Rahmat dan Nunung Pimpin PCM & PCA Pondokgede

Umum1466 Dilihat

RAHMAT Suyana dan Nunung Endah  ditetapkan sebagai ketua terpilih PCM dan PCA Pondokgede, Kota Bekasi masa bakti 2023-2028 dalam Muscab V PCM dan PCA Pondok Gede di Masjid Darussalam, Jatibening Baru, Pondok Gede, Kota Bekasi, Ahad (8/10/2023).

Hingga hari ini, PCM Pondok Gede telah melaksanakan lima kali muscab. Muscab dilakukan untuk melakukan regenerasi kepengurusan. Diharapkan dengan begitu, supaya organisasi berjalan sesuai amanat anggota Persyarikatan Muhammadiyah.

Baik Rahmat maupun Nunung memperoleh suara terbanyak dalam muscab yang berlangsung dari pagi hingga sore itu. Ketua terpilih PCM dalam sambutan singkatnya saat didaulat peserta dan diberikan panggung oleh Panitia Muscab V menyatakan bahwa PCM Pondok Gede harus melakukan usaha-usaha terbaik untuk mengembangkan PCM Pondok Gede.

Begitu pun Ketua PCA Nunung Endah yang menyatakan berusaha semaksimal mungkin mengemban amanah ini. Mantan Ketua PCM Pondok Gede dalam sambutan pamungkasnya berharap PCM Pondok Gede bisa berbuat banyak untuk kemajuan PCM & PCA Pondok Gede.

Ketua PDM Kota Bekasi, Zahrul Hadiprabowo dalam sambutan penutupnya mengucapkan selamat atas terpilihnya pengurus baru, serta semakin merasa mantap, karena telah terpilih Ketua baru PCM dan PCA Pondok Gede.

Zahrul juga berharap pihaknya dan semua warga Muhammadiyah Kota Bekasi memiliki kepedulian pada SD Muhammadiyah 5 Pondok Gede, yang berpotensi dikembangkan. Sebanyak 20 siswa SD Muhammadiyah 5 Pondok Gede mengisi acara pada awal acara muscab kali ini.

“Sungguh Musyawarah Cabang (Muscab) V PCM dan PCA Pondok Gede Kota Bekasi ini benar-benar membuat saya terharu dan bangga. Karena partisipasi bapak-bapak dan ibu-ibu dalam mensukseskan Muscab V ini,” jelas Zahrul Hadiprabowo.

Mantan Ketua DKM Masjid Darussalam dua periode ini sekaligus mengatakan bahwa Pondok Gede merupakan salah satu aset yang semakin melengkapi keberadaan PDM Kota Bekasi, khususnya dalam bidang dakwah, dalam bidang agama, maupun dalam kebaikan dan kemaslahatan masyarakat.

“Dalam kesempatan ini juga selain saya perkenalkan Kokam yang berpartisipasi dalam Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), juga akan saya perkenalkan sebagian jajaran pengurus PDM Kota Bekasi,” kata lulusan santri Gontor Ponorogo yang juga alumni Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini.

Hadir pula dalam ajang muscab ini Ketua PDA Kota Bekasi, Ketua PCM Pondok Gede, Camat Pondok Gede Zainal Abidinsyah yang membuka secara resmi muscab.

Muhammad Izzul Muslimin dari PP Muhammadiyah yang memberikan tausiyah menceritakan panjang lebar mengenai kisah nyata keberadaan Muhammadiyah di pusaran tempat berdirinya Gerakan Islam besar di Indonesia ini, yakni di Yogyakarta.

Izzul Muslimin beberapa kali menyebut “Keluarga Kauman” untuk menyebut pusaran pusat berdirinya Muhammadiyah, yang berbesanan dengan pimpinan Pondok Pesantren Tambak Beras, Pacitan, “Yang nota bene adalah pondok pesantren yang dikenal dengan pesantren tradisional NU,” kata dia.

Tausiyahnya menghidupkan suasana pra-muscab, dengan menjelaskan seluas-luasnya aneka hal termasuk kekinian terkait eksistensi Muhammadiyah.

“Menurut hasil survei Denny JA, tahun 2003, yang menang 9,7% di bawah 10%. Kemudian 2014 menurun lagi jumlahnya tinggal 7,6%. 2023 tinggal 3%. Artinya Muhammadiyah semakin sedikit. Metode dan hasil akhirnya menjadi pertanyaan buat kita,” sambil beberapa hadirin mengatakan bahwa survei yang dilakukan Denny JA justru menyebutkan Muhammadiyah, karena faktanya, Muhammadiyah justru semakin besar.

Izzul Muslimin memungkasi dengan harapan ke depan bagi Muhammadiyah. “Bahwa Muhammadiyah perlu lebih membuka diri dan membuka ruang ke masyarakat. Tidak eksklusif,” ujarnya. (Chandra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *