Puisi: Sudah Merdeka Kok Masih Disiksa

Uncategorized141 Dilihat

Oleh Al Ustadz Dr Abu Fayadh Muhammad Faisal Al Jawy al-Bantani

Mudiklah bagi yang masih punya Ortu/Orang Tua:

Sukses Kuwi Masih Iso di Oyak
Umur Wong Tuwo Ora Iso di Tebak.

Jangan Bunuh Saudaramu (Umat ISLAM), Firman ALLOH :

وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِناً مُّتَعَمِّداً فَجَزَآؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِداً فِيهَا وَغَضِبَ اللّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَاباً عَظِيماً

“Dan barang siapa yang membunuh seorang mu’min dengan sengaja maka balasannya ialah Jahanam, ia kekal di dalamnya dan Alloh murka kepadanya, dan melaknatinya serta menyediakan azab yang besar baginya”. (QS. An Nisaa’: 93).

Ketika kita melewati KM.50 Ja-Pek (Jakarta Cikampek) jangan lupakan dengan tragedi berdarah di sana yang mana 7 rakyat sipil tewas dibunuh oleh Manusia Laknatulloh. Semoga yang membunuh 7 rakyat sipil yang insya Alloh Tabarakalloh mereka adalah Syuhada mendapat teguran langsung dari AllohL beserta keturunannya karena membunuh (Umat Islam) dalam agama Islam itu haram dan termasuk dosa besar. Insya Alloh sebuah Puisi ini mengingatkan akan 7 Syuhada di KM.50 Ja-Pek dan do’akan selalu kebaikan untuk mereka ketika Anda melewati jalur tersebut meskipun sudah ditutup selamanya.

Puisi: Sudah Merdeka Masih diSiksa

Indonesia apakah sudah merdeka?
Anak bangsa masih banyak disiksa
Raganya kini berkubang tanah
Namanya masih segar dalam lilin menuntut keadilan

6 Laskar penjaga
Di KM 50 tragedi berdarah
Kode-kode kembali ke markas
Paginya sudah tak berbekas

6 jasad telah diserahkan ke keluarga
Bersama kejanggalan demi kejanggalan
Atas apa raga ini disiksa
Hingga hilang nyawa yang tiada dua

Sang Brigadir terhormat
Sniper ulung kelas kakap
Berinisial J
Dikabarkan juga tewas di tangan sesama aparat

Jasadnya kemudian diautopsi
Diantar ke keluarga sempat tak boleh buka peti jenazah
Mengundang seribu tanya
Atas dosa apa meninggal dengan cara di luar nalar

6 Laskar dan Brigadir J
Anak bangsa yang tak merdeka sebab disiksa
Katanya penjajah sudah tak ada
Apa ini tanda penjajah berubah wajah?

Turut berdukacita atas kepergian anak bangsa
Meski Indonesia sudah merdeka
Ternyata masih ada siksa
Yang Alloh sudah mencatat dalam rapor amal yang diperbuat

Jum’at, 3 Syawwal 1445 H/12 April 2024.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *