Covid-19 Omicron: Dilematika Guru Antara Tugas, Dedikasi, dan Berkarya -06-

by -251 views

Penulis: Yoni Haris Setiawan

(Direktur QM Lembaga TEMALI/Penggagas Rumah Bimbel Literasi Indonesia QURUTA)

TAHUN BERGANTI, waktu terus melaju, sementara ada yang hilang, datang, dan menggantikan. Sontak diakhir tahun 2021 dikejutkan dengan datangnya varian baru virus OMICRON, sedangkan Covid-19 saja masih belum terselesaikan penanggulangannya. Bagaimana guru menghadapi kondisi ini dalam menjalankan aktifitasnya?

Dalam UU  14/2005 menyatakan bahwa, Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Salah satu kewajiban guru yang tercantum dalam Pasal 20 yaitu, Merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran; Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

Adapun Pasal 14 menjelaskan Hak guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan diantaranya, Mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja; Memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual; Memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi; Memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasarana pembelajaran untuk menunjang kelancaran tugas keprofesionalan; Memperoleh pelatihan dan pengembangan. profesi dalam bidangnya.

Lembaga/Organisasi Dalam Menerapkan Kebijakan Pemerintah

Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (DPD AGPAII) Kab. Purwakarta yang dipimpin Hj. Lulu Makiyah, S.Ag., M.Pd.I. menggandeng/berkolaborasi dengan Quruta Management Lembaga TEMALI dalam menyambut kebijakan Pemerintah, salah satunya yaitu Hak guru untuk Memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual; Memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi; dan Memperoleh pelatihan dan pengembangan. profesi dalam bidangnya.

Secara nyata DPD AGPAII dan QM Lembaga TEMALI telah menyelenggarakan kegiatan Pelatihan dan Lokakarya (PENTALOKNAS) Literasi Publikasi Karya Ilmiah dan Karya Inovatif yang diikuti para Guru PAI, Kepala Sekolah, Pengawas PAI , Mahasiswa, dan Masyarakat Pembelajar dari Kab. Purwakarta, Kab. Cianjur, Kab. Bogor, Kab. Kuningan, Kota Palembang (Sumsel), dan Kab. Siak (Riau).

Adalah Rini Anggraeni (GPAI SMPN 1 Pasawahan, Purwakarta-Jawa Barat).yang telah menjalankan rangkaian proses Kelas Belajar Menulis Tuntas Literasi Karya Inovatif (Literaktif) berbasis Produk melalui daring/online. Berikut hasil penuangan ide, imajinasi, olah rasa, olah jiwa, olah hati Literaktif Rini Anggraeni yang dapat dinikmati!

(1) DUA CINTA
Kutatap wajah yang tak muda lagi/Semakin terlihat kerutan dan kelelahan/Geraknya semakin lambat dalam kepapaan/Namun kasih sayang tetap terpancar dalam kehangatan.

Binar mata penuh harapan/Doa-doa terus dipanjatkan/Tak lelah diri berjuang mencukupi/Untuk buah hati ciptakan kebahagiaan.

Kadang Kulihat mata yang sendu/Menerawang entah apa yang dipikirkan/Mungkin kekhawatiran akan masa depan/Saat anak-anak beranjak pergi meninggalkan.

Ayahanda!!!/Ibunda!!!/Di ujung senja Ku mengadu/Memohon ampun akan masa lalu/Bersimpuh pada penguasa rindu/Kuminta surga untuk kebahagiaan kedua orangtuaku.

Pondoksalam, Purwakarta Jawa-Barat,
Senin, 27 September 2021; 16:00 WIB.
***0***

(2) PROFESI TAK BERDASI
Guruku/Pagi berselimut embun menemani/Langkah terus beranjak menapaki/Bersama semangat yang menjulang tinggi/Berjuang untuk kemajuan negeri/Dengan bekal ilmu yang dimiliki.
Guruku/Dari pelosok negeri sampai ibukota/Para pahlawan pendidikan bergerak satu suara/Tebarkan ilmu untuk generasi bangsa/Wujudkan Indonesia yang damai sejahtera.

Guruku/Janji suci telah terpatri/Tunaikan tugas mengabdi untuk negeri/Walau kini banyak intimidasi/Tak membuat diri tinggalkan profesi.

Guruku/Banyak guru yang tak berdasi/Karena kebijakan yang terus berganti/Pengabdian seolah tak berarti/Terlindas oleh kepentingan penguasa negeri.

Guruku/Lihatlah murid yang telah ditempa/Kini, berhasil dengan gelar dan harta/Rasa bahagia menghiasi dada/Walau dirimu tetap jauh dari sejahtera.

Guruku/Tak ada yang harus disesali/Mengajar telah menjadi pilihan diri/Tunaikan tugas mencari ridho Ilahi/Kesuksesan pasti akan menyertai.

Guruku/Walau profesi yang tak berdasi/sejuta prasasti terukir dalam prestasi/Mengabdi untuk negeri lebih bermakna daripada seutas dasi/Utamakan bangun karakter untuk setiap generasi.

Pondoksalam, Purwakarta-Jawa Barat,
Ahad, 3 Oktober 2021; 17:00 WIB.
Sambil menulis Ijazah
***0***

(3) TELADAN KAMI
Ribuan tahun jarak Baginda pada kami/Ribuan kilo meter tempat Baginda tuk kami kunjungi/Namun jauhnya waktu dan jarak tak menghalangi/Tuk kami mengenal dan mencintai.

Kisah Baginda Rasulullah akan terukir abadi/Bersama ajaran yang tiada pernah mati/Islam Rahmatan lil alamin dijunjung tinggi/Membawa kedamaian di alam bumi.

Sosok yang mulia menjadi panutan yang dirindui/Sabda Baginda Rasulullah menjadi penuntun menerangi/Ahlak mulia menjadi pribadi yang membumi/Meluluhkan para hati yang membenci.

Ya, Rasulullah, kekasih kami/Pancaran cahaya kasih Baginda Rasulullah menyinari/Di hari akhir kelak nanti/Syafa’at menjadi bukti cinta Baginda Rasulullah pada kami.

Lantunan shalawat akan selalu menggema/Menyampaikan salam dan rindu bertemu/Kepada Junjungan penyejuk hati/Baginda alam Muhammad Shalallahu alaihi wassalam.

Ruang Keluarga, Pondoksalam
Pasawahan, Purwakrta-Jawa Barat,
Sabtu, 23 Oktober 2021; 05:10 WIB.
***0***

(4) JAGALAH SEMANGATMU
Semangat membara menggelora didalam hati/Bergerak berjuang demi Bumi Pertiwi/Merdeka atau mati adalah janji suci/yang telah terpatri di dalam sanubari.

Tak gentar diri melawan senjata api/Bambu runcing setia menemani/Gema takbir berkumandang mengiringi/Darah bercucuran menjadi saksi.

Pemuda bersatu mengikat janji/Kibarkan Panji Merah Putih dilangit Indonesia/Keanekaragam menjadi perlambang/Dalam bingkai Bhineka tunggal ika.

Kini Negeriku sudah merdeka/Rapatkan barisan tetap berjaga/Jangan terlena dengan tipu daya/yang terbungkus rapih dalam investasi dan budaya.

Wahai… Pemuda!!! generasi bangsa/Tanamkan kecintaanmu pada tanah air Indonesia/Patriotrisme dan nasionalisme jadikan senjata/Untuk Indonesia tetap merdeka!

Ruang Keluarga, Pondoksalam
Purwakarta-Jawa Barat,
Sabtu, 23 Oktober 2021; 18:30 WIB.
***0***

(5) ASMAUL HUSNA DALAM DOA
Dalam hening kesunyian malam/Kusampaikan ribuan harapan/Pada Al-Malik yang merajai alam semesta/Pemilik nama yang agung dan mulia.

Ya, Allah! Ya, Rahman Ya, Rahim/Kusebut nama-Mu sebagai pembuka/Dalam setiap rangkaian doa Ku meminta/Kasih sayang-Mu untuk semua hamba.

Ya, Allah! Ya, As-Samii/Dengarkanlah setiap pengaduan kami/Walau hanya dalam bisikan hati
Ku yakin Engkau Maha Mengetahui/Segala yang terlihat ataupun yang tersembunyi.

Dengan segala keterbatasan diri/Kucoba tuk terus mentaffakuri/Berjuta nikmat yang telah berikan tanpa mesti diganti/Al-Razzaaq, Allah Maha Pemberi Rizki.

Ruang Keluarga, Pondoksalam
Purwakarta-Jawa Barat,
Sabtu, 06 November 2021; 13:00 WIB.
***0***

(6) ISTIKHARAH CINTA
Berjuta rasa didalam dada/Tak akan mampu diutarakan dengan kata/Menjalar menguasai raga/Berbinar mata melihat sang belahan jiwa.

Rasa bahagia seketika merasuki sukma/Ketika belahan jiwa tersenyum menyapa penuh makna/Adakah rasa yang sama…./Semoga belahan jiwa pun merasa.

Kadang hati meronta/Ketika pertanda belum tiba/Untaian doa menjadi senjata/Semoga belahan jiwa menjadi nahkoda.

Pondoksalam, Purwakarta-Jawa Barat
Ruang Keluarga,
Kamis, 23 April 2020; 20:00 WIB.
***0***

(7) SEKOLAHKU
Ruang kelas berjajar kokoh berdiri/Manis terlihat dihiasi cat warna-warni/Siap digunakan para siswa-siswi/Belajar tatap muka di akhir pandemi.

Mandalawangi, Purwadaksi, dan Toga/Tiga taman sekolah yang indah terjaga/Bunga aneka warna merona menyapa/Pada setiap siswa hadirkan semangat membara.

Penataan terus dilakukan/Perpustakaan, kebun dan taman dirapihkan/Media pembelajaran terus disiapkan/Untuk kenyamanan dalam pembelajaran.

Guru-guru terus melakukan pelatihan/Meningkatkan kompetensi untuk pengabdian/Mewujudkan siswa-siswi satu tujuan/Dalam visi misi yang menjadi tumpuan.

Sekolahku terus berbenah/Lingkungan bersih, hijau, indah/Lima bunga karakter ditanamkan sudah/Ciptakan siswa yang berakhlakul karimah.

Pasawahan, Purwakarta-Jawa Barat
Ruang Kelas-Saat Mengawas,
Sabtu, 06 November 2021; 11:00 WIB.
***0**

(8) BERSUCI
Kuambil air untuk membersihkan diri/Dari debu yang telah mengotori/Kusiramkan tanpa ada yang terlewati/Biarkan semuanya suci kembali.

Air wudhu membasahi/Bagian muka, tangan, kepala dan kaki/Semua akan menjadi saksi/Pada pertemuan di akhirat nanti.

Untuk bertemu dengan yang maha suci/Berwudhu menjadi salah satu syarat pasti/Salat, ngaji, dan berhaji/Ibadah diri pada Sang Rabbi.

Ya, Kudus!!! Yang Maha Suci/Bersuciku untuk membersihkan diri/Bukan hanya dari hadast dan najis/Juga dari penyakit hati.

Pondoksalam, Purwakarta-Jawa Barat
Ruang Keluarga,
Senin, 06 Desember 2021; 19:00 WIB.
***0***

(9) PARA NABI
Para lelaki pilihan berdakwah tanpa lelah/Tegakkan ketauhidan di seantero bumi/Hilangkan kebodohan dan kedzaliman/Dari tangan-tangan penguasa yang tak memilik keyakinan dan Tuhan.

Nabi Adam hingga Nabi Muhammad/Berjuang untuk menyebarkan Islam/Agama yang membawa keselamatan/Pada setiap insan yang beriman.

Para Nabi juga diuji/Dengan segala kesabaran yang dimiliki/Penderitaan, siksaan, dan kehilangan/Menjadikan keimanan para Nabi semakin tinggi/Tawadu dihadapan Yang Maha Rahman.

Perjuangan para Nabi menjadi bukti/Kisahnya terukir abadi dalam kitab suci/Menjadi sejarah dan pembelajaran diri/Pada setiapmuslim yang mengimani.

Pondoksalam, Purwakarta-Jawa Barat
Ruang Keluarga,
Senin, 06 Desember 2021; 19:30 WIB.
***0***

(10) JUJUR
Masih adakah kejujuran…./Di setiap ucapan dan perbuatan/Di antara kepentingan/Di antara kekuasaan

Masih adakah kejujuran…./yang begitu berharga dan mulia/yang membuat jiwa-jiwa tenang/Dalam hingar bingar dunia.

Masih adakah kejujuran…./Direlung hati yang terdalam /yang akan membawa manusia/Kembali dengan fitrahnya.

Pondoksalam, Purwakarta-Jawa Barat
Ruang Keluarga,
Senin, 06 Desember 2021; 24:00 WIB.
***0***

Pemanfaatan Media Digitalisasi Untuk Kembangkan Kompotensi

Era revolusi teknologi semakin gencar dan pesat, bila tertinggal akan tergilas. Kesempatan ini sangat perlu direngkuh dan adaptif terhadap perubahan. Tidak boleh alergi, untuk membangkitkan dan menumbuhkan literasi karya inovatif (Literaktif). Ruang itupun terbuka seluas-luasnya untuk mengapresiasi dan mempublikasikan karya para Guru utamanya Guru PAI yang banyak tertinggal.

Dalam penulisan karya literasi, tema-tema dan subtema yang disajikan diselaraskan dengan KI/KD Mapel PAI dan Tematik Kurikulum 2013 yang diejawantahkan melalui rangkaian diksi dan kalimat yang apik dan berkarakter. Tema-tema yang terdapat dalam aspek Alquran, Aqidah, Akhlak, Fiqih dan SPI, seperti hormat kepada orangtua, guru, al-Asmaul Husna, Nabi dan Rasul, keteladanan, patriotisme atau kepahlawanan dan lain sebagainya.

Selain peran peserta didik dalam mengaplikasikan kegiatan pembelajaran, peran guru juga tidak lepas mengaplikasikan kegiatan mengeksplorasi, mengelaborasi dan mengkonfirmasi saat mengadakan proses belajar mengajar, apapun kurikulum yang digunakan. Untuk bergerak bersama secara nyata meningkatkan profesionalitas, kompetensi dan kualitas serta menjadi solusi dalam menemukan/menciptakan karya seni (jenis karya seni sastra; puisi) untuk memenuhi angka kredit.

Karya Inovatif sering diabaikan beberapa pihak termasuk Penilai Angka Kredit, Guru dan Pengawas. Kecenderungan pemahaman saat ini, bahwa hanya Publikasi Karya Ilmiah (PTK, Jurnal, Artikel, dll) yang dapat dijadikan PAK. Namun apabila dibedah lebih mendalam, teliti dan detail sesungguhnya Karya Inovatif dapat memenuhi PAK melalui hasil literasi berbasis produk baik yang diterbitkan atau dipublikasikan media massa maupun buku.

Peraturan Menteri yang terkait dengan Angka Kredit dalam menemukan/menciptakan karya seni (jenis karya seni sastra; puisi) telah mengatur bahwa untuk satu judul buku kumpulan Puisi memiliki nilai kriteria kategori sederhana nilai 2 (dua, 20 judul puisi). Sedangkan kategori kompleks memiliki nilai 4 (empat. 40 judul puisi) diterbitkan media masa kab/provinsi ber-ISBN atau yang diterbitkan media massa nasional ber-ISSN dan diedarkan secara luas.

Barangkali secara bersama-sama, saatnya Guru, Pengawas PAI, Kepala Sekolah serta organisasi profesi PAI mempelopori untuk membangkitkan, menumbuhkembangkan, menggiatkan, bergerak dalam meningkatkan Literaktif baik untuk peserta didik, sesama guru, dan komponen masyarakat lainnya. Profesionalitas Guru PAI sangat berperan dalam mewujudkannya. [*]

Wallahu alam bish-shawab
#Salam Literasi; Indonesia_Berkarya!!!
#Salam Guru Literat; Semangat_Hebat_Literat!!!

Bersambung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.