Goni Pratama ; Jualan Bendera Musiman, Setelah Itu Pulkam Dagang Es Cekek

Umum142 Dilihat

HARI Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia atau HUT ke 78 RI yang diperingati setiap 17 Agustus, sudah dekat. Warga pun mulai pasang bendera Merah Putih di halaman rumah masing-masing. Ada bendera baru, tapi tak sedikit juga yang lama.

Dan bagi yang selalu mencari cuan, di tanggal-tanggal seginilah dia melakukannya, yaitu dua minggu menjelang HUT RI. Ada yang berjualannya keliling, ada yang berjualannya mangkal, dan lain sebagainya. Harganya pun tergantung dengan kualitas yang mereka buat.

Kali ini ada penjual bendera yang masih berusia muda yaitu Goni Pratama yang berusia 31 tahun. Dia hanya bersekolah sampai lulusan SMP.  Goni rela merantau dari Garut ke Bekasi demi menjual bendera 17 Agustusan, dan Goni akan kembali ke kampungnya setelah dua minggu di kota.

Goni berjualan bendera mulai dari jam 07.00 pagi sampai 17.00 sore. Ia baru saja berjualan pada Selasa, 1 Agustus 2023 hingga dua minggu ke depan.

“Hari ini saya baru laku satu aja sih, ya namanya usaha kaya gini kan, jadi kadang ada yang mau ada yang gak juga kan,” ujar Goni.

Goni menjual bendara juga tergantung ukurannya. Ada yang harganya mulai dari Rp30 ribu hingga Rp40 ribu, dan yang paling mahal kisaran Rp400 ribu yang berukuran besar.

Namun jangan dikira Goni pengagguran. Tidak. Karena dia juga memiliki usaha sampingan di kampungnya yaitu berjualan es cekek yang harganya mulai dari Rp1000 sampai Rp2000.

Penjual bendara bisa dibilang hanya pedagang musiman saja, karena hanya ada waktu dua minggu menjajakan dagangannya. Setelah itu tidak ada lagi yang namanya penjual bendara, kecuali akan ada lagi setahun yang akan datang.

“Ya setelah itu saya pulang ke Garut lagi untuk jualan es cekek,” tegasnya.
(jaja)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *