Pekpok Coffee Shop Milik Alvian, Berawal Cari Tempat Bikin Skripsi…

Umum872 Dilihat

PEKPOK Coffee Shop yang beralamat di Jl Kampung Selang Cau, Gang Asem, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi ini berawal dari sang pemilik yang tersesat. Pada 2018 Alvian sang owner mencari tempat untuk mengerjakan skripsinya. Saat itu ia menemukan sebuah coffee shop di daerah Grand Wisata dan merasa nyaman mengerjakan skripsi di sana dan mulai tertarik dengan ‘Dunia Kopi yang Lebih Serius’.

Pada 2019 bermodalkan uang tabungan dan support dari orang tua, Alvian mulai mendirikan Pekpok Coffee Shop. Karena Coffe Shop sedang hype di kalangan anak muda pada saat itu, usahanya berjalan dengan lancar. Namun setelah enam bulan berjalan, wabah Covid-19 pun datang dimana berlakunya karantina se-Indonesia yang mengakibatkan penjualannya drop.

Setelah beberapa bulan mengalami penurunan penjualan yang drastis, akhirnya sang owner berhasil menemukan trik untuk bangkit kembali bahkan sebelum masa covid berakhir.

“Kalo tips dari aku, mungkin buat kita coffee shop itu bisnis F&B atau food and beverrage, di dood and beverrage itu bagusnya kita punya tiga power, yaitu kebersihan, service, sama rasa. Mungkin kaya misalnya kita punya langganan ketoprak atau soto yang rasanya enak, tapi mohon maaf tempatnya kurang bersih dan nggak memadai, tapi mereka tetap hidup karena rasanya enak, itu karena mereka punya salah satu power terkuatnya dari tiga point ini. Salah satu tips gimana kita tetep bertahan ya karena kita punya tiga power penting ini yang tiga-tiganya kita kuatin yang khususnya untuk F&B apapun,” ujar Alvian.

“Kalo buat yang baru mulai itu tetap konsisten aja sih, karena apapun kalo mau tercapai dengan sukses itu nggak ada yang instan. Mau hari itu sepi, mau itu pertama buka usaha rame terus besoknya sepi itu jangan langsung down, karena kita waktu awal buka nggak yang langsung sukses, pernah kaya dua minggu kita rame terus, cape terus, tiba-tiba seminggu kemudian nggak sampe sepuluh orang setiap harinya, walaupun ngerasa bosen nunggu dan ngerasa sedih karena sepi, ya kita tetep harus buka aja,” paparnya.

Selain memperhatikan tiga power penting tadi, diperlukan juga rasa konsisten dan kesabaran dalam merintis usaha. Jika memiliki salah satu dari tiga power penting tetapi tidak konsisten dalam berbisnis, maka takkan berjalan dengan baik dan berkembang. Sebaliknya kalau konsisten namun tiga power penting tersebut tidak diterapkan, maka banyak customer yang merasa tidak puas dengan hasil produk kita. (Desti Nurlita Sari, Ilkom Unisma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *