Mengolah Kreatifitas dan Inovasi Daya Literasi Menjadi Pemantik Writerpreneur (2)

by -675 views

Penulis: Yoni Haris Setiawan
(Direktur QM Lembaga TEMALI/Penggagas Rumah Bimbel Literasi Indonesia QURUTA)

APAKAH karya literasi dapat menjadi penghasilan? Tidak, ketika seseorang hanya pada ranah minat, suka, hobi dan gemar membaca dan menulis sebagai kewajiban saja. Namun, ketika membaca dan menulis itu telah menjadi daya (kekuatan–energi–kecepatan–pemberdayaan) literasi, maka seseorang akan menjadi writerpreneur. Bagaimana caranya?

Ada yang menarik sepanjang bulan September, Oktober, November dan juga memasuki bulan Desember 2021 yaitu Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Hari Sumpah Pemuda, Hari Pahlawan, Hari Guru Nasional, dan Hari Ibu. Kegiatan-kegiatan ini diperingati dan dilakukan melalui daring/online ceremonial.

Momen ini dimanfaatkan untuk membangkitkan dan menumbuhkan literasi karya inovatif (Literaktif). Ruang itupun terbuka seluas-luasnya untuk mengapresiasi dan mempublikasikan karya tenaga didik dan kependidikan PAI. Tema-tema dan subtema dalam penulisan karya literasi yang disajikan diselaraskan dengan KI/KD Mapel PAI dan Tematik Kurikulum 2013.

Tema-tema yang terdapat dalam aspek Alquran, Aqidah, Akhlak, Fiqih dan SPI, seperti surat-surat pilihan, hormat dan patuh kepada orangtua, guru, al-Asmaul Husna, meyakini kisah Nabi dan Rasul, keteladanan, patriotisme atau kepahlawanan dan lain sebagainya yang diejawantahkan melalui rangkaian diksi dan kalimat yang apik dan berkarakter.

Implementasi Writerpreneur Literaktif menjadi awal yang baik, salah satunya adalah Jefpi Milda (GPAI SDN 124 Palembang, Sumatera Selatan). Ia telah menjalankan rangkaian proses Kelas Belajar Menulis Tuntas Literaktif berbasis Produk melalui daring/online. Berikut beberapa karya hasil penuangan ide, imajinasi, olah rasa, olah jiwa, olah hati Literaktif Jefpi Milda yang dapat dinikmati!

(1) MERINDU
Sepi sunyi sendiri/Hening dingin merintih/Sedih sendu meratapi/Sayapku yang patah kini.
Jauh jauh pergi/Tak mungkin akan kembali/Meninggalkan ibu sendiri/Menyisakan kerinduan di hati.
Masih tergiang semua petuah/Masih terbayang sendunya wajah/Basah Kulihat kerutan mata/Seakan mengisyaratkan inilah tiba saatnya.

Rabbighfirli waliwalidayya warhamhuma kamaa rabbayani saghira
Ya Rabbi/Ampunilah dosa Ayah/Terimalah segala amal ibadah/Pertemukanlah kami kembali/Di surga Firdaus-Mu nanti.

Talang Betutu, Sukarami, Palembang-Sumatera Selatan,
Jumat, 29 Oktober 2021; 10:30 WIB.
Mendengarkan lagu Sabyan El-Oum
***0***

(2) PENERANG DALAM KEGELAPAN
Kami manusia yang merasa gundah/yang merasa gelisah/yang tak tahu arah/yang selalu salah langkah.
Lalu hadirlah manusia yang mulia/yang dilahirkan tanpa seorang Ayah/yang dibesarkan tanpa seorang Ibu tercinta/Tumbuh dan berkembang dengan pantang menyerah.
Budi luhur serta tutur kata/Menentramkan jiwa/Kejujuran dan kesabaran/Meluluhkan hati dan mata.

Walau kami tak pernah berjumpa/tak pernah bertatap mata/Namun kami rindu dan cinta.
Kepada pembawa rahmat bagi alam semesta/Ya, Rasulullah/Baginda Rasul Muhammad SAW suri tauladan kami/penerang dalam hidup kami/Sang penerang dalam kegelapan.

Tara Residence, Kenten, Banyuasin-Sumatera Selatan,
Ahad, 03 Oktober 2021; 15:00 WIB.
Menjemput rezeki dan ridho Ilahi, Prabumulih-Talang Keramat
***0***

(3) PANGLIMA PERANG
Kala senja telah tiba/Matahari perlahan menutupi dirinya/Malu-malu surya pun sirna/Berganti bulan yang penuh cahaya.
Waktu berganti waktu/Hari berganti hari/Masa lalu pun telah berlalu/Namun kini semuanya masih disini.
Nama indah itu tak pernah hilang/Jasa yang besar itu tak pernah lekang/Perjuangan yang hebat itu tak pernah padam/Kisah yang bersejarah itu tak pernah karam.

Wahai Panglima Perang!/yang tak lelah berjuang/yang selalu berani menantang/Semua para pembangkang.
Kini dunia kami serasa lepas/Kami dapat menghirup udara bebas/Pengorbanan dan perjuangan selalu membekas/Sungguh jasa para pahlawan tak dapat kami balas.

Tara Residence, Kenten, Banyuasin-Sumatera Selatan,
Kamis, 29 Oktober 2021; 17:35 WIB.
Seusai mendidik Santri Al-Fatonah
***0***

(4) TANAH IBU PERTIWI
Gegap gempita langkah kaki/Semangat juang tak pernah henti/Sigap siaga dalam beraksi/Membela bangsa dan negeri.
Seru menyeru menjadi satu/Berpadu dan menyatu/Serbu menyerbu tanpa ragu/Siap gugur demi bangsaku.
Maju pantang mundur/Berani tanpa malu-malu/Laju tak kenal undur/Siap mati tanpa ragu.

Baju itu tak putih lagi/Darah itu tak merah lagi/Namun semangat tak pernah mati/Membela tanah air Ibu Pertiwi.
Negeriku kini telah terkais/Perlahan mulai terkikis/oleh para petisi negeri yang egois/Haus akan koin-koin bagai pengemis.

Mata tak boleh menangis/Hati tak boleh meringis/pikiran tak boleh pesimis/Harus bangkit dan optimis/Melawan kebatilan yang tak kan lama lagi akan habis.

Talang Betutu, Sukarami, Palembang-Sumatera Selatan,
Jumat, 29 Oktober 2021; 11:45 WIB.
Sembari menunaikan kewajiban sebagai pendidik
***0***

(5) SURABAYA MEMBARA
10 November 1945, tepat 76 tahun berlalu/Tak henti-hentinya suara gemuruh peluru/Berdentam, berdentum tak kenal waktu/Menyerang, menyeru dan menyerbu.
Berpuluh-puluh tentara gugur dan jatuh/Bahkan beribu rakyat mati dan luluh/Berlumur-lumur darah merah dengan penuh/Membanjiri Surabaya dengan air darah yang keruh.

Belum genap tiga bulan Indonesia merdeka/Para penjajah tak henti-hentinya berkuasa/Ingin menjadikan negara jajahan Hindia Belanda /Mengibarkan bendera merah-putih-biru mereka /Di bawah perintah Ploegman yang bedebah.

NamunPemuda Surabaya tak tinggal diam/Dengan semangat juang Bung Tomo telah membangkitkan/Tepat di Hotel Yamato yang mencekam/Bersama Sidiq, Hariyono, Koesno dan Soedirman/Siap dengan nyawa menurunkan dan bendera biru dirobekkan/Lalu dengan sigap menjadikan Bendera Merah Putih dengan bangga dikibarkan.

Merdeka! Merdeka!/Pekikan rakyat Surabaya menggelegar Bumi Nusantara/Walau nafas diujung tombak/Nyawa diujung peluru/Raga terbawa ombak/Rela gugur demi negeriku.
Laksana Sungkono dan Surachman yang sigap memimpin pertempuran/Melawan tentara Inggris nan garang dan kejam/Siap gugur dan rela berkorban.
Bersumpah demi negeri/Merdeka atau Mati/Tak ada harga mati/Demi kemerdekaan Ibu Pertiwi.
Sekali merdeka tetap merdeka!

Talang Betutu, Sukarami, Palembang-Sumatera Selatan,
Senin, 21 November 2021: 15:20 WIB.
Sudut ruang kantor tempat mengabdi
***0***

(6) AL-BAQI
Ketika bumi diguncangkan/ langit diruntuhkan/laut dileburkan/alam semesta hancur berhamburan.
Dunia hancur tak beratur/Jagad lebur tak teratur/Negeri fana gugur.. tak terkubur/Mascapada pudur tak berumur.
Saat itu/hanya satu yang utuh/Hanya satu yang tak runtuh/Hanya satu yang tak luluh.

Qul huwa Allahu ahad; Allah Yang Maha Satu/Allahus shomad; Allah hanya tempat mengadu.
Yang Maha kukuh, yang tak akan pernah musnah/Yang Maha Kekal, yang tak akan pernah punah/Yang Maha Pasti, yang tak akan pernah mati/Yang Maha Abadi Allahul Baqi.

Talang Betutu, Sukarami, Palembang-Sumatera Selatan,
Rabu, 03 November 2021; 11:25 WI.B
Sudut kelas sembari memandangi wajah wajah lugu nan berseri
***0***

(7) AL-MAUN
Ketika manusia tak peka pada sesama/manusia menjadi syirik dan ria/manusia tanpa sadar berbuat dosa/Tanpa terasa telah mendustakan agama.
Fazaa likallazii yaduulyatiim/Itulah orang yang menghadik anak yatim/Walaa yahuddu alaa thoaa milmiskiin/Dan tidak menganjurkan memberi makan fakir miskin.

Anak yatim anak yang mulia/Diijabah setiap do’anya/Rasulullah sayang dan cinta/Dilindungi Allah setiap masa. Celakalah/Orang yang lalai dalan salatnya/Orang yang menampak-menampakkan Ibadahnya/Dan orang yang enggan membantu sesama.

Berbagi memperluas harta/Bersedekah menjadikan kaya/Beramal salih memperoleh pahala/Beribadah semata-mata karena Allah taala.

Tara Residence, Kenten, Banyuasin-Sumatera Selatan,
Senin, 08 November 2021; 22:00 WIB.
Sudut ruang Lesehan, peraduan imajinasi dan inspirasi.
***0***

(8) NABI DAUD
Hidup pada masa raja Talut/Melawan kerajaan raja Jalut/Berperang tak kenal takut/Membuat para musuh berlutut.
Suara indah dan merdu/Menenangkan hati dan kalbu/Bertasbih setiap waktu/Menyebut Asma Allah selalu.
Gunung-gunung bertasbih/Burung-burung bernyanyi/Melantunkan ayat-ayat dengan fasih/Mengikuti Nabi Daud mengaji.

Merendahkan hati dengan bersujud/Menghabiskan malam dengan tahajud/Berzikir dan berdoa sehabis tasyahud/Beramal salih dan berakhlak mahmud.
Taat ibadah dan berpuasa/Melunakkan besi dan baja/Kitab Zabur sebagai tanda dipercaya/Begitu banyak mukjizat yang diterima.

Tara Residence, Kenten, Banyuasin-Sumatera Selatan,
Senin, 08 November 2021; 20:40 WIB.
Sudut ruang dingin, bilik ternyaman dengan hembusan angin.
***0***

(9) WANITA TANGGUH

Ibu/Bidadari yang selalu tersenyum padaku/Lemah lembut dan berwajah syahdu/Tutur kata menyejukkan kalbu/Bermata indah nan sendu.
Ibu/Wanita yang tangguh/Hanya dengan satu tubuh/Mampu merawat anak sepuluh/Meredam kata mengeluh/Menjaga dan mengasuh/Bermandi keringat dan peluh.

Dari Senin hingga Ahad/Bergelut dengan waktu/Sebelum fajar hingga malam berlalu/Memasak, membasuh, mengobati hingga menjadi guru/Lelah.. namun tak pernah sekalipun mengadu

Ibu/Bagai matahari yang selalu menyinari/Bagai hujan yang selalu membasahi/Bagai pohon yang selalu melindungi/Bagai pelangi nan indah menyejukkan sanubari.
Kini/Wajah syahdu itu mulai berkerut/Kulit tangan nan indah mulai keriput/Energi muda mulai susut/Namun semangat tak pernah surut.

Kasih Ibu takkan terhenti/Cinta Ibu selalu abadi/Takkan pernah mati/Walau masa berganti
Ya Allah, Ya Rabbi/Dosa Ibu mohon diampuni/Kesehatan selalu diberi/Bahagia dunia dan akhirat nanti

SDN 124 Palembang, Talang Betutu, Sukarami,
Palembang-Sumatera Selatan, Senin, 29 November 2021; 07:50 WIB.
Disela-sela mengawasi ujian PAS siswa/siswi
***0***

(10) PEMBANGUN INSAN CENDEKIA
Bagai secercah cahaya, menyinari kegelapan/Bagai setitik embun, membasahi kekeringan/Membawa dan menunjukkan luasnya cakrawala/Mengisi jiwa yang kosong dan hampa/Menanamkan pribadi dan akhlak mulia.
Mengajar tanpa mengenal lelah/Mendidik tanpa keluh kesah/Membimbing dari segala arah/Menuntun menjadi insan berfaidah.

Wahai Guru yang tercinta!!!/Pengemban amanat yang mulia/Penyuluh bangsa demi kekuatan negara/Garda terdepan menyelamatkan dunia/Pencipta generasi bangsa/Pembangun insan cendekia.

Tara Residence, Kenten, Banyuasin-Sumatera Selatan,
Selasa, 30 November 2021; 03:40 WIB.
Sudut ruang 3×6 persegi panjang, bilik ternyaman
***0***

Writerpreneur untuk Prestasi Guru

Adalah DPD AGPAII Kabupaten Purwakarta yang dipimpin Hj Lulu Makiyah SAg MPdI menggandeng/berkolaborasi dengan Quruta Management Lembaga TEMALI telah menyelenggarakan kegiatan PENTALOKNAS Literasi Publikasi Karya Ilmiah dan Karya Inovatif yang diikuti para Guru PAI, Kepala Sekolah, Pengawas PAI (jenjang PAUD/TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK/MAK), Mahasiswa, dan Masyarakat Pembelajar dari Kab. Purwakarta, Kab. Cianjur, Kab. Bogor, Kab. Kuningan, Kota Palembang (Sumsel), dan Kab. Siak (Riau).

Karya Inovatif sering diabaikan beberapa pihak termasuk Penilai Angka Kredit dan guru. Kecenderungan pemahaman saat ini, bahwa hanya Publikasi Karya Ilmiah (PTK, Jurnal, Artikel, dll) yang dapat dijadikan PAK. Namun apabila dibedah lebih mendalam, teliti dan detail sesungguhnya Karya Inovatif dapat memenuhi PAK melalui hasil literasi produk baik yang diterbitkan atau dipublikasikan media massa maupun buku.

Peraturan Menteri yang terkait dengan Angka Kredit Guru dan Pengawas dalam karya inovatif (seni jenis sastra; puisi) telah mengatur bahwa untuk satu judul buku kumpulan Puisi memiliki nilai kriteria kategori sederhana nilai 2 (dua, 20 judul puisi). Sedangkan kategori kompleks memiliki nilai 4 (empat. 40 judul puisi) diterbitkan media masa kab/provinsi ber-ISBN atau yang diterbitkan media massa nasional ber-ISSN dan diedarkan secara luas.

Sesungguhnya dengan mengolah ideas, imajinasi, ekspresi, pengalaman, kreatifitas dan inovasi daya literasi menjadi pemantik writerpreneur. Writerpreneur adalah entrepreneur atau wirausaha yang bergerak dibidang menulis/penulisan (writer).

Seorang penulis yang menciptakan produk tertulis, berpartisipasi dalam menciptakan merek (branding) yang ditulisnya, dan secara aktif mempromosikan branding tersebut melalui berbagai outlet/media (penulis yang menghasilkan poin dan koin). Kuncinya adalah fokus, tekun, konsisten, komitmen, berkelanjutan dan tidak pantang menyerah untuk terus-menerus menghasilkan karya tulis. Literasi merupakan kebutuhan, profesionalitas, mengeksplorasi, mengelaborasi dan mengkonfirmasi bukan kewajiban.

Selain peran peserta didik dalam mengaplikasikan kegiatan pembelajaran, peran guru juga tidak lepas mengaplikasikan kegiatan mengeksplorasi, mengelaborasi dan mengkonfirmasi saat mengadakan proses belajar mengajar, apapun kurikulum yang digunakan. Untuk bergerak bersama secara nyata meningkatkan profesionalitas, kompetensi dan kualitas serta menjadi solusi dalam menemukan/menciptakan karya seni (jenis karya seni sastra; puisi) untuk memenuhi angka kredit.

Barangkali secara bersama-sama, saatnya Guru PAI, Pengawas PAI, Kepala Sekolah serta organisasi profesi PAI mempelopori untuk membangkitkan, menumbuhkembangkan, menggiatkan, bergerak dalam meningkatkan Literaktif baik untuk peserta didik, sesama guru, dan komponen masyarakat lainnya. Profesionalitas Guru PAI sangat berperan dalam mewujudkannya. [*]

Wallahu alam bish-shawab
#Salam Literasi; Indonesia_Berkarya!!!
#Salam Guru Literat; Semangat_Hebat_Literat!!!

Bersambung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.