Shalawat Asyghil Sebagai Senjata Penghancur Kecurangan Pilpres 2024

Politik266 Dilihat

DULU menjelang meletusnya pemberontakan G 30 S PKI 1965, organisasi onderbow PKI yang bernama Pemuda Rakyat dan Gerwani bergerak secara sporadis di berbagai tempat, misalnya dengan menggaungkan lagu genjer-genjer, melakukan teror dengan membunuh santri dan ulama Pondok Pesantren pakai racun sebagaimana terjadi di Banyuwangi, Jawa Timur.

Kegentingan atas bahaya gerakan PKI yang ingin menguasai tanah air pada waktu itu dirasakan para ulama, da’i, kyai, sehingga mereka sepakat secara Ijtima’ untuk meng-gema-kan shalawat Asyghil di pondok-pondok pesantren, surau, mushalla mesjid-mesjid, majelis ta’lim, pengajian-pengajian, di seantero negeri. Bergemanya sholawat Asyghil di seluruh pelosok negeri itu ternyata membuahkan hasil artinya tidak sia-sia.

Walhasil peristiwa G 30 S yang meletus pada 30 September 1965 itu gagal total. Pemberontakan PKI biadab itu bisa digagalkan oleh Pasukan TNI Angkatan Darat di bawah pimpinan Pak Harto (waktu itu berpangkat Mayor Jenderal). Sholawat Asyghil salah satu keutamaannya untuk menghancurkan musuh, merupakan salah satu sholawat yang banyak diamalkan kaum Muslimin.

Saat ini shalawat Asyghil menemukan momentumnya di mana saat ini seluruh elemen bangsa yang menginginkan dan menghendaki perubahan sama-sama merasa genting menghadapi musuh bersama yang berupa kecurangan Pilpres 2024 yang dikomando oleh rezim zholim. Kecurangan itu nampak jelas terang benderang, misal dalam bentuk cawe-cawe, bagi-bagi fulus, curi start di LN, ASN dan aparat yang tidak netral yang dilakukan bahkan sebelum Pilpres berlangsung.

Belajar dari sejarah saat genting-gentingnya menghadapi pemberontakan PKI pada tahun 1965 di mana Shalawat Asyghil di-gema-kan, tidak salah bila seluruh elemen masyarakat pencinta perubahan meng-gema-kan kembali shalawat Asyghil untuk menghancurkan segala macam bentuk kecurangan Pilpres 2024 yang terstruktur dan sistematis.

Kecurangan dalam Pilpres 2024 merupakan satu perbuatan yang sungguh biadab. Mengapa demikian? Sebab korbannya adalah jutaan rakyat yang terzholimi harapan dan cita-citanya untuk merubah nasib dirinya. Seluruh elemen bangsa saat ini mempunyai pikiran dan pandangan yang sama yaitu ingin merubah nasib bangsa yang kian terpuruk. Untuk mencapai tujuan itu hanya Prof. Dr. H. Anies Rasyid Baswedan, P.hD dan wakilnya yaitu Dr. (HC) Drs. H. A. Muhaimin Iskandar, M.Si, (AMIN) yang bisa merubah kondisi bangsa ini di segala bidang : Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Hukum, Hubungan internasional, dll dari carut marut dan keterpurukan bangsa. Hanya AMIN yang bisa mendatangkan perubahan bangsa ini.

Pahit ngomong, jika pada Hasil Pilpres bukan AMIN yang terpilih, bisa dipastikan nasib rakyat bangsa ini ibarat “keluar dari mulut harimau masuk ke mulut buaya”. Kegentingan itulah yang dirasakan oleh segenap lapisan masyarakat di Indonesia saat ini yang kini sedang berhadapan dengan kecurangan Pilpres 2024 yang masive, terstruktur dan sistematis.

Semoga dengan gema shalawat Asyghil di seantero negeri, Alloh menghancurkan sehancur-hancurnya segala bentuk kezhaliman dan kecurangan Pilpres 2024, sekaligus semoga Allah SWT mengabulkan cita-cita dan harapan bangsa Indonesia untuk punya Presiden terpilih yaitu Prof. Dr. H. Anies Rasyid Baswedan, P.hD dan wakilnya Dr. (HC) Drs. H.A. Muhaimin Iskandar, M.Si, Aamiin Yaa Robbal’alamiin…

Teks Sholawat Asyghil :

: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَشْغِلِ الظَّالِمِيْنَ بِالظَّالِمِيْنَ وَأَخْرِجْنَا مِنْ بَيْنِهِمْ سَالِمِيْنَ وَعَلَي الِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

[ALLOHUMMA SHOLLI ‘ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ASYGHILIDZ DZOLIMIN BIDZ DZOLIMIN ] 2x
WA AKHRIJNA MIN BAINIHIM SALIMIN WA ‘ALA ALIHI WA SHOHBIHI AJMA’IIN.

Artinya:
_”Ya Alloh, berikanlah shalawat kepada pemimpin kami Nabi Muhammad, dan sibukkanlah orang-orang dzalim dengan orang dzalim lainnya. Selamatkanlah kami dari kejahatan mereka. Dan limpahkanlah shalawat kepada seluruh keluarga dan para sahabat Nabi Muhammad.”_

Hasbunalloh Wanikmal wakil Nikmal Maula Wanikman Nasir. Barokallohu’ fiikum. (Abu Fayadh Muhammad Faisal, M.Pd, Pejuang Perubahan AMIN Bekasi Raya Kota dan Kabupaten)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *