Edi Junaedi (Sopir Bajay) ; Demi Kau dan Si Buah Hati

Umum1618 Dilihat

INILAH cerita seorang sopir bajay yang mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, karena masih mempunyai anak untuk sekolah hingga  lulus nantinya.

Edi Junaidi yang berusia 52 tahun, terpaksa jadi  sopir bajay demi membiayai anak-anak dan istrinya. Bak lagu, kata Edi, Demi Kau dan si Buah Hati.

Edi sudah menjadi sopir bajay mulai dari tahun 2020 akhir. Dia bingung waktu itu harus bekerja apa hingga akhirnya memutuskan untuk menjadi sopir bajay.

Ayah tiga anak ini menjelaskan bahwa anak pertamanya sudah menikah. Sedangkan  yang kedua kerja sebagai ojek online, dan yang ketiga masih bersekolah kelas 2 SMA. Adapun alasan Edi menjadi sopir bajay karena ia masih memiliki satu tanggung jawab sebagai orang tua, yaitu menyelesaikan pendidikan anaknya.

Pendapatan Edi perhari hanya Rp150 ribu dan itu pun hanya gaji kotornya saja. Dia mulai narik bajay dari pukul 07.00 sampai 22.00 malam.

“Cukup gak cukup pendapatan segitu harus dicukup-cukupi dan harus di irit-irit,” ujarnya, Selasa (1/8/2023).

Sebelum menjadi sopir bajay, dulu Edi hanya bekerja serabutan. “Dulu saya dagang, bantu-bantu orang, kadang jadi calo SMK, apa aja deh dulu saya kerjakan, demi mencari makan untuk anak dan istri saya,” ujar Edi.

Perharinya terkadang Edi hanya mendapat empat sampai lima penumpang saja. Menurutnya, dengan penumpang yang hanya segitu tentunya sangat jauh dari kurang.

“Ya tidak mencukupi biaya sehari-hari saya dan keluarga, tapi saya tidak tau harus mencari kerja kemana lagi, yah jadi sopir bajay ajalah,” ujarnya sambil tersenyum.(jaja)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *