Jelang Ramadhan, Marpangir di Tapanuli Selatan dan Nyorog di Bekasi

Umum215 Dilihat

SEJUMLAH daerah punya ciri khas tersendiri saat memasuki bulan suci Ramadhan. Marpangir misalnya. Sebutan ini adalah ciri khas masyarakat Tapanuli Selatan, Sumatera Utara yaitu mandi wawangian di sepanjang sungai sehari sebelum Ramadhan. Air sepanjang sungai pun wangi dibuatnya.

Lain lagi halnya dengan di Bekasi. Ada sebuah tradisi ketika menjelang bulan suci Ramadhan, selain ziarah kubur ke makam orang tua, sanak saudara yang telah berpulang, juga ada tradisi Nyorog yakni sebuah tradisi dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan dengan memberikan bingkisan kepada sanak saudara. Seperti anak kepada orang tua, menantu ke besan, cucu ke engkong atau uwa, murid dengan guru, ade ke abang seperti encang, encingnya atau yang muda ke yang lebih tua.

Tradisi Nyorog semata-mata adalah untuk mengingatkan bahwa kita sebentar lagi memasuki bulan Ramadhan atau puasa, jika dengan ziarah kubur kita silaturahmi dan mendoakan kepada yang sudah meninggal maka nyorog adalah mengikatkan tali silaturahmi kepada sanak saudara yang masih hidup dan saling meminta maaf agar dapat menjalankan ibadah puasa lebih afdal.

Di masa kecil sering kali diminta orang tua untuk mengantarkan makanan kepada saudara yang dekat, di moment ini biasanya saudara akan memberikan uang kepada yang mengantar makanan tersebut.

Nyorog biasanya memberikan bingkisan lauk-pauk yang sudah matang seperti sayur bandeng, sayur pucung, ovor ayam, rendang daging dan lain-lain. Tapi untuk di Bekasi sendiri tidak jauh dari bandeng mungkin karena harganya yang relatif lebih murah ketimbang ayam dan daging. Biasanya ada juga yang memberikan bingkisan seperti sirup, aneka kue, kopi gula, sembako dan keperluan lain untuk berbuka dihari puasa pertama. (zas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *