Resensi Kitab Mustholah Wa Takhsy Al-Hadits

Umum1082 Dilihat

KARYA : PROF. DR. KH. FUAD THOHARI, M.A
KH. ABDUL SYUKUR, M.A

TAHUN TERBIT : 2023

HALAMAN: 250

PENERBIT: JEJAK PUSTAKA

 

KISAH TENTANG PENULIS
Prof. Dr. KH. Fuad Thohari, M.A
Prof. Dr. KH. Fuad Thohari, M.A , adalah seorang ilmuan yang lahir di ngawi, jawa timur. Ia menempuh pendidikan di beberapa lembaga pendidikan, termasuk pesantren “Darun Naja”, jalen, ponorogo dari tahun 1983 hingga 1989. Selain itu, beliau juga mengkuti pendidikan di pesantren MTs- “Al- Islam”, joresan, ponorogo, pada priode yang sama dari tahun 1983 hingga 1989.

Setelah itu, Prof. Dr. KH. Fuad Thohari, M.A , melanjutkan studi di pesantren Al- Falah, ploso, di kediri dari tahun 1989 hingga 1992. Pada tahun 1994 hingga 1996, beliau mengikuti pendidikan kader ulama MUI di Jakarta. Kemudian, pada tahun 1997, ia melanjutkan pendidikan di pendidikan kader ulama (PKU) MUI Pusat. Dengan latar belakang pendidikan yang beragam, Prof. Dr. KH. Fuad Thohari, M.A , telah mencapai gelar profesor dan memiliki pengetahuan yang luas dalam bidangnya.

Prof. Dr. KH. Fuad Thohari, M.A, telah menyelesaikan pendidikan S1 di jurusan Tafsir-Hadis Fakultas Ushuluddin IAIN Jakarta pada tahun 1997. Kemudian, beliau melanjutkan studi S2 dengan konsentrasi Tafsir-Hadis di IAIN Jakarta dan menyelesaikan nya pada tahun 1999. Pendidikan tertinggi yang docapai ialah Program Doktor Islamic Studies dengan konsentrasi Hadis dan Ulum al- Hadis di pascasarjana (S3) UIN Jakarta dari tahun 2001 hingga 2007.

Tidak hanya itu, Prof. Dr. KH. Fuad Thohari, M.A , juga mengikuti berbagai program pascadoktoral. Ia mengikuti daurah Tarbiyah fi alLughah wa al-Tsaqafah di Al- Azhar, Cairo, Mesir pada tahun 2010. Selanjutnya beliau mengikuti postdoctoral Fellowship Program For Islamic Higher Education (POSFI) di Tunisia pada tahun 2014. Selama karir akademiknya, beliau juga melakukan penelitian di berbagai negara, termasuk arab saudi (pada tahun 2007, 2014, dan 2018), China (Beijing pada tahun 2015), Hongkong (pada tahun 2016), Shanghai (pada tahun 2017), Singapore (pada tahun 2015, 2016 dan 2019), Thailand (petani, Shankala pada tahun 2015, 2016; puket pada tahun 2017; Bangkok-Pataya pada tahun 2018), India Selatan (Kochin, Chane, Haidar Abad pada tahun 2018), Mesir (pada tahun 2010 dan 2017), Israel (pada tahun 2017), Palestine (pada tahun 2017), Yordania (pada tahun 2017), Iran, (pada tahun 2018), Turki (pada tahun 2018), China (Hainan Island pada tahun 2020), dan Khazakhstan (pada tahun 2022), dan lain-lain.

Pengalaman akademik dan penelitian yang luas ini menunjukan dedikasi Prof. Dr. KH. Fuad Thohari, M.A, dalam memperdalam pengetahuan dan kontribusinya dalam bidang studi hadis dan ulum-al hadis serta penelitian lintas budaya dan internasional.
Prof. Dr. KH. Fuad Thohari, M.A adalah seorang dosen tetap (PNS) di Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Jakarta sejak tahun 2000. Selain itu, beliau juga menjadi pengajar di pascasarjana Fakultas Syari’ah dan Hukum di UIN Jakarta. Selain itu, beliau juga aktif sebagai dosen di sekolah pascasarjana (SPS) UIN Jakarta, Pendidikan kader ulama (PKU) MUI, dan beberapa kampus dijakarta dan sekitarnya.
Prof. Dr. KH. Fuad Thohari, M.A Sering menjadi narasumber dalam berbagai kajian keilmuan, seminar, halaqah, dan talkshow di beberapa radio, termasuk Cbb, Bens Radio, Music City, Hard Rock, Matri, RRI, Elshinta Fm, dan lain-lain.

Selain itu, beliau juga menjadi narasumber di stasiun telefisi nasional seperti TVRI, MNC-TV, AN-TV, BERITA SATU, R-TV, Elshinta TV, METRO TV, MORE TV, dan lain-lain.
Selain aktif sebagai pengajar dan narasumber, Prof. Dr. KH. Fuad Thohari, M.A juga terlibat dalam penelitian baik di tingkat nasional maupun internasional. Beliau aktif menulis di berbagai Jurnal Ilmiah, Media Massa, dan Buku. Selain itu, beliau juga berkontribusi dalam media elektronik berbasis web (internet).

Dengan keterlibatan yang luas dalam dunia akademis, penelitian, dan media, Prof. Dr. KH. Fuad Thohari, M.A telah menjadi sosok yang berpengaruh dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan keilmuan di bidang syari’ah dan hukum Islam.

Buku-buku yang ditulis/disusun antara lain: (1) Kumpulan Fatwa MUI DKI Jakarta tahun 1975-2010 (2012); (2) Pedoman Penetapan Fatwa Bagi Da’l (2012); (3) Kumpulan Fatwa dan Taushiah MUI DKI Jakarta tahun 2016 (2016); (4) Hadis Ahkam; Kajian hadis Hukum Pidana Islam (Hudud, Qishash, dan Taʼzir), (Jogjakarta: Deepublish, 2016); (5) Kumpulan Fatwa Dan Tausiyah MUI DKI tahun 2017; (6) Hukum dan Pedoman Penanganan Jenazah terinfeksi Covid-19 (2020); (7) Mengetuk Pintu Langit di Bulan Ramadhan (Jejak Pustaka, 2023), (8) Pedoman Ibadah Kurban di Era Pandemi Covid-19 (2020); (9) Zakat Fitrah Dengan Uang (2020); Respon Al-Qur’an terhadap Umar bin Khattab (Jejak Pustaka, 2022), (11) Islam Dalam Berbagai Perspektif terdiri dari 3 Jilid (Jejak Pustaka, 2022), Fatwa-Fatwa di Indonesia (Jejak Pustaka, 2023), Perjalanan religi haji dan Umrah (Jejak Pustaka, 2023), FatwaFatwa di Dunia (Jejak Pustaka, 2023), dan akan yang terbit segera Mushtholah Wa Takhrij Al Hadits, Tahqiq Fath al-Mu’in; Ulum al-Hadis bi al-Laughat.

Selain itu, menjadi Kontributor/Tim Penyusun penulisan buku, antara lain: (1) Makna Dan Nilai Utama Dalam Ibadah Haji, (Biro Haji DKI Jakarta 2002); (2) Problematika Ibadah Haji dan Solusinya, Tim Penyusun, (Biro Haji DKI Jakarta 2002); (3) Fiqh Progresif; Menjawab Tantangan Modernitas (November, 2003); (4) Khutbah Jum’at: Islam dan Terorisme, (2009); (5) Deradikalisasi Pemahaman Al- Qur’an dan Hadis, (2009); (6) “Mbah Priok” Studi Bayani Wa Tahqiq Terjadap Masalah Makam Eks TPU Dobo. ISBN 978-979-98256-7-4, tahun 2010; (7) Mozaik Pemikiran Islam Bunga Rampai Pemikiran Islam Indonesia “Al-Tatharruf al-Diny”, (2011); (8) Fiqih Zakat On Sdgs (2018); dan (9) Demokratisasi Fatwa (ICIP) (2018), (10) Modul Pelatihan Dakwah (LD- PBNU), (11) Fatwa dan Pandemi Covid-19 (ICIP) (2021), Respon Al-Qur’an terhadap Umar bin Khattab, dll.

Dalam MUSDA MUI DKI Jakarta tahun 2018, diamanahi sebagai Ketua Bidang FATWA MUI DKI Jakarta (2018-2023), Wakil Ketua LD-PBNU, Pengurus PPSDM (Pusat Pengkajian Sumber Daya Manusia), UIN Jakarta, LPH UIN Jakarta, Dewan Pertimbangan Ikaluni-UIN Ciputat, Wakil Rois Syuri’ah dan Pembina LBM PWNU DKI Jakarta, Pembina LBM PCNU TangSel, dan sebagai Mudir Ma’had Ali “Manba’ Al- Falah”, di Pamulang Tang-Sel.

KH. Abdul Syukur, M.A
KH. Abdul Syukur, M.A adalah seorang intelektual Muslim yang lahir pada tanggal 14 Juni 1978 di Tegal. la tumbuh dalam keluarga yang taat beragama Islam dan menunjukkan minat serta bakat dalam memahami ajaran agama dan Al-Qur’an sejak usia dini. Pendidikan formalnya dimulai di Madrasah Diniyyah Raudah al-‘Ulûm dan Madrasah Wusta Raudah al-‘Ulum di Tegal, di mana ia mendalami dasar-dasar agama.

KH. Abdul Syukur, M.A juga mengalami pengalaman nyantren (belajar agama di pondok pesantren) di beberapa Pondok Pesantren terkenal di tanah Jawa, seperti PP. Manbaúl Ulum, Tebu Ireng, PP. Lirboyo, dan PP. al-Anwar Sarang. Di sana, ia memperdalam pemahaman agama Islam dan ilmu-ilmu keislaman lainnya.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 2001, Abdul Syukur terus mengejar ilmu dengan nyantri di Darussunnah Prof. Dr. H. Ali Musthafa Ya’qub, Ciputat, untuk memperdalam pemahaman agama. Ia juga sangat aktif dalam berbagai kegiatan organisasi, terlibat dalam berbagai struktur kepengurusan di beberapa organisasi keilmuan dan jurnal, serta di Jam’iyah Nathmu Ahwal (IPP- NU) Tegal dan HMI Cabang Ciputat.

Selain itu, Abdul Syukur juga memiliki pengalaman kerja di bidang perjalanan umroh dan haji, dimana ia pernah menjadi Travel Document Supervisor di PT, Nifang Lestari Abadi dan Supervisor di PT. RIZA Tour & Travel/Haji & Umroh.

Tidak puas dengan pencapaian sebelumnya, la melanjutkan pendidikan dan mengejar gelar magister (52) di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan konsentrasi pada Ilmu al-Qur’an dan Tafsir (Konsentrasi Hadis). Selain itu, ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan pengajaran dan pengasuhan di berbagai majelis ta’lim dan yayasan, seperti Majelis Ta’lim Raudhatul Jinan, Tegal Parang, dan Yayasan Pengembangan Ilmu Bagi Yatim dan Dhu’afa “Himmatul ‘Arif Ila Nailisysyarif”, Duren Tiga, Pancoran. la menjadi pengajar kitab Rawai’ al-Bayân Tafsir Ayat al-Ahkam dan Syarh Alfiyyah, serta mengasuh beberapa program pengajaran agama lainnya.

Dengan semangatnya dalam menuntut ilmu dan berkontribusi dalam masyarakat, Abdul Syukur menjadi teladan bagi banyak orang. Kepeduliannya terhadap agama dan pengabdian pada masyarakat menginspirasi banyak orang untuk mengikuti jejaknya dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam.

Beliau juga aktif dalam mengisi kajian rutin di Masjid Jami’ al-Mustaqim, Mampang Prapatan, yang diselenggarakan pada malam Rabu dengan membahas beberapa kitab, seperti Tafsir Al-Shiroth Al-Mustaqim, Riyadh al-Sholihin, an-Nashoih ad-Diniyyah, dan Kifayatul Akhyar, dimulai pada pukul 18.15 setelah maghrib hingga selesai.
Dengan perjalanan ilmu dan pengabdian yang luar biasa, KH. Abdul Syukur, M.A telah mencurahkan banyak usaha untuk memperdalam pemahaman agama Islam dan berkontribusi dalam masyarakat.

GAMBARAN ISI
Buku ini merupakan suatu syarah atau penjelasan ulang dari sebuah tulisan berbahasa Arab yang berjudul ‘Ilm Muṣṭalah al-Hadits, ‘Ilm al-Takhrij Wa al-Ta’arruf ‘Alâ Kutub al-Hadits dalam kitab al- Jadawil alJami’ah Fi al-‘Ulûm al-Nâfi’ah. Tulisan aslinya disusun oleh Syekh DR. Jâsim bin Muhammad bin Muhalhal al-Yâsîn dan beberapa mahasiswanya yang dipilih untuk membantu dalam penulisan tersebut.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
Kelebihan;
Jika dilihat dalam perkembangan penulisan buku-buku Ilmu Hadis selama ini, karya tersebut dinilai cukup dan lebih menarik ketimbang karya-karya dalam Ilmu Hadis lainnya, seperti Taisir Muştalah al- Hadits karya Mahmûd al-Tahhân dan lain sebagainya. Karya lain biasanya menyajikan rangkaian penjelasan dan rinciannya sebagaimana sebuah elaborasi penulisan pemikiran yang berdasarkan rangkaian yang telah berlaku dalam disiplin Ilmu Hadis. Dalam buku ini, memberikan model baru yang belum pernah ada sebelumnya, yakni penyajian sistematis yang dikemas menjadi suatu bentuk dan rancangan atau pun kerangka secara garis besar tentang ilmu-ilmu hadis dan berbagai cabangnya dalam bentuk struktur dan membentuk pola menjalar dalam berbagai kolom sesuai dengan pembagian dalam pembahasan masing-masing. Dalam buku ini, penyajian skema suatu pembahasan dimulai dari pengertian atau definisi, baik secara bahasa (etimologi) atau pun istilahnya (terminologi) lalu menyajikan beberapa contoh dan gambaran sesuai dengan klasifikasi di dalamnya. Dengan demikian, penyajian dalam karya ini bisa dinilai baru dan sangat menarik dilihat dari modelnya yang mampu memberikan titik fokus dan terarah ketika pembaca memulai menelaahnya.

KEKURANGAN;
Disamping beberapa kelemahannya yang tidak bersifat rinci dalam penjelsannya, termasuk berbagai masalah lain yang tidak termaktub didalamnya. (Ananda Salsabila/Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *