Gak Mau Repotkan Anak, Nde Jualan Es Raup Omset Rp500 Ribu/Hari

Umum1514 Dilihat

SEORANG pedagang es sudah menetap sejak 2006 untuk berdagang di Kelurahan Jatiluhur atau biasa disebut kantin anak-anak sekolah, tepatnya di Jalan H Dehir RT 009/RW 002, Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan. Jatiasih, Kota Bekasi, tepatnya di belakang Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Bu Asroh atau biasa disebut Nde adalah , pedagang tiga varian es yaitu rasa coklat, teh, dan es buah. Biasanya Nde menjual dengan harga Rp2 ribu sampai Rp3 ribu per cup. Mayoritas pembelinya anak-anak sekolah dasar, SMP, SMA, dan biasanya ibu-ibu yang anter jemput anaknya.

Nde yang sudah berjualan sejak tahun 2006 selalu dibantu suaminya untuk bantu-bantu mengangkat galon dan membantu Nde menjaga barang dagangannya.

“Biasanya si babeh cuma nganterin Nde terus beres-beres barang dagangan, terus nanti kalo Nde istirahat pas sholat si babeh yang jaga, ntar juga kadang-kadang pulang bareng, terus pas jam anak-anak istirahat nde balik lagi dianterin sama babeh,: ujar Nde.

Nde kini sudah berusia 62 tahun tapi masih kuat untuk berjualan es, karena menurutnya bahwa dia masih butuh biaya hidup. Nde juga gak mau merepotkan anak-anaknya karena masih mampu mencari nafkah berdua si babeh.

Nde juga mendapat keuntungan lebih besar dari pada modal yang dikeluarkan. Dalam sehari jualannya meraup omset Rp400 ribu hingga Rp 500 ribu. Dia mengaku berjualan  dari pukul 07.00 pagi dan tutup sampai anak-anak sekolah pulang. (lija)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *