Anggota PDIP Kota Bekasi tak Ajarkan Masyarakat untuk Money Politic, tapi…

NICODEMUS Godjang. Anda kenal nama ini? Dialah satu-satunya calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kota Bekasi dari kubu petahana yang menolak money politic kepada konstituen sejak pencalonan pertama pada 2019. Dan dikali kedua ini, Nico– panggilannya, mengaku cukup berat meraih suara seperti 2019 lalu.

“Beda dengan sekarang, saya dapat suara lebih rendah 3.000. Tak ada gunanya pembangunan yang saya buat di sejumlah titik. Saya tidak mengajarkan masyarakat di dapil saya (dapil 1) untuk menerima uang, sehingga saya bangun sejumlah ruas jalan yang sejak merdeka tidak ada pembangunannya. Kenyataannya malah berbeda, masyarakatlah yang justru mengajarkan para politisi untuk memberi uang,” ujar Nico, Selasa (27/2/2024).

Nico mencontohkan salah satu Rukun Warga (RW) yang dibangunnya berbagai fasilitas. Ternyata dia hanya mendapatkan suara 80. “Jadi jangan bilang kami dewan atau politisi yang mengajarkan masyarakat menerima uang, justru masyarakatlah yang mempertahankan dan tambah marak terjadinya money politic,” jelasnya.

Sehingga Nico yang juga lulus ke kursi DPRD Kota Bekasi kali ini bertekad membuat satu buku yang isinya korupsi justru datang dari masyarakat, bukan politisi.

“Coba bayangin, satu suara ditukar dengan 100 ribu sampe 500 ribu. Atau ditukar sembako seharga 500 ribu. Suara sesaat saja itu dan saya tidak pernah mengajarkan itu, tapi anehnya makin marak dan massif cara-cara seperti itu,” ujar mantan wartawan ini.

Bahkan ketika dapat bantuan minyak 1.000 pcs, Nico tak membuat bazar murah. Justru semua minyak itu dibagikannya kepada caleg di Kabupaten Bekasi. (zas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *