggal di Depok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *