Risalah: Bahaya Memiliki ‘Teman Jahat’

Umum184 Dilihat

Oleh Ustadz Turmudzi al-Batangi SPdI MPd Da’i Muda Kota Bandung

Hadits Nabi shallallohu alaihi wasallam yang berisi ancaman kepada polisi di akhir zaman. Di antaranya hadits-hadits tersebut adalah :

سيكون في آخر الزمان شرطة يغدون في غضب الله ، و يروحون في سخط الله

Artinya, “Akan ada di akhir zaman nanti para polisi yang berangkat di pagi hari membawa murka Alloh dan pulang di sore hari membawa kemarahan dari Alloh”. (HR. Thobroni)

عن أبي هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : صنفان من أهل النار لم أرهما: قوم معهم سياط كأذناب البقر يضربون بها الناس، ونساء كاسيات عاريات مميلات مائلات رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة، لا يدخلن الجنة ولا يجدن ريحها، وإن ريحها لتوجد من مسيرة كذا وكذا (رواه مسلم)

Artinya, “Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasululloh -shallallohu alaihi wasallam- bersabda, “ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah saya melihatnya. Suatu kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi yang dengannya mereka memukul manusia dan para wanita yang berpakaian tapi telanjang, melenggak-lenggok dan kepala mereka seperti punuk unta. Mereka tidak masuk surge dan tidak akan mencium wanginya, padahal wanginya tercium dari jarak segini dan segini”. (HR. Muslim).

Al-Hamdulillah, segala puji milik Alloh, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah Shallallohu ‘Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.

Banyak ayat dan hadits memerintahkan untuk berteman dengan orang-orang baik dan shalih. Karena teman seperti itu akan membantu dan mendorong kita berbuat baik. Berbeda dengan teman buruk, akibat buruk paling rendah mereka akan membuat waktu kita habis sia-sia tanpa berguna. Bahayanya terbesarnya, berteman dengan mereka bisa merusak iman dan agama kita, sehingga akan bersama mereka di akhirat kelak. Karena itu Al-Qur’an dan Sunnah sangat-sangat melarang berteman dengan mereka.

Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (QS. Al-Kahfi: 28).

Ini merupakan perkara penting dalam hidup, karena setiap insan itu harus berteman. Ia harus memiliki kawan dan sahabat. Ia harus hidup bersama orang lain untuk berinteraksi dan bahu membahu.

Jika demikian, di mana kita bisa temukan teman-teman yang baik? Siapa yang ingin mendapatkan teman-teman yang shalih hendaknya ia mencarinya di masjid-masjid. Karena orang shalih banyak ditemukan di sana. Di sana ditegakkan ibadah kepada Alloh, disuarakan zikir, dikaji petunjuk-Nya, ditegakkan nasehat agama dan kegiatan-kegiatan positif lainnya. Sungguh para ulama salaf menilai orang berdasarkan ilmu, akhlak, pengamalannya terhadap sunnah, dan kiprahnya untuk dien ini.

Bahaya Memiliki Teman Jahat

Beberapa hari lalu kita dibuat sedih dengan pemberitaan yang mengangkat tawuran para pelajar. Bahkan ada beberapa pelajar tewas karenanya. Umumnya, tawuran dilakukan tidak sendirian. Tawuran dilakukan secara berkelompok oleh beberapa orang. Umumnya, mereka terikat dengan hubungan pertemanan, entah satu sekolah atau selainnya.

Tawuran seolah sudah menjadi hiburan. Bahkan dijadikan sarana untuk memperkuat ikatan persahabatan. Satu emosi bisa terbentuk saat ada lawan yang harus sama-sama disasar. Solidaritas buruk juga akan terbangun saat ada salah seorang mereka yang manjadi korban.

Keberanian dan kenekatan untuk menyakiti orang, bahkan sampai membunuh, tidak lepas dari pengaruh group tersebut. Seorang anak yang penakut bisa menjadi sangat bringas karena adanya kawan-kawan yang mengompori dan mempengaruhinya. Ini adalah fakta. Tak bisa diabaikan. Akibat salah pertemanan, banyak orang, -di antaranya remaja- menjadi rusak, nakal, dan kejam.

Maka tepatlah sabda Nabi Shallallohu ‘Alaihi Wasallam sebagai peringatan bagi kita, “Janganlah engkau berkawan kecuali dengan orang beriman dan janganlah memakan makananmu kecuali orang bertakwa”. (HR. Abu Dawud dan al-Tirmidzi dengan sanad yang tak bermasalah)

Dalam hadits lain, “Seseorang bersama orang yang dicintainya”. (HR. Muttafaq ‘Alaih)

Dan dalam hadits lain lagi disebutkan, “Seseorang berada di atas agama teman dekatnya, maka hendaknya ssalah seorang kamu memperhatikan dengan siapa ia berkawan”. (HR. Abu Dawud dan al-Tirmidzi dengan sanad shahih)

Benar, seseorang akan terpengaruh dalam agama dan akhlak sesuai dengan orang yang diakrabinya. Maka hendaknya ia memilih siapa yang akan menjadi teman akrabnya. Jika ia orang baik, ia akan menjadi bagian dari pelaku kebaikan. Jika sebaliknya, maka ia akan menjadi seperti mereka. Intinya, bahwa hadits di atas mengarahkan kepada kita agar memilih teman atau sahabat yang baik.

Peringatan Al-Qur’an dari Teman Jahat

Sesungguhnya Alloh telah memperingatkan hamba-Nya dari orang-orang buruk lagi jahat. Tujuannya, agar mereka tidak berteman karib dan berkawan akrab dengan mereka.

Alloh Ta’ala berfirman,

وَإِذَا رَأَيْتَ الَّذِينَ يَخُوضُونَ فِي آيَاتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ وَإِمَّا يُنْسِيَنَّكَ الشَّيْطَانُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرَى مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

“Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika setan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang lalim itu sesudah teringat (akan larangan itu)”. (QS. Al-An’am: 68)

Peringatan keras kepada orang yang masih berteman dengan orang jahat dan berperilaku buruk, “Maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu)”. (QS. Al-An’am: 68).

Janganlah duduk-duduk dan nongkrong bersama orang-orang zalim (pendosa), karena Alloh telah melarangnya. Jika tidak, maka diakhirat mereka akan saling belepas diri dan menyalahkan. Salah seorang mereka berkata, “Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab (ku)” . (QS. Al-Furqan: 28).

Doa Berlindung dari Teman Jahat

Jelaslah, berteman dengan orang jahat sangat berbahaya. Kita harus khawatir terhadapanya dan berusaha menghindarinya. Selain usaha, doa tak boleh ditinggalkan. Rasululloh Shallallohu ‘Alaihi Wasallam telah mencontohkan kepada kita doa berlindng dari kawan yang buruk.

اَللَّهُـمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ يَوْمِ السُّوْءِ، وَمِنْ لَيْلَةِ السُّوْءِ، وَمِنْ سَاعَةِ السُّوْءِ، وَمِنْ صَاحِبِ السُّوْءِ، وَمِنْ جَارِ السُّوْءِ فِيْ دَارِ الْـمُقَامَةِ

“Ya Alloh, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hari yang buruk, malam yang buruk, waktu yang buruk, teman yang jahat, dan tetangga yang jahat di tempat tinggal tetapku”. (HR. Al-Thabrani dalam al-Kabir-nya (14227) dengan isnad yang shahih. al-Hafidz Al-Haitsami menyebutkannya dalam Majma’ al-Zawaa-id (10/144) dan mengatakan: Diriwayatkan al-Thabrani dan Rijalnya rijal shahih kecuali Bisyr bin Tsabit al-Bazzar, beliau tsiqat. Lihat juga Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 1443).

Berlindung dari teman yang jahat adalah teman yang tidak membuat aman -baik pada kehormatan, harta, rahasia-, tidak menolong dalam kebaikan, mengajak kepada kemaksiatan, dan mendorong kepada keburukan. Maka pilah-pilihlah teman. Bertemanlah dengan orang baik. Karena seorang teman akan memberi pengaruh kepada siapa yang ditemaninya. Wallohualam.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *