Tumbuhkembangkan Potensi Anak-anak Kampung dengan Membangun PAUD di Tengah Sawah

Pendidikan431 Dilihat

INDONESIA Emas di tahun 2045 terus didengungkan dengan indikator Indonesia menjadi negara maju dan sejahtera 2045. Namun, pemerataan pendidikan belum tercapai di Indonesia, selain sarana dan prasarana yang belum memadai di berbagai daerah, ketidakmerataan ini dapat memberikan dampak buruk bagi masa depan anak-anak bangsa Indonesia, akibatnya masyarakat tidak memiliki ilmu dan pengetahuan. Kebodohan yang terjadi, kemiskinan dan pengangguran yang meningkat.

Indikator yang paling utama ialah kemajuan dan kualitas pendidikan rakyatnya. Karena kemajuan dan kualitas pendidikan rakyat Indonesia sangat rendah yang berdampak pada perkembangan dan peningkatan literasinya. Jumlah penduduk Indonesia saat ini tidak sepadan dengan besaran anggaran pendidikan yang hanya 20% (APBN), birokrasi yang berbelit-belit (ribet–panjang), dan pemerataannya pembangunan sektor pendidikan di daerah.

Komponen masyarakat, Yayasan, Organisasi, Lembaga Pendidikan sangat berperan penting sebagai sumber, pengelola, pelaksana, penyelenggara, pengendali mutu dan pengguna dalam meningkatkan kemajuan dan kualitas hasil pendidikan dalam membantu Pemerintah.

Sosok Pengelola PAUD di Tengah Sawah

Yayasan mempunyai peran yang sangat penting untuk kehidupan masyarakat yaitu membantu masyarakat untuk meningkatkan kecerdasan dan kesejahteraan serta kemajuan melalui pendidikan. Selain itu, keberadaan Yayasan dapat membantu mencapai tujuan masyarakat pada bidang sosial baik itu kemanusiaan dan keagamaan. Pun demikian masyarakat dapat berperan sangat penting dalam memberantas kebodohan, tanpa dukungan masyarakat pendidikan tidak akan berhasil dengan maksimal.

 

Saat ini, masyarakat sedang dihadapkan pada kendala-kendala akses pendidikan seperti biaya pendidikan, biaya transportasi, jarak tempuh dan lainnya. Kendala-kendala akses pendidikan ini pun seiring dengan kian naiknya harga bahan-bahan pokok kebutuhan sehari-hari. Keadaan masyarakat serba tidak mudah, akan tetapi proses pendidikan bagi masyarakat harus berjalan dengan segala kemudahannya.

Adalah Eneng Budiyanti, sosok perempuan kampung yang tangguh, berjuang, ulet, bergerak, dinamis, mendedikasikan ilmunya dan terus berbagi pada warga masyarakat. Dari tahun 2018 sampai sekarang diamanahi sebagai Kepala Sekolah pendidikan pra-sekolah atau Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)/Kelompok Belajar (KB) “CAHAYA INSANCITA” Karyasari, Leuwiliang Bogor.

Sejak tahun 2018, Eneng jatuh bangun, tertatih-tatih, mengalami pasang surut, merangkak perlahan dalam mengelola PAUD/KB ini dengan fasilitas sarana dan prasarana yang memang jauh dari standar dan memadai. Eneng mengawalinya dengan modal mandiri (swadana), ruang tamu rumah disulap untuk proses pembelajaran dan administratif. Tahap berikutnya menambah ruang belajar dengan menempati 2 ruang kios dan ruang bermain di teras rumah atau kios.

 

Antusiasme dan dukungan warga masyarakat sekitar utamanya para wali murid untuk mendaftarkan, memasukkan, dan kepercayaan penuh menitipkan putera-puterinya pada PAUD/KB “CAHAYA INSANCITA” dalam proses pembelajaran, pembimbingan, pembinaan, dan pengembangan potensi, hobi, minat, bakat, dan kompetensi, serta keterampilannya. Sehingga Eneng mengkondisikan dengan membangun prasarana gedung sekolah PAUD/KB dilahan yang berada di tengah sawah. Sementara ini dapat merealisasikan dua ruang belajar dan toilet. Sedangkan untuk sarana bermain masih sederhana dengan berlantai tanah, jika kondisi hujan tidak dapat digunakan untuk bermain anak-anak karena becek, tanah lengket, berlumpur.

Ini pencapaian yang tidak mudah untuk mewujudkannya dengan situasi dan kondisi di tengah sawah, kampung dan carut maruknya perekonomian Indonesia. Membangun prasarana PAUD/KB tanpa bersumber dari bantuan Pemerintah, tanpa bersumber dari dana pengembangan pendidikan (DPP) atau uang bangunan para wali murid, bantuan lembaga manapun. Akan tetapi dengan niat, komitmen dan konsisten serta swadana berikhtiar membantu warga masyarakat utamanya anak-anak usia 4-6 tahun dalam memberikan kesadaran pendidikan yang berkualitas yang dapat menjadi bekal awal terbaik dalam hidup anak-anak.

“Dengan semangat gotong-royong, kebersamaan, dan kesadaran warga masyarakat khususnya para wali murid yang menitipkan putera-puterinya untuk bersekolah di sini, tanpa uang bangunan pun kita saling bahu-membahu merealisasikan prasarana di tengah sawah, yang paling penting anak-anak dapat tumbuhkembang, memiliki karakter dan mendapatkan pendidikan yang tenang, aman, nyaman, berinteraksi “ tandas Eneng, Sang Kepala Sekolah.

Dedikasi dari PAUD di Tengah Sawah untuk Negeri

PAUD/KB “CAHAYA INSANCITA” di bawah naungan Yayasan Insancita Paramuda Indonesia (The INSANESIA Foundation) membuka aktifitas pembelajaran sejak tahun 2018. Dalam perjalanannya mengalami grafik turun naik jumlah peserta didik setiap tahun ajarannya. Tahun ajaran 2019/2020 telah meluluskan sembilan peserta didik, 2020/2021 sebanyak 19 peserta didik, 2021/2022 sebanyak 18 peserta didik, dan 2022/2023 sebanyak 15 peserta didik. Sedangkan tahun ajaran 2023/2024 sedang dalam proses pembelajaran sebanyak 19 peserta didik. Keseluruhannya telah terinput pada Pangkalan Data Dapodik.

Dalam menyelenggarakan pendidikannya, PAUD/KB “CAHAYA INSANCITA” telah mengantongi izin operasional Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dengan SK nomor: 421.1/341/Kpts/Kec. Leuwiliang/VII/2020, Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN): 70004577, dengan status Akreditasi C. Lokasi PAUD/KB berada di tengah sawah yang beralamat Jl. Moh. Noh Nur Kampung Sukagalih RT 01 RW 09 Desa Karyasari Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor 16640, Provinsi Jawa Barat.

Peserta didik tahun ajaran 2023-2024 yaitu Abdurahman Azizi, Ainna Mardlyyah, Alzam Haidar Ramadhan, Arka Ramdhan Ar-Rasyid, Aulia Nugroho, Ayra Syabania, Azzahra Alfathuzia, Dikho Airlangga Wirakhaliq, Dita Febriani, Eksel Abi Syaputra, Fazila Zuyin Tabina, Firaz Zayfi Almeer Sudirman, Hafizah Nur Hidayarunnisa, Muhamad Banu Pratama, Muhammad Milan Ridwan, Muhammad Nazril Aljabbar, Muhammad Yana Saputra, Risa Putri Ferdiyansyah, Sabha Ratu Istiqomah, Siti Alfiah Nur’aini, dan Zidan Maulana Firdaus.

Salah satu wali murid, Dini Amaliyah (Mama Dikho) sebagai Ketua POMG dalam sambutan pada “Student Growth and Development Performance 2024” di internal PAUD/KB “CAHAYA INSANCITA” dengan tujuan memberikan ruang kreasi, seni, ekspresi dan membangun mentalitas berani dan tanggung jawab serta mengembangkan potensi anak-anak, (Jum’at, 12/01/2024) yang disaksikan dan nilai langsung para wali murid. Mama Dikho mengungkapkan anak-anak dapat tumbuh, berkembang, menggali bakatnya dan potensinya dengan melakukan pembiasaan-pembiasaan yang dilatih, dibimbing, diasah Guru PAUD/KB “CAHAYA INSANCITA” dan para wali murid telah membimbingnya setiap hari di rumah.

“Setiap anak-anak punya potensinya sendiri-sendiri sesuai dengan hobi, minat dan bakatnya ada yang nyanyi, adzan, mengaji, menari, bercerita dan lain-lain. Kita sebagai orangtua tidak boleh membanding-bandingkan dengan anak lainnya. Berani tampil, penuh ceria itulah anak Kita, yuukk… kita saksikan dan beri semangat anak-anak Kita yang akan tampil,” ajak Mama Dikho.

Penyelenggaraan “Student Growth and Development Performance 2024” diawali dengan penampilan Jaipongan Modern yang dibawakan Chintia Yuniar Guru PAUD/KB “CAHAYA INSANCITA”. Hal ini dalam rangka memberikan semangat kepada anak-anak yang akan memperlihatkan kemampuan, kreatifitas dan keterampilannya di depan orangtua.

Bahagia, gembira, ceria, dan dambaan setiap keluarga ialah dengan hadirnya anak yang sehat, selalu merekah tersenyum, cerdas, cekatan, kreatif, bikin gemes. Selain itu juga berperilaku baik, santun, ramah dan berbakti kepada orangtua. Anak adalah titipan Sang Maha Pencipta yang mesti dibesarkan, diasuh, dirawat, diarahkan agar menjadi insan yang bermanfaat. Mendidik dan mengenyam pendidikan kewajiban kita semua untuk memberikannya sehingga anak berhak untuk tumbuhkembang sesuai usianya.

Menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 angka 14 menyatakan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui stimulasi pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan belajar dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Tidak mudah memang dalam penyelenggaraan pendidikan yang dihadapkan pada kondisi sekarang ini yang serba sulit. Kemampuan para orangtua dalam hal keuangan untuk berpartisipasi dalam program dan kegiatan dalam rangka mengembangkan potensi, bakat dan minat anak untuk berprestasi yang dilaksanakan lembaga maupun lembaga-lembaga ekternal karena keterbatasan biaya.

Perjuangan Eneng Budiyanti belum selesai dan tidak boleh berhenti. PAUD/KB “CAHAYA INSANCITA” Karyasari, Leuwiliang Bogor harus tetap berdiri dan berlanjut di tengah-tengah sawah dan warga masyarakat. Peran Eneng Budiyanti dan Guru Chintia Yuniar sangat krusial, pun pendidikan juga berperan dalam membentuk nilai-nilai, etika, dan moralitas anak. Mereka belajar tentang pentingnya toleransi, rasa hormat terhadap oragtua–orang lain, dan tanggung jawab terhadap masyarakat. Berharap Pemerintah Pusat dan Daerah dapat dengan cepat responsif dalam pemerataan pendidikan dengan kebijakan yang memihak pada rakyat. (Yoni Haris Setiawan, Founder/Ketua The INSANESIA Foundation Bogor)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *