Warga dan Tokoh Pergerakan Kota Bekasi Tolak Kaesang Jadi Wali Kota Bekasi

Umum6545 Dilihat

SEJUMLAH  warga dan tokoh pergerakan di Kota Bekasi menolak Kaesang jadi calon wali kota Bekasi. Berbagai alasan mereka sampaikan seperti kelayakannya yang belum cukup.

Ustadz Abdul Fattah misalnya. Da’i muda Kota Bekasi dan Sekjen FPI DPW Kota Bekasi mengatakan bahwa Kota Bekasi akan hancur jika dia yang memimpin. “Bukan menuju Indonesia emas tapi menuju Indonesia hancur, apalagi masih dari dinasti Jokowi makin parah jika anaknya yang memimpin Kota Bekasi dan harusnya warga Kota Bekasi menolaknya,” ujarnya, Jumat (29/3/2024).

Demikian juga Ustadz Abu Fayadh Muhammad Faisal. Pengamat Pergerakan dari ICMI Orda Kota Bekasi ini menyebutkan, Kota Bekasi adalah Kota Para santri dan jawara. “Mau jadi apa Kota Bekasi dipimpin orang yang punya silsilah benci dengan ulama karena banyak di rezim bapaknya itu yang didzolimi bahkan sampai dipenjarakan. Jadi seharusnya Kaesang jangan jadi Walikota Bekasi lebih baik di kampung halamannya saja di Solo sana. Haram jaddah jika dia di Kota Bekasi maupun Kabupaten Bekasi jadi pemimpin sebagaimana di Depok yang menolaknya,” tegasnya.

Sedangkan Ustadzah Ummi Arofah dari MPI Jawa Barat menyebutkan putra bungsu Presiden Jokowi itu belum layak jadi Wali Kota Bekasi. “Kota Bekasi itu tanah kelahiran tokoh nasional yakni Kyai Haji Noer Alie, pejuang kemerdekaan dan seharusnya negara ini lebih cinta kepada alim ulama terkhusus yang domisili di Bekasi Raya. Kaesang belum layaklah mimpin Kota Bekasi, masih anak kemarin sore lah,” jelasnya.

Salah seorang warga, Arie malah meminta agar masyarakat warga Kota Bekasi menyuarakan penolakan terhadap Kaesang seperti halnya di Depok. ” Gampang kok, kita ajak semuanya untuk menolak yang penting tidak di Kota Bekasi,” katanya.

Sementara Fikky Arya, pedagang sekaligus owner Indah Celluler berkata: “Kata ustadz saya dari Kampung Mede yang juga guru di Ponpes An-Nida’ Al Islami, Kota Bekasi harus dipimpin dengan orang yang berakhlaq kariimah karena mngemban daerah yang ihsan. Slogan kota santri Bekasi makan harusnya orang asli Kota Bekasi yang mimpin, bukannya orang luar yang gak ngerti mimpin.” (zas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *