KH Hasan Basri, Kandidat Kuat Ketua MUI Kota Bekasi

Umum834 Dilihat

DI Makkah, KH Hasan Basri mengatakan bahwa dirinya siap maju menjadi salah satu kandidat Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi. Syaratnya cuma satu, ditunjuk mewakili MUI-MUI di 12 kecamatan yang ada di Kota Bekasi. Seperti diketahui, periode kepengurusan lama, 2019-2024 akan berakhir Desember 2024 dan langsung menggelar prmilihan mencari pengurus baru.

Demikian disampaikan KH Hasan Basri yang membawa 90 jamaah haji lewat KBIHU As-Salam miliknya–kepada wartawan koranbekasi.id Zulkarnain Alfisyahrin di Makkah, Minggu (23/6/2024).

Diakuinya, bahwa dirinya tak punya ambisi berlebihan untuk jadi ketua umum. “Semua ini berawal ketika kita kumpul-kumpul antar ulama dari MUI 12 kecamatan. Mereka meminta saya selaku putra daerah bersedia jadi kandidat ketua umum MUI Kota Bekasi. Ya, karena diminta waktu itu saya belum mengiyakan. Di sini, di Tanah Suci Makkah baru saya setuju, saya siap jika 12 MUI Kecamatan mendukung saya,” ujar pria berusia 78 tahun dan punya 23 cucu tersebut.

KH Hasan Basri juga sudah meminta restu dari calon walikota Tri Adhianto. Bahkan Tri menjanjikan nantinya kalau dirinya terpilih sebagai walikota Bekasi, akan mendirikan satu gedung tempatnya semua ormas Islam ada di dalamnya, terutama MUI Kota Bekasi.

Bagaimana persiapan jadi calon ketua umum MUI Kota Bekasi? KH Hasan Basri sudah memastikan bahwa dari pertemuan itu, terbentuk forum MUI tingkat Kecamatan se-Kota Bekasi yang diketuai Acep Basuni. Forum ini akan melakukan rapat-rapat rutin untuk menjagokan KH Hasan Basri.

“Kalaupun saya terpilih nantinya, saya akan melakukan pembenahan yang belum tercapai di kepengurusan sebelumnya. Yang jadi pertanggungan saya nanti adalah finansial, itu yang mesti dijaga. Alhamdulillah sekarang kita sudah didistribusikan masing-masing kecamatan Rp50 juta untuk dana operasional dari MUI Kota Bekasi. Sebelumnya hanya Rp2 juta, kita bersyukur tapi kan itu tidak cukup untuk setahun,” tegas bapak dengan sembilan putra dan putrinya yang semuanya sudah menikah.

Bagi KH Hasan Basri, di usianya yang sudah cukup tua saat ini, namun masih diberi kesehatan, dia ingin tetap bermanfaat bagi masyarakat lainnya. Apalagi jabatannya saat ini adalah Ketua MUI Bekasi Barat.

“Saya punya yayasan pendidikan mulai tingkat TK, SD, SMP, dan SLTA di lingkungan tempat tinggal saya. Bangunan klinik saya sedang dalam tahap pembangunan. Semua anak-anak saya yang mengelolanya. Artinya saya sudah cukup lah. Makan saya setiap hari cukup sederhana, ada ikan asin. Saya hanya ingin bermanfaat bagi orang lain,” papar KH Hasan Basri yang mengaku setiap hari mengkonsumsi Minyak Zaitun dan Habatussaodah.

Dua jenis minyak ini dia beli di tempat penyulingannya di kota Thoif. Bahkan, begitu tiba di Makkah hingga hari ini KH Hasan Basri sudah meminum tiga derigen kecil minyak zaitun.

“Dua minyak itu yang setiap hari saya minum untuk kesehatan. Alhamdulillah, tubuh saya sehat dan fit betul,” ucap KH Hasan Basri. ***

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *