Audiensi dengan DPRD, Warga Ingatkan Developer terkait Hak Fasos-Fasum

by -66 views

WARGA Perumahan Pondok Permata Blok C, Kedung Pengawas, Babelan, Kabupaten Bekasi memenuhi undangan audiensi Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi untuk membahas ketersediaan lahan fasos-fasum. Warga pun menyoroti belum adanya lahan fasos di wilayah Blok C.

“Kami menyampaikan kepada Komisi III bahwa ketersediaan lahan fasos-fasum di Pondok Permata tidak proporsional. Ada blok yang mendapatkan lahan fasos luas, sementara di Blok C tidak terdapat sama sekali lahan fasos,” kata Ketua RW 017 Perumahan Pondok Permata, Deka Surya Putra dalam keterangannya usai audiensi di Gedung DPRD Kabupaten Bekasi, Cikarang, Jawa Barat, Senin (6/6/2022).

Sementara, warga juga memiliki hak sama untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial-kemasyarakatan. Hanya saja, program-program tersebut selama ini belum didukung oleh tersedianya lahan fasos-fasum.

“Di akhir pemaparan kami tegaskan bahwa di Blok C belum ada lahan fasos-fasum. Karenanya kami meminta developer untuk memberikan persamaan hak mengingat kebutuhan sarana tersebut dan jumlah warga yang terus bertambah,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan developer Pondok Permata, Yayan menyampaikan bahwa Blok C merupakan site plan pertama yang diajukan ke Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi.

“Dulu kami mengusulkan lahan yang sekarang menjadi RTH (ruang terbuka hijau) di Blok C adalah fasos-fasum, tapi tidak disetujui karena terlalu kecil. Sehingga dicarilah lahan yang lebih luas dan kebetulan yang terdekat ada di sini,” ujarnya sambil menunjuk titik fasos-fasum di Blok D dan Blok F.

Pada kesempatan sama, anggota Komisi III DPRD Saeful Islam meminta developer untuk memberikan pemahaman kepada warga bahwa fasos-fasum adalah milik seluruh warga perumahan. Bukan milik setiap blok atau blok terdekat.

“Kami berharap developer bisa memberikan pemahaman tersebut kepada masyarakat,” ujar Saeful.

Senada, Wakil Ketua Komisi III, Cecep Noor mengimbau developer dapat memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat terkait pemanfaatan lahan fasos-fasum. Ia berkomitmen akan membahas kembali hal ini dengan para stake holder.

“Insya Allah kami siap turun, nanti saya telepon kapolres, MUI, dan sebagainya untuk membahas hal ini. Tidak boleh ada ego sektoral antar-warga,” kata Cecep.

Turut hadir pula dalam pertemuan tersebut project manager PT Permata Indah Cipta Graha, L Suryo Nugroho; Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman Dan Pertanahan Kabupaten Bekasi, dan Camat Babelan beserta jajarannya. (dodo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.