LAZISMu Kabupaten Bekasi: Adaptable Terhadap Digitalisasi Sebuah Keharusan

Pendidikan331 Dilihat

SALAH satu Tri Dharma Perguruan Tinggi telah diimplementasikan Dosen Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBHARA Jaya). Mereka adalah Sugiyatno dan Mukhlis Rasim yang telah melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (Abdimas) UBHARA Jaya dalam rangka Optimalisasi Pengelolaan Zakat Infak dan Sedekah pada LAZISMu Kabupaten Bekasi pada 11 Juni, 26 Juni, dan 22 Agustus tahun 2023,

Saat ini per setiap detiknya aktifitas sehari-hari kita dalam pelbagai sektor tidak terlepas dari informasi yang super cepat, kilat, dan ada dalam genggaman. Perkembangan dan percepatan teknologi dirasakan atau tidak sangat berdampak pada ruang-ruang pekerjaan, semuanya tinggal ‘klik’ proses informasi melalui digitalisasi tersampaikan dengan kedipan mata.

Menurut buku UMKM dalam Digitalisasi Nasional, penerbit Cendikia Mulia Mandiri (2023:88), digitalisasi adalah suatu proses konversi dari teknologi analog ke teknologi digital, atau penggunaan teknologi dan data digital untuk meningkatkan kinerja, efisiensi, atau model bisnis.

Dampak positif terknologi digital antara lain mempercepat komunikasi dan mempermudah pekerjaan, sedangkan dampak negatifnya antara lain menumbuhkan individualisme, fitnah, dan sikap anti sosial.

Dunia digitalisasi pun kini telah merambah dipelbagai ranah aktifitas, sektor dan bidang, baik di dunia pendidikan, perusahaan, organisasi, lembaga-lembaga dengan pemanfaatannya. Di dunia pendidikan, khususnya perguruan tinggi terdapat Tridarma Perguruan Tinggi terdiri dari Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, Pengabdian kepada Masyarakat.

Program kegiatan pengabdian bertempat di Lembaga Amil, Zakat, Infak dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMu) Kabupaten Bekasi, dengan fokus program yaitu 1) Pengelolaan dan Pencatatan Lazismu, 2) Website, 3) Sosial Media LAZISMu yang terdiri Instagram, Twitter, WhatsApp Gateway.

Ketua Tim Abdimas Optimalisasi Pengelolaan Zakat Infak dan Sedekah Pada LazisMU Kabupaten Bekasi, Sugiyatno mengatakan, kegiatan ini juga dilakukan dengan tujuan untuk membangkitkan motivasi sesama umat Islam untuk membantu masyarakat yang kurang mampu dalam meningkatkan perekonomian umat, menumbuhkan solidaritas gerakan beramal (ZIS) dikalangan warga Muhammadiyah dan umat Islam, dan dan memaksimalkan potensi ZIS warga Muhammadiyah khususnya dan umat Islam pada umumnya.

Lebih lanjut Sugiyatno mengungkapkan potensi pendapatan melalui zakat di Kabupaten Bekasi sangat besar sekali karena di Kabupaten Bekasi terdapat lingkungan yang terdiri lingkungan industri dan pergudangan, permukiman dan properti, pelabuhan, perdagangan dan jasa, pertambangan minyak dan gas.

Pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Pengurus dan Anggota LAZISMu Kabupaten Bekasi dan warga Persyarikatan Muhammadiyah agar kegiatan ini dapat dioptimalkan pemanfaatannya.

Program kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (Abdimas) UBHARA Jaya padaLembaga Amil, Zakat, Infak dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMu) Kabupaten Bekasi, menghasilkan beberapa aplikasi yang dapat dijalankan sebagai media informasi dan komunikasi produk LAZISMu yaitu:

 

Aplikasi I: Tampilan informasi hasil transaksi

Aplikasi 2: Informasi program lazismu

Aplikasi 3: Informasi 6 pilar program LAZISMu

Aplikasi 4: Tampilan informasi berita

Dari hasi Abdimas UBHARA Jaya ini diharapkan dapat membantu kelancaran pekerjaan-pekerjaan pengelolaan LAZISMu dan tugas-tugas pengelolanya. Harapan lainnya adalah dengan adanya aplikasi ini pada LAZISMu Kabupaten Bekasi, dapat dimanfaatkan secara optimal dan mendapatkan respon dimasyarakat khususnya warga persyarikatan Kabupaten Bekasi.

Peran digitalisasi juga dapat mendorong otomatisasi yang antara lain dapat meningkatkan waktu respons dan layanan pelanggan. Adapun manfaat digitalisasi lain adalah untuk menghemat waktu mencari informasi dan menemukan dokumen yang diperlukan. Di satu sisi, transformasi ekonomi digital dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi global, memungkinkan adanya inovasi bisnis, dan meningkatkan kemitraan global. (Sugiyatno dan Mukhlis Rasim/Dosen Universitas Bhayangkara Jakarta Raya/editor Yoni Haris Setiawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *