Bupati Purwakarta Launching Buku Inspirasi Pejuang Pena dan Sematkan Selempang Duta Literasi Nusantara

by -362 views

Penulis: Yoni Haris Setiawan
(Direktur PPQM Lembaga TEMALI-Yogyakarta)

SISI berat dalam sebuah perjuangan adalah menjalankan proses. Hasil yang telah dicapai merupakan perjalanan panjang dari proses itu. Tidak banyak orang-orang yang dapat melakukan proses itu sampai pada puncak keberhasilan. Hanya bagi yang survival dan memiliki kekuatan mentalitas pejuang puncak keberhasilan dapat didaki dan diraih.

Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (DPD AGPAII) Kabupaten Purwakarta bekerja sama dengan Pengurus Pusat Quruta Management Lembaga Training dan Edukasi Motivasi Literasi Indonesia (PPQM Lembaga TEMALI) Kantor Yogyakarta, menyelenggarakan WISUDA Ke-1 Gelar Non Akademik, QURUTA Award, Launching Buku Antologi Puisi; Inspirasi Pejuang Pena “CINTA DOA LANGIT’, dan Seminar Nasional Penguatan Literasi, Rabu, (10/06/2022) beberapa hari yang lalu bertempat di Aula Yudistira Pemerintahan Kabupaten Purwakarta.

Puncak dari penyelenggaraan Pelatihan dan Lokakarya Nasional (PENTALOKNAS) Ke-1 Literasi Publikasi Karya Ilmiah dan Karya Inovatif (Literasi Publikatif) yang fokus pada Menulis Kreatif dan Produktif: Artikel, Reoprtase, dan Puisi adalah Launching Buku Antologi Puisi; Inspirasi Pejuang Pena “CINTA DOA LANGIT”. Karya spektakuler ini merupakan hasil proses pembimbingan, pembinaan, dan pemberdayaan. Bukan saja bakat, minat, hobi, gemar membaca dan menulis yang diperkuat. DPD AGPAII dan QM Lembaga TEMALI memprioritaskan aktualisasi daya literasi yang dapat menghasilkan produk sebagai karya nyata para Guru PAI, Kepala Sekolah, Pengawas PAI dan Masyarakat Pembelajar.

Rangkaian puncak acara ini dihadiri Bupati, Asisten Daerah, Kepala Kantor Kemenag, Dinas Pendidikan (Kabid PTK, Kasi Kurikulum, Kasi PTK SMP), Kasi PAI, Dewan Pendidikan, Ketua STAI KHEZ. Muttaqin, Direktur Latdikbina PPQM Lembaga TEMALI, Korwil Pengawas, Pengurus MGMP, Pengurus KKG, Pengurus DPD AGPAII, para Guru PAI, Kepala Sekolah, Pengawas PAI, siswa SMP dan tamu undangan. Juga narasumber Seminar Nasional Penguatan Literasi yaitu Ketua Umum The YAQINNA Foundation, Emi Rusnawati, Ketua Komunitas Literasi (Purbasari) Kab. Purwakarta, Iis Kartis.

Ketua Umum AGPAII Kabupaten Purwakarta, Lulu Makiyah dalam sambutannya menyampaikan bahwa, rangkaian kegiatan terdiri dari empat agenda yaitu Pertama, Wisuda Ke-1 pengukuhan Gelar Non-Akademik bagi Guru PAI, Kepala Sekolah dan Pengawas PAI di bidang literasi. Kedua, QURUTA Award, apresiasi seluruh potensi insan literat dianugerahkan kaapda GPAI, Pengawas PAI, Kepala Sekolah, dan Masyarakat Pembelajaran dan juga instansi terkait yang telah mendorong kegiatan literasi di Purwakarta. Ketiga, Seminar Nasional Penguatan Literasi. Dan Keempat, Launching Antologi Puisi; Inspirasi Pejuang Pena “CINTA DO’A LANGIT”

“Acara puncak Launching Antologi Puisi; Inspirasi Pejuang Pena “CINTA DO’A LANGIT” karya Guru PAI, Kepala Sekolah, Pengawas PAI dan Masyarakat Pembelajar Kabupaten Purwakarta, Cianjur, Kota Palembang dan Siak Riau. Buku Antologi Puisi merupakan lambang cinta mengisahkan tentang cinta pada Rabb, cinta pada Rasul, cinta sesama, cinta pada semesta, dan cinta pada profesi sebagai GPAI. Cinta pada karya besar kita,” urai Lulu.

Lulu menambahkan, ini adalah perjuangan yang tidak sedikit, ini adalah perjuangan panjang dimana pihaknya harus melakukan sinergitas, soliditas semua pihak sehingga acara ini dapat terlaksana. “Terima kasih semua pihak yang terkait dalam mensukseskan program ini. Kerjasama DPD AGPAII dengan QURUTA Management perjalanan panjang, perjuangan yang luar biasa, Guru PAI hebat, literat,” lanjut Lulu.

Secara resmi launching dibuka Bupati Kabupaten Purwakarta, Ambu Anne Ratna Mustika ditandai dengan penandatanganan prasasti launching. Dalam sambutannya, Ia menyampaikan bahwa literasi sangat penting digerakkan. Karena jika tidak digerakkan maka literasi terhambat. Dilihat dari data saat ini indeks membaca di Purwakarta maupun nasional tergolong sangat rendah, dibandingkan dengan negara yang sudah maju. Ini yang harus didukung oleh semua kompenen masyarakat dalam literasi masyarakat di Kabupaten Purwakarta, yaitu dalam membangun kecerdasan berliterasi, kecakapan membaca, akses terhadap bahan bacaan, dan budaya membaca itu sendiri.

UNESCO pada 2012 mengonfirmasi bahwa indeks minat baca masyarakat kita hanya 0,001%. Artinya, dari 1.000 penduduk Indonesia, hanya satu orang yang gemar membaca. Tiga tahun kemudian, hasil penelitian PISA (Programme for International Student Assessment) yang dirilis oleh Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) menunjukkan Indonesia ada di peringkat 62 dari 70 negara. Lalu pada 2016, Central Connecticut State University (CCSU) dalam laporan yang berjudul “The Worlds Most Literate Nation” lagi-lagi menempatkan Indonesia hanya di posisi ke-60 dari 61 negara peserta atau satu tingkat lebih baik dari Botswana, negara di Afrika bagian selatan.

“Itu berarti kerja berat untuk kita dalam membudayakan literasi, para guru, kepala sekolah, pengawas, organisasi profesi dan stakeholder serta yayasan atau lembaga pegiat literasi mesti bersatu padu dalam menggerakan literasi agar kita tidak jauh tertinggal,” ungkap Ambu Anne.

Aktifitas literasi sebenarnya telah dilakukan setiap hari apalagi di satuan pendidikan yang memang dunianya, namun tidak hanya sekadar membaca dan menulis sebagai rutinitas hobi, gemar, minat dan suka saja yang ditumbuhkan. “Bagaimana kegiatan membaca dan menulis (literasi) itu dapat membuahkan hasil dalam bentuk produk riil, seperti diterbitkannya buku yang akan di launching saat ini,” tandas Ambu Anne.

Buku Antologi Puisi; Inspirasi Pejuang Pena ”CINTA DO’A LANGIT” merupakan hasil karya yang ditulis Guru PAI dan Kepala Sekolah, Pengawas PAI dari tingkat SD/Madrasah yaitu Anin Fikriyah (SDN 116 Kota Palembang-Sumsel), Asep Halimurosid (SDN Hegarmanah Cugenang-Cianjur) , rr. Nurul Hidayah (SDN 1 Nagrikidul-Purwakarta), Hurin Hermiyati (SDN Sukamakmur Ciomas-Bogor), Rini Muliawati AS (SDN 1 Neglasari-Purwakarta), Tatang (SDN 2 Linggarjati-Purwakarta), Vicky Pratiwi (SDN 2 Cikopo-Purwakarta), Yun Maulida (SDN 1 Sindangpanon) , Uum Hidayat (SDN 1 Sadarkarya), E. Ela Nuriani (SDN 1 Nagrikidul-Purwaarta), Iroh Hayati (SDN 2 Cibodas-Purwakarta), Sriwahyuni(SDN 2 Ciwareng-Purwakarta), Jefpi Milda (SDN 124 Palembang-Sumsel), Nida Nur Hidayah (MDT Nurul Yaqin-Purwakarta), Untung Suryani (SDN 13 Tualang Siak-Riau), dan Sri Suci Ramadani (SDN 3 Sindangpanon).

Sedangkan Tingkat SMP/MTs yaitu Rini Anggraeni (SMPN 1 Pasawahan-Purwakarta), Eep Saepul Hayat (SMPN 3 Pasawahan-Purwakarta), Ida Kholidah (SMPN1 Bungursari), Nurhaeni (SMPN 7 Purwakarta), Rina Supriati (SMPN 2 Darangdan-Purwakarta), Nur Asiah Imron (SMPN SATAP Cibinong-Purwakarta) , Lilis Sumiati (SMPN 9 Purwakarta), Dede Nurhasanah (SMPN 1 jatiluhur-Purwakarta). Dan Penulis Tingkat SMA/SMK, Pengawas dan Masyarakat yaitu Nana Supriatna (SMKN Tegalwaru-Purwakarta), Epi Nopianti (SMKN Tegalwaru-Purwakarta), Tuti Herawati (Pengawas PAI Kankemenag Purwakarta), dan Ati Haryati Najah (Masyarakat Pembelajar di Purwakarta).

QURUTA Award; Penghargaan Bergengsi bagi Insan Literat

Kabupaten Purwakarta sedang bergeliat menjalankan program literasi, salah satunya literasi digital. Karenanya Kabupaten Purwakarta menyabet gelar Terbaik Literasi Digital dari Kemenkominfo. Dalam upaya penguatan literasi di Kabupaten Purwakarta, Yayasan Quruta Insan Cendekia Indonesia (The YAQINNA Foundation) menyampaikan penganugerahan QURUTA Award berupa Selempang dan Piagam Penggerak Literasi kepada Bupati Kabupaten Purwakarta. Selain itu disampaikan juga kepada Kepala Kantor Kemenag, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam, Kepala Seksi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, dan Ketua Umum DPD AGPAII.

Pemberian penghargaan bergengsi tidak hanya dianugerahkan kepada institusi yang peduli literasi, juga dianugerahkan kepada peserta yang telah menjalankan proses pembimbingan, pembinaan, dan pemberdayaan Literasi. QURUTA Award dengan kategori Penulis Berbakat; Rini Muliawati AS. (Guru PAI SDN 1 Neglasari) dan Rini Anggraeni (Guru PAI SMPN 1 Pasawahan). Penulis Produktif: rr. Nurul Hidayah (Guru SDN 1 Nagrikidul) dan Ida Kholidah (Guru SMPN 1 Bungursari).

Kategori Penulis Favorit; Untung Suryani (Guru SDN 13 Siak, Riau), Nana Supriatna (Guru SMKN Tegalwaru), Ati Haryati Najah (Masyarakat Pembelajar). Kategori Pegiat Literasi: Tuti Herawati (Pengawas PAI), Vicky Pratiwi (Guru SDN 1 Cikopo) dan Iis Kartis (Ketua Komunitas Literasi Purbasari). Kategori Organisasi Penggerak Literasi: DPD AGPAII Kabupaten Purwakarta,

Ambu Anne Ratna Mustika mendapat kehormatan menyampaikan QURUTA Award untuk Kategori Duta Literasi Nusantara yang di anugerahkan kepada Asep Halimurosid (GPAI SDN Hegarmanah Cugenang, Cianjur), rr. Nurul Hidayah (GPAI BP SDN 1 Nagrikidul) dan Ida Kholidah (Guru PAI BP SMPN 1 Bungursari). “Selamat kepada Guru PAI yang terpilih menjadi Duta Literasi Nusantara, hebat dan keren” ujar Ambu Anne sambil tersenyum.

Pengukuhan Gelar Non-Akademik Tingkatkan Profesionalitas Literasi

Telah kita ketahui bersama, dalam pasal 1 (satu) ayat 7 (tujuh) UU 20/2003 SISDIKNAS, yang dimaksud dengan jalur pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan Pendidikan. Jalur Pendidikan terdiri dari Pendidikan Formal, Non Formal, dan Informal.

Pendidikan formal adalah pendidikan yang didapat dari suatu lembaga pendidika (sekolah SD/SMP/SMA, Pendidikan Tinggi). Pendidikan Non Formal adalah pendidikan yang didapat dari lembaga Pendidikan (Kursus/Bimbel/LPK). Dan Pendidikan Informal adalah Pendidikan dari lingkungan keluarga sebelum seorang anak menginjak masa sekolah.

Jalur Pendidikan formal di Pendidikan Tinggi setelah para pelajar (mahasiswa) menjalankan proses perkuliahan dan tugas akhir, kemudian di wisuda maka berhak menyandang gelar akademik sebagai Ahli Madya (misal, A.Md.Kom., A.Md.Pd dsb), Sarjana (misal, S.Pd.I, S.H., S.E. dsb) Magister (missal, M.Pd., M.Ag., M.A., M.Si. dsb) maupun Doktor (Dr). Adapun dalam Undang-Undang 14/2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 1 Butir 3, menyatakan bahwa gelar Profesor (Prof.) bukan temasuk gelar akademik, akan tetapi merupakan Gelar Fungsional.

Jalur Pendidikan Non Formal (Kursus/Bimbel/LPK) dapat diselenggarakan Lembaga, Yayasan, Organisasi, ataupun Perusahaan yang berbadan hukum (berakta notaris). Pun dapat menyelenggarakan pelatihan dan Pendidikan Gelar Non Akademik. Gelar Non Akademik sesuai dengan namanya merupakan jenis gelar yang tidak didapat dari dunia pendidikan melainkan dari masyarakat. Sehingga gelar non akademik didapatkan dari masyarakat setempat, dan sama seperti gelar akademik. Gelar non akademik juga memiliki jenis yang cukup beragam. Gelar non akademik kemudian terbagi lagi setidaknya menjadi tiga jenis, yaitu Gelar kehormatan, Gelar keturunan, dan juga Gelar Keagamaan.

Penyematan gelar non akademik cukup beragam di masyarakat, seperti Haji, Hajjah, Raden Ajeng, Datuk, Sutan Rajo, Kanjeng Raden Mas Tumenggung, Buya dan lainnya. Pemberian gelar non akademik dapat disesuaikan dengan bidang pekerjaan atau profesi komptensi dan profesionlisme.

Pun demikian dengan Yayasan QURUTA Insan Cendekia Indonesia (The YAQINNA Foundation), sesuai dengan nomenklatur Undang-Undang 28 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 16 tahun 2001 tentang Yayasan dan terdapat dalam Akta Yayasan QURUTA Insan Cendekia Indonesia, Kegiatan Bidang Sosial dinyatakan dapat menyelengarakan Pendidikan Tinggi Program Non Akademik Swasta Pendidikan Bimbingan Belajar dan Konseling Swasta, dan Pendidikan Lainnya Swasta.

Bagi seseorang yang mengikuti pelatihan dan pendidikan profesional Gelar Non Akademik yang menjadi tujuan adalah peningkatan kompetensi, keterampilan, keahlian, daya nalar, dan ketajaman di bidang tertentu. Test kompetensi untuk dapat dinyatakan lulus merupakan prasyarat yang mesti dilalui. Gelar Non-Akademik akan menunjang seseorang kendati telah memiliki Gelar Akademik. Fungsi Gelar Non-Akademik yaitu dapat meningkatkan kredibilitas di bidang pekerjaan atau profesi yang ditekuni; membantu menunjang karir yang ditempuh, passion, dan hobi; dan menjadi salah satu bukti pendamping ijazah (SKPI).

The YAQINNA Foundation melalui QM Lembaga TEMALI menyelenggarakan Program Gelar Non Akademik (Non-Academic Degree) fokus di bidang literasi dengan kegiatan Literacy Professional Training and Education (TERASEdu). Pada tahapan level kali ini, ada Tujuh gelar non akademik yang di programkan yaitu C.LMP. (Certified Literacy Management Professional), C.LCWP. (Certified Literacy Creative Writer Professional), C.LBWP. (Certified Literacy Book Writing and Publishing), C.OLDev. (Certified Organizational Literacy Development), C.SLEmp. (Certified Sustainable Literacy Empowerment), C.PLBA (Certified Professional Literacy Book Authorship), dan C.Led. (Certified Literacy Education).

Pada Wisuda Ke-1 Gelar Non-Akademik yang dirangkai dalam pelaksanaan Launching, The YAQINNA Foundation mengukuhkan 13 orang yang telah dinyatakan Lulus yaitu dengan gelar  C.LMP (Certified Literacy Management Proffesional) terdiri dari Asep Halimurosid (GPAI SDN Hegarmanah Cugenang-Cianjur), Dede Nurhasanah (GPAI SMPN 1 Jatiluhur-Purwakarta), E. Ela Nuriani (GPAI SDN 1 Nagrikidul-Purwakarta), Ida Kholidah (GPAI SMPN 1 Bungursari-Purwakarta), Ihat Solihat (Kepala Sekolah UPTD SMPN 3 Campaka-Purwakarta), Muhammad Basir (Guru Fisika SMA IT Daarul Hikmah Boarding School-Bontang Kalimantan Timur), rr. Nurul Hidayah (GPAI SDN 1 Nagrikidul-Purwakarta), Rini Muliawati (GPAI SDN 1 Neglasari-Purwakarta), Rina Supriati (GPAI SMPN 2 Darangdan-Purwakarta), dan Vicky Pratiwi (GPAI SDN 2 Cikopo-Purwakarta)

Adapun yang dikukukan dengan gelar C.LCWP yaitu Ida Kholidah(GPAI SMPN 1 Bungursari-Purwakarta), Muhammad Basir (Guru Fisika SMA IT Daarul Hikmah Boarding School Bontang-Kalimantan Timur), rr. Nurul Hidayah (GPAI SDN 1 Nagrikidul-Purwakarta), Sri Rahmalina (GPAI SMAN Binaan Khusus Dumai-Riau), Tirtayasa (Widyaiswara BKPSDM Natuna-Kepulauan Riau ),Tuti Herawati (Pengawas PAI pada Kantor Kementerian Agama-Purwakarta).

Ambu Anne menyampaikan apresiasi dengan kegiatan yang dilakukan oleh APGAII Kabupaten Purwakarta dalam membangun budaya menulis dikalangan Guru PAI dan segenap komponen masyarakat. “Saya Mengucapkan apresiasi penghargaan yang setinggi-tingginya bagi panitia yang telah melaksanakan kegiatan yang luar biasa, telah dilahirkan inspirator-inspirator literasi di Purwakarta akan memotivasi bagi semua pihak termasuk Pemkab Purwakarta untuk terus berusaha mensosialisasikan literasi ini di semua lini, tidak pandang usia, sosial, budaya. Maka Literasi ini harus lahir menjadi sebuah nilai lebih dari kebiasaan atau prilaku masyarakat,” tegas Ambu Anne.

Lebih lanjut ia mengemukakan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan sudah memberikan perhatian khusus untuk menumbuhkan tradisi membaca dan tulis menulis yang menyediakan ribuan buku baik cetak maupun elektronik. Kabupaten Purwakarta juga menjadi salah satu Perpustakaan Digital terbaik.

“Tumbuhkan Budaya Literasi pada individu Guru, Siswa, Lingkungan dan Masyarakat, Selamat dan Sukses atas di Launching Buku Antologi Puisi; Inspirasi Pejuang Pena “CINTA DO’A LANGIT karya Guru PAI, Kepala Sekolah, Pengawas PAI dan Masyarakat Pembelajar” pesan Ambu Anne.

Selamat dan Sukses apresiasi bagi insan literat.

#Salam Literasi; Indonesia_Berkarya!!!
#Salam Guru Literat; Semangat_Hebat_Literat!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.