Piala Dunia 2022 dan Artinya Bagi Indonesia

by -6,328 views

PESTA olahraga terbesar di muka bumi sudah dimulai. Piala Dunia Qatar 2022.
Saat berbicara di forum KTT G-20 di Bali, 15 November kemarin, Presiden FIFA Gianni Infantino, mengatakan Piala Dunia Qatar 2022, akan ditonton sekitar 5 miliar manusia di muka bumi. Prediksi FIFA itu melonjak dibanding jumlah penonton Piala Dunia Rusia 2018 (3,5 miliar). Tentunya termasuk 180 juta penonton di Indonesia (The Trade Desk 21/9-2022).

Sekarang pandangan dunia hingga 18 Desember nanti tertuju ke Qatar.
Negara seluas 11.571 km persegi (kira-kira seluas provinsi Gorontalo). Berpenduduk 2,7 juta jiwa dengan pendapatan perkapita US$ 84.514.
Sejak 2002 Qatar berjuang sekuat tenaga dengan segala sumber daya yang mereka miliki untuk bisa menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Demi sejarah, kehormatan, kebanggaan negara, bangsa dan rakyatnya.
Pada sidang Komite Eksekutif FIFA di Zurich, Swiss, 2 Desember 2010, Qatar terpilih dengan 14 suara. Mengalahkan saingannya Amerika Serikat yang memperoleh 8 suara.
Qatar membangun tujuh stadion megah yang baru dengan teknologi peredam hawa panas. Menurut Financial Times, Piala Dunia Qatar adalah yang termahal sepanjang sejarah; US$220 miliar (sekitar Rp. 3.400 triliun).

Karena spirit menjadi tuan rumah dan tampil perdana di Piala Dunia 2022, Qatar mampu menjadi juara Piala Asia 2019 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Untuk kali pertama dalam 10 keikutsertaannya di Piala Asia sejak 1980.
Bahkan di final menaklukan Jepang, langganan Piala Dunia (6 kali, 4 diantaranya lolos ke 16 besar) dan juara Piala Asia empat kali (1992, 2000, 2004, 2011) dengan skor telak 3-1.
Bintangnya, Almoez Ali yang kini berusia 26 tahun menjadi topskor (9 gol) dan terpilih sebagai pemain terbaik. Kipernya, Saad al-Sheeb, juga terpilih jadi penjaga gawang terbaik kala itu.
Saat ini Qatar di peringkat 50 dunia.
Meskipun pada partai pembuka Piala Dunia 2022, Qatar menyerah (0-2) dari Ekuador (peringkat 44 dunia). Tapi Qatar sebenarnya sudah mendapatkan target besarnya sejak 2010.

Lalu apa arti Piala Dunia 2022 bagi kita semua?

Pertama:
Kita patut berbangga karena bola resmi Piala Dunia Qatar 2022, Al Rihla (Perjalanan), dibuat oleh putra-putri Indonesia di Madiun, Jawa Timur.
Kedua:
Mungkin sangat sederhana. Masyarakat kita sepertinya hanya butuh sedikit ruang untuk bergembira, tertawa, bahagia, bersukacita. Sejenak melupakan kepenatan, dengan menikmati tontonan spektakuler Piala Dunia.

Piala Dunia 2022 juga sekaligus momentum bergeraknya kembali kehidupan persepakbolaan di tanah air. Apalagi enam bulan lagi (20 Mei-11 Juni) Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.

Itulah mengapa pertemuan Menpora Zainudin Amali dengan pengurus PT LIB pada 18 November kemarin di kantor Kemenpora, seperti angin sejuk yang sangat menyegarkan bagi persepakbolaan Indonesia.
Negara memang amat sangat dibutuhkan kehadirannya sebagai penjaga, pelindung, pemersatu, pengayom, penyejuk, penyemangat, motivator, dan fasilitator yang bijaksana. Sesuai amanat UU No 11/2022.

Penting untuk selalu kita ingat bahwa musibah atau bencana sepakbola, kerusuhan, kekerasan terkait sepakbola di era modern tercatat terjadi sejak 1902.
Terjadi di semua benua; Eropa, Amerika Utara, Amerika Selatan, Afrika, Asia dan Australia.
Kecuali di benua Antartika, karena memang tidak memiliki penduduk permanen. Jadi tidak ada orang yang main bola di sana.

Terjadi di semua konfederasi; UEFA (Eropa), CONCACAF (Amerika Utara, Tengah & Karibia), CONMEBOL (Amerika Selatan), CAF (Afrika), AFC (Asia), dan OFC (Oseania).

Kita di Indonesia juga punya pengalaman panjang menghadapi berbagai macam musibah, bencana, kerusuhan, kekerasan, dsb.

Tapi kehidupan harus terus berjalan.
Kompetisi sepakbola juga harus terus berjalan. Karena terkait dengan kehidupan rakyat banyak.

Enam Alasan Kompetisi Liga Bergulir:

1. Jutaan rakyat Indonesia menggantungkan penghidupannya dari mata rantai ekosistem sepakbola Indonesia. Dari hulu sampai hilir.
Mereka adalah bagian tidak terpisahkan dari konektivitas 64,2 juta pelaku UMKM (Kemenkop UKM 2022).
Kontribusi UMKM pada Produk Domestik Bruto (PDB) nasional adalah 61,07% (Kemenko Perekonomian 2022). Itu adalah potensi besar bagi kekuatan kolektif ekonomi negara.

2. Tema presidensi Indonesia di KTT G20: Recover Together (Pulih Bersama), Recover Stronger (Pulih Lebih Perkasa) adalah semangat Indonesia mengajak dunia untuk bersatu, tangguh dan optimistik menghadapi situasi global saat ini yang tidak sedang baik-baik saja.

Sebagai negara sepakbola dengan 77% rakyatnya penggemar sepakbola (Repucom 2014) kompetisi adalah bagian penting dari napas dan marwah Recover Together, Recover Stronger.

3. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil dan positif selama dua tahun terakhir di tengah hantaman badai covid-19 dan prediksi 2023 (4%-5,5% menurut IMF, Bank Dunia dan ADB) harus terus dijaga. Banyak negara lain termasuk negara ekonomi besar dan maju sempat terpuruk hingga pertumbuhan ekonominya minus dibawah nol persen.
Kompetisi liga yang mulai bergulir lagi sejak tahun lalu (setelah terhenti setahun karena covid19), menjadi bagian dari pilar-pilar penunjang kekuatan pertumbuhan ekonomi nasional.

4. Menurut BPS, per Agustus 2022, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia adalah: 5,86%. Turun 0,63% dibanding Agustus 2021.
Di dunia, TPT Indonesia berada di urutan 15 (IMF Agustus 2022). Terendah Swiss (1,9%). Tertinggi Afrika Selatan (34,6%).
Bahkan TPT Indonesia lebih bagus dibanding rata-rata negara Uni Eropa (6,6%).
Di Asia, TPT Indonesia hanya berada di bawah Singapura (2%), Jepang (2,6%), Korea Selatan (2,8), Tiongkok (5,5%), dan Arab Saudi (5,8%).

Itu data yang menggembirakan di tengah situasi sulit. Tentu tidak datang dengan sendirinya. Data IMF Agustus 2022 itu adalah bukti hasil kerja keras yang nyata pemerintah. Bersama semua komponen bangsa tentunya. Di dalamnya ada bagian kontribusi dunia sepakbola.
Sebab itu salah-satu aspek dari ragam elemen penting strategi untuk menjaga bahkan meningkatkannya, adalah dengan menggelar kompetisi liga. Karena ada efek dominonya yang kuat.

5. Bagi Indonesia negara dengan 77% populasinya adalah pecinta sepakbola, kompetisi seperti mata air kehidupan. Negara dan kita semua, berkewajiban untuk menjaganya bersama. Ada harapan dan cita-cita. Khususnya generasi baru dan bakat-bakat baru yang akan menjadi kekuatan timnas Garuda di masa depan.

6. Amanat pembukaan UUD 1945 alinea keempat: “Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa….dst”.

Mungkin itu boleh sekadar menjadi penyegar semangat bagi kita semua anak bangsa. Siapa tahu kita sudah terbang terlalu tinggi, sehingga lupa bumi tempat berpijak.
(Agus Liwulanga, wartawan senior, pengamat bola)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.