SPS TA Al-Muhajirin dan Mahasiswa KKN K-10 Melatih Jiwa Entrepreneurship Peserta Didik melalui Market Day

Pendidikan294 Dilihat

Oleh Yoni Haris Setiawan

DUA pekan (03/11/2023) telah berjalan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Bisnis Muhammadiyah (IBM) Bekasi. Kelompok 10 (K-10/Diezzone) yang dimandatkan di wilayah Bekasi Selatan dengan titik sasaran Kelurahan Kayuringin Jaya secara simultan terjadwalkan kegiatan terlaksana dan dan terpadu dengan lembaga pendidikan dan masyarakat.

Salah satu implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang dilaksanakan Mahasiswa K-10/Diezzone yaitu Pendidikan dan Pengajaran. Bagi mahasiswa K-10/Diezzone yang sedang menjalankan KKN merupakan sebuah proses yang memiliki peran penting sebagai relawan pengajar pada lembaga pendidikan, setidaknya dapat membantu meningkatkan semangat belajar peserta didik. Adapun bagi Mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif, inovatif, sekaligus mandiri.

Mahasiswa K-10/Diezzone IBM Bekasi, yang terdiri dari Yoni Haris Setiawan, Delila Ilvi, Resma Rumailah, Fakhrusy Syakirin, dan Nur Khopipah Atmaja mendapatkan jadwal pembelajaran hari Jum’at di Satuan Pendidikan Sejenis Tahfidz Alqur’an (SPS TA) Al-Muhajirin Kayuringin Jaya. Para Mahasiswa langsung pembimbingan entrepreneurship peserta didik di kegiatan Market Day (Hari Pasar).

Kaitannya kegiatan Market Day dengan mahasisiwa KKN dan mata kuliah masing-masing program studi antara lain Manajemen Pemasaran, Manajemen Keuangan, Manajemen Sumber Daya Manusia, Etika Bisnis/Ekonomi, Akuntansi Keuangan, Akuntansi Biaya, Kewirausahaan, Fiqih Muamalah, Komunikasi Interpersonal, Komunikasi Publik, Public Speaking, Perekonomian, dan lainnya.

Sejalan dengan jargon IBM Bekasi yakni Global Entrepreneur Campus, Mahasiswa KKN Diezzone dalam setiap sektor yang di jalaninya tidak terlepas dari aktifitas kewirausahaan (entrepreneurship). Penerapan Pendidikan dan Pengajaran ini pun dikolaborasikan K-10/Diezzone dengan Satuan PAUD Sejenis Tahfidz Alqur’an (SPS TA) Al-Muhajirin Kayuringin Jaya dengan dikembangkannya pendekatan pembelajaran berpusat pada peserta didik (student centered learning).

Pada Jum’at (03/11/2023) kali pertama kegiatan Market Day digagas SPS TA Al-Muhajirin Kayuringin Jaya. Market Day merupakan event atau kegiatan untuk berjual beli atau bertransaksi. Sedangkan yang bertugas sebagai penjual yaitu peserta didik itu sendiri. Karena pembelajaran dengan pendekatan student centered learning. Market Day kali ini sesuai tema materi yaitu “Tumbuhan”.

Peserta didik SPS TA Al-Muhajirin mempersiapkan, memilah, menata, dan menjual aneka sayuran dari tumbuhan yang sehat seperti, jagung, wortel, bayam, kangkung, tomat, terong, kol, tempe yang terbuat dari kacang kedelai dan lainnya. Kegiatan tersebut dilakukan di halaman sekolah dengan memasang meja.

Tujuan diadakannya Market Day ini adalah untuk melatih kejujuran, komunikasi, interaksi, jiwa kewirausahaan peserta didik. Diharapkan peserta didik mempunyai keterampilan dalam berwirausaha. Market Day adalah sebuah inovasi program sekolah yang memfasilitasi dan mengembangkan keterampilan peserta didik yang dapat menumbuhkan sikap tanggung jawab, berani, mandiri, serta bersosialisasi.

Menurut salah satu guru SPS TA Al-Muhajirin, Titie Rosnawati (akrab dipanggil Ros) mengungkapkan Market Day kali ini memperkenalkan suasana pasar tradisional yang melibatkan anak-anak dalam menjual sayuran, anak-anak yang menjual (penjual/pedagang) dan membeli (pembeli/konsumen) supaya merasakan langsung keriuhan berekonomi atau berbisnis.

Pelaksanaan Market Daya yang baru pertama kali ini digelar berjalan dengan baik dan sukses. Beberapa manfaat bagi anak-anak yaitu melatih berbahasa, menyebutkan, mengenal macam-macam sayuran, proses membeli untuk merasakan berinteraksi sosial, alat transaksi (uang) sebagai alat pembayaran dan mendapatkan barangnya. Anak-anak hanya diperbolehkan membawa uang sebesar 5.000 rupiah untuk berbelanja secukupnya.

Kegiatan Market Day ini masuk dalam pembuatan proyek anak-anak. Metode proyek merupakan salah satu metode pembelajaran dalam pendidikan anak usia dini. Metode proyek merupakan salah satu cara pemberian pengalaman belajar dengan menghadapkan anak dengan persoalan sehari-hari yang harus dipecahkan secara berkelompok.

“Para orangtua sangat antusias mendukung kegiatan ini, sebelum pulang anak-anak kita ajak muraja’ah (mengingat dan mengulang kembali) yang telah dilakukan untuk menjaga lupa dan salah. Anak-anak membawa hasil belanjanya ke rumah, sesampai di rumah anak-anak memasaknya dengan bimbingan orangtuanya,” tukas Ros.

Ini merupakan hal yang baru bagi peserta didik SPS TA Al-Muhajirin. Selama ini tidak terbersit para orang tua membawa anak-anak dalam berbelanja, padahal setiap hari para orang tua berbelanja ke pasar atau tukang sayur di lingkungan rumah. Keterlibatan orang tua juga sangat diperlukan dalam memberikan edukasi kepada anaknya terkait proses jual beli dalam kehidupan keseharian.

“Kepala sekolah sangat memotivasi dengan menyiapkan fasilitas Jum’at Berkah. Harapannya dari kegiatan ini anak-anak bertambah ilmu pengetahuannya dalam proses transaksi jual beli, saling bercerita dengan teman dan keluarga akan pengalaman yang dialaminya. Terima kasih Mahasiswa K-10 KKN IBM Bekasi telah melatih dan membersamai anak-anak di kegiatan ini,” ungkap Ros.***

#Salam Jiwa Muda: Semangat Berkarya!
#Salam Diezzone: Kompak, Bersahaja, Berkhidmat!
Dok. Foto: Ponsel Yoni Haris Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *