Muhasabah: Tinggalkanlah Dusta apalagi Curang ‼️

Umum262 Dilihat

DALAM berpuasa, kita dilarang keras berkata dusta. Walau dusta terlarang sepanjang waktu bukan hanya ketika puasa saja. Dusta pun tidak pernah membawa kebaikan, yang ada hanyalah keburukan apalagi berbuat kecurangan.

Perintah meninggalkan dusta saat berpuasa telah disebutkan dalam hadits berikut ini, Rasululloh bersabda: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Alloh tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari no. 1903).

Bohong/Dusta merupakan tanda kemunafikan. Dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad  bersabda,
“Ada tiga tanda munafik: jika berkata, ia dusta; jika berjanji, ia mengingkari; dan jika diberi amanat, ia khianat”. (HR. Bukhari no. 33).

Bohong/Dusta juga merupakan cabang kekafiran. Bohong/Dusta menunjukkan rendahnya diri seseorang dan jauh dari sifat terpuji. Dari Ibnu Mas’ud Radhiyallohu ‘anhu, Rasululloh bersabda,
“Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan megantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Alloh sebagai orang yang jujur. Hati-hatilah kalian dari berbuat dusta, karena sesungguhnya dusta akan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan akan mengantarkan pada neraka. Jika seseorang sukanya berdusta dan berupaya untuk berdusta, maka ia akan dicatat di sisi Alloh sebagai pendusta”. (HR. Muslim no. 2607)

Dari Al Hasan bin ‘Ali, Rasululloh  bersabda, “Tinggalkanlah yang meragukanmu pada apa yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kejujuran lebih menenangkan jiwa, sedangkan dusta (menipu) akan menggelisahkan jiwa”. (HR. Tirmidzi no. 2518 dan Ahmad 1: 200, hasan shahih).

Jujur adalah suatu kebaikan sedangkan bohong/dusta (menipu) adalah suatu kejelekan. Yang namanya kebaikan pasti selalu mendatangkan ketenangan, sebaliknya kejelekan selalu membawa kegelisahan dalam jiwa.

Di antara faktor yang mendorong seseorang biasa berdusta dan berbuat curang, bisa jadi karena tidak takut akan siksa atau hukuman dari Alloh, bisa juga karena ingin mendapatkan kebaikan yang cepat diperoleh di dunia. Bohong/Dusta dan berbuat curang juga bisa terjadi pula karena jauh dari Alloh dan tidak khawatir akan siksa-Nya. Dusta/bohong dan berbuat curang bisa muncul pula karena kebiasaan dan didikannya yang jelek. Simak ini terkait kecurangan, Hadits ancaman terhadap Penguasa yang Curang;

عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اَللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: مَا مِنْ عَبْدِ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً, يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ, وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ, إِلَّا حَرَّمَ اَللَّهُ عَلَيْهِ اَلْجَنَّةَ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Rasululloh Bersabda: Dari Ma’qil Bin Yasâr Radhiyallohu anhu berkata, aku mendengar Rasûlulloh Shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang hamba pun yang diberi amanah oleh Alloh untuk memimpin bawahannya yang pada hari kematiannya ia masih berbuat curang atau menipu rakyatnya, melainkan Alloh mengharamkan surga atasnya. [HR.Muttafaq alaih].

Ayat ancaman bagi siapa saja yang zalim, apalagi penguasa, akan mendapatkan laknat dari ALLOH,
Alloh Ta’ala berfirman:

أَلاَ لَعْنَةُ اللّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ
“Ingatlah, laknat Alloh (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim”. (QS. Hud: 18).

Alloh berfirman:

يَوْمَ لا يَنفَعُ الظَّالِمِينَ مَعْذِرَتُهُمْ وَلَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوءُ الدَّارِ

“(yaitu) hari yang tidak berguna bagi orang-orang zalim permintaan maafnya dan bagi merekalah laknat dan bagi merekalah tempat tinggal yang buruk”. (QS. Ghafir: 52).

Laknat dari Alloh artinya dijauhkan dari rahmat Alloh.

Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Mu’min (Ghafir) Ayat 52:

Yaitu hari yang ketika itu permintaan maaf yang diajukan kepada Alloh tidak berguna lagi bagi orang-orang yang zalim, berdusta, berbuat curang lagi berdosa, dan mereka secara khusus mendapat laknat berupa kutukan jauh dari nikmat dan rahmat Alloh, dan juga memperoleh tempat tinggal yang sangat buruk di neraka jahanam./ tafsirweb.com.

Khotimah/Penjelasan di atas:

1. Bohong/Dusta adalah tindakan yang melanggar Syariat apalagi berbuat Kecurangan dalam hal ini Pemilu, dllnya.

2. Dalil dalil tulisan diatas sangat jelas bahwa seharusnya Kita Umat Islam tidak boleh berbuat Bohong/Dusta apalagi Kecurangan

3. “Kami menyatakan mosi tidak percaya, kepada penyelenggara pemilu tahun 2024. Kami juga menyatakan mosi tidak percaya kepada presiden Indonesia yang tidak memberi teladan yang baik dalam pelaksanaan Pilpres 2024 dan kami mendesak DPR RI untuk memakzulkan presiden Indonesia”.

Hasbunalloh Wani’mal Wakil Ni’mal Maula Wani’man Natsir. (Al Ustadz Ruhyandi, S.Ag, M.Pd, I)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *