Kelurahan Kayuringin Jaya Bekasi Selatan Dukung Program dan Kegiatan KKN IBM Bekasi

Pendidikan332 Dilihat

Oleh  Yoni Haris Setiawan

KELURAHAN Kayuringin Jaya yang diwakili Iwan Setiawan sebagai Sekretaris Lurah (Sekel) menerima Audiensi Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 10 Institut Bisnis Muhammadiyah (IBM) Bekasi Tahun Akademik 2022/2023 beberapa hari yang lalu (Kamis, 12/10/2023).

Audiensi sebelum pelaksanaan KKN sangat penting diadakan, hal ini bertujuan untuk mengoordinasikan, mengomunikasikan dan menginformasikan terkait peserta KKN, program dan kegiatan KKN, sehingga terjadi sinergisitas dan kolaborasi unsur Pemerintahan dan mahasisiwa KKN yang akan mengimplementasikan Catur Dharma PTMA di tengah-tengah masyarakat, utamanya di Kelurahan Kayuringin Jaya.


Kelompok 10 KKN IBM Bekasi yang terdiri dari Siti Nurul Fajriah (Manajemen), Resma Rumailah (Ilmu Komunikasi), Anissa Deby (Akuntansi), Lutfi Nur Rahman (Manajemen), Taufik Abdul Azyz (Ekonomi Islam), Benyamin Hendro Putro (Ilmu Komunikasi), Hafidh Amrillah (Manajemen), Alisa Aprilia Ayuba (Teknik Informatika), Dania Maulidatus Soliha (Ekonomi Islam), Delila Ilvi (Manajemen), Audrya Anjelita Tahalele (Ilmu Komunikasi), Nur Khopipah Atmaja (Manajemen), Fakhrusy Syakirin (Ilmu Komunikasi), Yoni Haris Setiawan (Ekonomi Pembangunan). Kelompok 10 di bawah asuhan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yaitu Epen Supendi dan Anto Apriyanto.

Pada audiensi (Kamis, 12/10/2023) Kelompok 10 yang diwakili Resma Rumailah (Sekretaris), Nur Khopipah Atmaja (Wakil Bendahara), Delila Ivi (Koordinator Divisi Pendidikan dan Bisnis), dan Yoni Haris Setiawan (Ketua), serta didampingi Epen Supendi sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Epen Supendi berkesempatan menyampaikan beberapa hal, salah satunya sinkronisasi pemetaan potensi desa dan warga Kayuringin Jaya dan peluang-peluang yang dapat dikolaborasikan sesuai dengan data-data yang dipersiapkan di grand design melalui program dan kegiatan KKN. Selain itu, mengharapkan Lurah Kayuringin Jaya dapat membersamai dalam Pembukaan KKN Kelompok 10 IBM Bekasi.


Sementara itu, Iwan Setiawan selaku Sekel menerima dengan penuh keakraban, sahaja dan opensif. Kelurahan Kayuringin Jaya pada prinsipnya mengizinkan, sangat mendukung dan berterima kasih kepada mahasiswa IBM Bekasi yang akan menjalankan program dan kegiatan KKN sebagai bentuk pengabdian kepada Masyarakat, ini akan sangat bermanfaat bagi Masyarakat Kayuringin Jaya tandas Iwan.

Lebih lanjut Iwan menjelaskan, bahwa data-data yang diperlukan terkait dengan letak geografi, lembaga pendidikan, kegiatan-kegiatan warga bersama PKK, pelaku UMKM, atau data-data lainnya dapat dikoordinasikan dengan bagian-bagian yang telah ada. Bahkan kegiatan bersama PKK dapat disinergikan, dikolaborasikan dan di agendakan secara bersama-sama.

“Silahkan Aula Kelurahan dapat dipergunakan untuk penyelenggaraan kegiatan-kegiatan KKN baik dengan PKK dan warga, Pembukaan KKN juga dapat dilaksanakan disini pungkas Iwan.

Kelompok 10 (Diezzone) sebelumnya telah berkunjung, bersilaturrahim, berdialog, bertukar pikiran dan observasi ke beberapa tempat yaitu, PCM, PCA, Majelis Taklim, TK, PAUD, SD, SMP, SMA, Panti Asuhan, Komunitas Masyarakat Pemulung, dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), Remaja Masjid, serta Rumah Pintar. Kemudian diformulasikan untuk menjadi sasaran KKN.

Implementatif Catur Dharma PTMA (Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan melalui KKN menjadi ruh yang komprehensif dan holistik integratif dalam kiprah mahasiswa untuk menuangkan gagasan (idea), ilmu pengetahuan (knowledge)  kompetensi (competence), keterampilan (skill), dan kemampuan (ability) dalam berinteraksi, bersosialisasi dan berkomunikasi dengan masyarakat.

Selain itu, dapat meningkatkan empati dan kepedulian mahasiswa, menerapkan IPTEKS dan IMTAQ secara team work dan interdispliner; Menanamkan nilai kepribadian (keuletan, etos kerja dan tangung jawab); Kemandirian, kepemimpinan dan kewirausahaan.

Kelompok 10 dalam menjalankan KKN tidak dalam bentuk mengajarkan dalam kondisi zero capability society, namun lebih pada pendekatan adaptabelitas dan fleksibelitas dengan melakukan motivasi pendampingan, pembimbingan, pengayaan dan pemberdayaan potensinya agar bertumbuhkembangnya pola berfikir dan bertindak kreatif, inovatif, interaktif, kolaboratif, dan produktif.

#Salam Jiwa Muda: Semangat Berkarya!
#Salam Diezzoners: Kompak, Bersahaja, Berkhidmat!
Dok. Foto: Ponsel Kelompok 10

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *