Warga Keluhkan Air PDAM Tirta Bhagasasi Bau Menyengat, Berdampak pada Kesehatan Kulit

Umum1275 Dilihat

SUPLAI air Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Bhagasasi kepada sekitar 40 ribu pelanggan di Kota Bekasi sudah lima hari terhenti. Meski demikian, aliran air di sebagian wilayah masih ada yang mengalir. Namun, aliran air tersebut tak layak pakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Beberapa warga mengeluh karena air yang digunakan keruh dan bau yang sangat menyengat.

Hal itu berdampak bagi kesehatan kulit warga, salah satunya di wilayah Perumahan AlFatih Permai 02 dan Puri Khatulistiwa 02 , di Desa Kedung Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.

Sebagian warga mengaku gatal-gatal setelah menggunakan air tersebut. Hal itu terjadi pada beberapa warga, salah satunya Holi (42) mengalami gatal-gatal di area leher. Ia mengungkapkan gatal-gatal terjadi setelah Air PDAM sedang tidak berfungsi dengan baik di Perumda.

“Merasakan gatal-gatal waktu PAM Tirta Bhagasasi ngga berfungsi dengan baik, dari hari Rabu. Pakai air itu karena terpaksa untuk mandi saja, kalau anak-anak mandinya pakai air galon. Terus gatal-gatal ini saya cek ke bidan katanya alergi, padahal sebelumnya ngga punya riwayat alergi,” ucapnya saat diwawancarai pada Senin (18/9/2023).

Hal tersebut juga terjadi pada salah satu warga lain bernama Yustika. “Kalau saya gatal-gatal di area yang lain, pokoknya yang seharusnya untuk membersihkan malah jadi gatal-gatal,” ujarnya.

Tak hanya Holi dan Yustika, hal serupa juga terjadi pada anak kecil bernama Zean (4) dan ibu paruh baya berusia 66 tahun bernama Nasuha.

Selain berdampak pada kesehatan kulit, para warga juga memanfaatkan untuk membeli air galon untuk memenuhi kebutuhan lain guna antisipasi pencemaran air pada kulit balita, mencuci pakaian, mencuci piring, dan semacamnya.

Warga berharap, aliran air segera pulih seperti semula yang tidak mengakibatkan gatal-gatal. Dan juga PDAM dapat mengurangi jumlah biaya tagihan yang mereka keluarkan.

“Harapannya air bening lagi, ngga terjadi gatal-gatal bagi sebagian warga. PDAM juga memberikan kompensasi atau pertanggung jawaban supaya ini ngga berdampak ke warga, mungkin alternatifnya berikan air bersih khususnya di wilayah kami,” tutur Asep selaku ketua RT 02. (Sheila, Mahasiswi STAI At-Taqwa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *