HIMEI IBM Bekasi Edukasi Digitalisasi pada Orangtua dan Santuni Anak Yatim

Pendidikan228 Dilihat

HIMPUNAN Mahasiswa Ekonomi Islam (HIMEI) Institut Bisnis Muhammadiyah (IBM) Bekasi mengadakan kegiatan Lentera Qalbu (Sabtu, 9/3/2024) di Auditorium Abdul Malik Fajar, lantai 2 IBM Bekasi, dengan mengusung tema Tantangan Mendidik Anak di Era Digitalisasi.

Tujuan diadakannya kegiatan ini dalam upaya menjawab tantangan dari keberadaan teknologi (baca: negatif) yang makin massif yang tidak sesuai dengan ketentuan-ketentuan syari, supaya para orangtua dapat mengantisipasi gerusan teknologi yang menghinggapi anak-anak.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Sugiono dan Silo Indriyanto (pedongeng). Sedangkan peserta terdiri dari para orangtua, masyarakat sekitar lingkungan kampus, remaja, pemulung, dan pengemis, serta anak yatim.

Ketua Panitia Kegiatan, Muhammad Rizky, mengungkapkan bahwa ini merupakan kegiatan amal dan sosial. “Semoga jalannya acara ini diberikan kemudahan dan kesukesan, begitu pula dengan HIMEI dapat berkembang. Dan dapat membantu bagi penerima manfaat,” harap Rizky.

IBM Bekasi yang diwakili Wakil Rektor I, Muhammad Rafi Siregar menyambut baik terselenggaranya kegiatan Lentera Qalbu yang digagas HIMEI IBM Bekasi berkolaborasi dengan Lembaga Yatim Mandiri Kota Bekasi.

“Kegiatan edukasi digitalisasi ini sangat penting bagi orangtua, selain itu, aksi amal dan sosial seperti ini sangat membantu bagi penerima manfaat, dan juga para mahasiswa yang tergabung dalam HIMEI memiliki kepekaan dan tanggung jawab sosial, pun kolaborasi yang dibangun merupakan akses yang mesti dilanjutkan,” tandas Rafi.

Sementara itu, Teddy Rohmat Setia Permana dari Staf Program Yatim Mandiri Cabang Bekasi mengatakan latar belakang diadakannya kegiatan ini adalah dalam rangka mengedukasi audiens tentang cara mendidik anak di era digitalisasi yang kian hari semakin memperihatinkan dalam perkembangan pergaulan anak di zaman sekarang.

“Sangat berbeda jauh dengan pola pendidikan anak-anak zaman dulu. Sekarang ini terpengaruh kebanyakan dari gadget, semestinya gadget diberikan untuk kalangan dewasa jangan diberikan pada usia anak, akhirnya mempengaruhi terhadap perkembangan otak, tingkah, perilaku, dan sifat sehari-hari anak yang tidak baik,” tandas Teddy.

Kegiatan Lentera Qalbu dapat berjalan dengan sukses dan tertib hasil kolaborasi Pengurus HIMEI yang terdiri dari Jihan Nurhaliza, Siti Nurjannah, Jauzaa Izzaty, Fajreni Abdulhakim, Nidha Putri Sanjaya, Fitri Ramadiena, Deti Nuryaningsih, Muhammad Syauqy Firdaus, Muhammad Rizky, Muhammad Hendri Agil, Muhammad Sayyid Rabbani, dan Ahmad Alwi Sholihin dengan didukung Lembaga Yatim Mandiri Kota Bekasi.

Terima kasih kepada kampus IBM Bekasi yang telah memfasilisasi dan HIMEI yang telah membantu acara ini sehingga dapat terlaksana dengan lancar, baik dan aman,” tukas Teddy. (Yoni Haris Setiawan, UPT Perpustakaan dan Publikasi Digital IBM Bekasi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *