Cerita Kampanye Terakhir Capres-Cawapres : Kesulitan Cari Gojek, Pingsan Kepanasan, Hingga Saling Lempar Botol

Umum791 Dilihat

BERAGAM cerita masih tergambar usai ketiga pasang calon presiden dan calon wakil presiden tampil di acara kampanye  pamungkas pada Sabtu (10/2/2024). Saat kampanye pasangan capres-cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) selesai dilaksanakan di Jakarta Internasional Stadium (JIS). Massa mengeluhkan soal akses keluar dari kawasan JIS.

Salah seorang pendukung yang kesulitan adalah Yaumil (27). Dia mengatakan sudah lama menunggu ojek online yang tak kunjung datang. Dia mengaku belum mendapat ojek online sejak selesai acara kampanye pada sekitar pukul 13.00.

Hingga sekitar pukul 16.00, dia belum mendapat driver yang akan mengantarnya.
“Ini dari tadi susah banget dapat ojek online. Udah coba pesen terus, tapi nggak diambil-ambil,” ujar Yaumil ditemui di JIS.

Selain Yaumil, ada juga Syahidan (22) yang memutuskan untuk berjalan kaki ke stasiun kereta terdekat lantaran kesulitan mencari moda transportasi. Dia harus berjalan kaki sekitar dua sampai tiga kilometer menuju Stasiun Ancol. Tak hanya dia, beberapa orang lain pun berjalan kaki menuju Stasiun Ancol yang merupakan stasiun terdekat.

“Mau coba jalan aja pelan-pelan ke stasiun Ancol. Soalnya dari tadi susah banget dapet angkot. Terus ngeliat jalanan juga macet banget,” ungkap Syahidan seperti dikutip dari detik.com.

Tak hanya pengguna kendaraan umum, pengguna kendaraan pribadi pun kesulitan keluar dari JIS. Seperti yang dialami oleh Vikri (24) yang membawa mobil untuk ikut kampanye akbar di JIS.

Sampai pukul 16.00 WIB, Vikri masih kesulitan keluar. Dia menyebut masih banyak kendaraan yang menghalangi sehingga tidak bisa keluar. “Sebenarnya sih saya bawa kendaraan, cuma di dalem. Sampe sekarang belum bisa keluar gara-gara ketutup sama kendaraan lainnya,” ucap Vikri.

Seperti diketahui, kampanye akbar pasangan calon presiden dan wakil presidenAnies-Muhaimin (AMIN)di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, berakhir pukul 13.00 WIB. Massa terlihat mulai meninggalkan lokasi.

Lain halnya lagi dengan capres nomor urut 2 Prabowo Subianto yang meminta para pendukung tidak memaksakan diri berdesakan di sekitar panggung tempatnya berpidato saat berkampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Prabowo sempat menghentikan pidatonya dan mengimbau pendukung agar keluar dari area GBK jika tak kuat berdesakan. Terdengar teriakan sejumlah pendukung meminta air karena kepanasan terhimpit kerumunan.

“Panitia..segera minta air minum…,” kata Prabowo di sela pidato.

“Saudara sekalian, sabar, sabar, sabar, tolong dibantu. Saudara yang merasa tidak kuat berdiri bisa pelan-pelan keluar, istirahat di luar supaya yang di luar bisa gantian ke dalam. Jangan dipaksa, kalau terlalu panas, keluar. Dibantu. Panitia, izin minta disiram air, bisa?” ungkap Prabowo.

Sedangkan di Semarang, kampanye  capres dan cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Simpang Lima Semarang, Jawa Tengah (Jateng) sempat ricuh. Peserta kampanye yang ada di sebelah kiri dan kanan panggung sempat saling lempar botol. Melihat hal itu, Ketua DPP PDI-P, Puan Maharani maju ke lokasi peserta kampanye yang rusuh tersebut.

“Sabar, sebentar ya. Itu apa sebelah sana,” kata Puan melihat kericuhan tersebut.

Tidak mau kericuhan berlanjut, Puan meminta agar peserta kampanye yang hadir di Simpang Lima Semarang itu untuk tertib dan tidak melakukan kericuhan. “Jangan terprovokasi,” ucap Puan kepada peserta kampanye.

Dia menjelaskan, semua yang hadir dia kampanye Ganjar-Mahfud merupakan saudara yang mempunyai tujuan yang sama untuk memilih pasangan nomor urut 3. “Ayo yang sebelah sana,” kata Puan dengan nada sedikit tunggi. (zas)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *