Karang Taruna Desa Muara Bakti Bagikan Air Bersih dan Sistem Penyediaan Air Sementara

Umum1535 Dilihat

MUSIM kemarau yang berkepanjangan telah menghadirkan tantangan serius bagi masyarakat di Desa Muara Bakti dan sekitarnya, dimana pasokan air bersih yang semakin langka. Di tengah kekeringan yang mengancam, bantuan air bersih tiba tepat waktu untuk menyelamatkan warga yang kesulitan mendapatkan air bersih.

Karang Taruna Muara Bakti bersama RT/RW setempat telah bergerak cepat untuk mengatasi krisis air yang terjadi akibat kurangnya hujan dalam beberapa bulan terakhir. Mereka telah memobilisasi truk tangki air dan sistem penyediaan air sementara untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga.

Salah satu warga yang merasakan dampak langsung dari program bantuan air bersih ini adalah Kadus Mulyadi. “Alhamdulillah bangat karena ada bantuan air bersih warga di sini jadi bisa dapet air bersih buat mandi, nyuci, masak, segala macem .” ucapnya, Selasa (26/9/2023).

Selain itu, anggota Karang Taruna Muara Bakti ikut andil dalam mengantarkan air bersih yang berlokasi di Kadus 2b Muara Bakti Kampung Pasar Emas, Kampung Pendayakan, Kampung Utan. Mereka bekerja keras untuk memastikan bahwa setiap keluarga mendapatkan akses ke air bersih yang aman.

“Kita juga berharap agar apa yang diberikan kepada warga ini dapat bermanfaat serta mudah-mudahan setiap kegiatan Karang Taruna selalu mendapatkan keberkahan dan dukungan dari masyarakat karena kami punya misi membangun bangsa dari desa dan mudah-mudahan semua bisa merasakan dampak positif dengan hadirnya Karang Taruna di desa Muara Bakti,” ujar Maryanto selaku Ketua Karang Taruna Muara Bakti.

Meskipun tantangan yang dihadapi oleh masyarakat tetap besar, langkah-langkah ini membantu mengurangi beban mereka dan memberikan harapan di tengah krisis. Program bantuan air bersih ini menjadi contoh nyata solidaritas dan kerjasama yang dapat mengatasi kesulitan yang dihadapi masyarakat di masa sulit. Dan adapun target Karang Taruna Muara Bakti akan mengeluarkan 20 mobil tangki air bersih untuk satu desa Muara Bakti. (Riyan Hidayatulloh, Mahasiswa STAI Attaqwa Bekasi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *