Rahmadias Faris Zakaria, Si Penjajak Koran Bekas dan Es Mambo yang Sukses Bangun 3 Showroom Mobil DBM

by -78 views
Rahmadias Faris Zakaria
Read Time3 Minute, 6 Second

RAHMADIAS Faris Zakaria, mungkin nama itu asing bagi orang awam. Tapi bagi para pecinta otomotif atau yang suka berkecimpung di dunia jual beli mobil, sudah pasti kenal dengan pria yang sering akrab disapa Dias tersebut. Apalagi kalau sudah dengar nama showroomnya, Dias Berkah Motor (DBM).

Bagi warga Kota Bekasi yang sering melintas di Pekayon, Mustikasari, dan Padurenan pasti akan menemukan yang namanya DBM. Di balik kesuksesannya memiliki tiga cabang showroom mobil, siapa sangka Dias kecil dulunya pernah menjadi penjual koran bekas yang biasa dijajakannya di sekitar area nonton layar tancap dekat rumahnya di Mustikasari.

Anak tunggal pasangan Zakaria dan Arisna ini sudah terlihat memiliki bakat berbisnis sejak Sekolah Dasar (SD). “Kalau malam-malam biasanya ada layar tancep dekat rumah saya, disitulah saya jual koran untuk alas duduk. Modal korannya saya ambil dari koran-koran bekas bapak yang sudah selesai dibaca,” kata Dias.

Selain menjual koran bekas, bocah Bekasi ini juga pernah menjadi pedagang es mambo yang biasa ia jual saat pulang sekolah. “SD tuh saya sudah tau cari duit. Kalo lagi ga dagang koran, saya jualan es mambo. Saya jualin di sekolah saya, atau saya jualin ke temen-temen saya sambil naik sepeda,” lanjut Dias.

Masuk Sekolah Menengah Pertama hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) usaha Dias tidak berhenti sampai disitu. Dengan bekal belajar nyetir dari supir angkot milik orang tuanya, Dias pun belajar nyetir dengan membawa angkot sebelum dirinya berangkat sekolah.

“Jadi SMA itu kita sudah jadi supir angkot. Malu?? Ga sama sekali, yang penting tidak merepotkan orang tua dan bisa nyari duit halal sendiri,” jelas Dias.

Hingga masuk dunia perkuliahan, Dias yang saat itu menempuh pendidikan di YAI Salemba juga tidak meninggalkan bakat usahanya. Dunia yang seharusnya penuh dengan kenangan bersama teman-teman dan kekasih tak dipakai Dias. Buktinya, selama kuliah Dias juga tetap sibuk menjalani usaha. Usahanya kali ini, tak jauh menjadi supir sama seperti waktu dirinya duduk dibangku SMA.

“Awal masuk kuliah saya naik bus AKAP. Cuma lama-lama saya pikir capek juga tiap hari naik Bus AKAP. Akhirnya saya minta di DP in mobil carry sama orangtua saya. Akhirnya setelah Carry sudah saya pegang, saya putar otak untuk bisa bayar cicilannya. Akhirnya saya buka layanan antar jemput karyawan yang setiap hari saya temui di Bis. Wah pokoknya sampai selesai kuliah saya tidak ada waktu buat pacaran, paling cuma lirik-lirikan sama idola saya. Orang setiap hari berkutat sama penumpang yang tiap hari saya antar jemput,” kata Dias sambil tertawa.

Berbekal niat dan usaha yang gigih hingga lulus kuliah, Dias mendapatkan ilmu berbisnis gratis lewat pengalaman-pengalamannya selama duduk di bangku SD hingga lulus kuliah.

Ia sadar meskipun hidup sebagai ank tunggal dari bapak yang menjadi pegawai negeri sipil (PNS), tak menjadikan Dias menjadi manja dan mengharapkan jajan dari orangtua.

Akhirnya singkat cerita, bermodalkan jaringan dan relasinya selama duduk di bangku kuliah, bapak tiga anak ini bisa membuka tiga showroom sejak 2011. Bahkan DBM yang ia rintis sudah mendapatkan penghargaan ‘Jenderal’, sebuah penghargaan bagi showroom yang bisa menjual mobilnya hingga 15 unit setiap bulannya. Dias sadar usahanya selama ini berkat kerja keras dan doa kedua orang tuanya. “Intinya tidak ada orang yang berhasil tanpa melewati proses dan bantuan dari orang lain. Selain kerja keras, kita juga harus tetap ikhtiar dan berdoa kepada Tuhan YME. Dan kunci sukses saya dalam menjalankan bisnis ialah komitmen,” kata Dias.

Di balik kesuksesannya, ada satu hal yang belum ia belum wujudkan, yakni memberangkatkan kedua orangtuanya ke tanah suci. “Insya Allah dalam waktu dekat ini niat saya ingin memberangkatkan orang tua saya naik haji. Saya sadar, selain dukungan dari istri dan anak-anak saya, ada kedua orang tua saya yang selalu mengingatkan saya shalat untuk doa buat keselamatan saya sekaligus membukakan jalan untuk keberhasilan saya. Dan alhamdulillah saya bisa seperti sekarang,” tutup Dias. (jimmy)

 

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *